Tips Membuat Essay LPDP 2024 Menarik dan Contoh Esai

Pendaftaran seleksi beasiswa LPDP 2024 berlangsung mulai 11 Januari 2024 hingga 12 Februari 2024. Berikut tips menulis essay LPDP 2024 dan contohnya.

  • Link Unduh Buku Panduan LPDP 2024 PDF dan Cek Tanggal Pentingnya
  • Link Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 di lpdp.kemenkeu.go.id

Tips Membuat Essay LPDP 2024 Menarik & Contoh Esai

Esai merupakan salah satu persyaratan penting dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Keberadaan esai LPDP bertujuan untuk memberi gambaran mengenai wawasan dan pengetahuan pendaftar di bidang studi yang ingin dipelajari.

Sebelum membuat esai LPDP, pendaftar perlu mencari refrensi terlebih dahulu. Refrensi tersebut bisa berasal dari esai penerima beasiswa LPDP tahun sebelumnya. Selain itu, penting pula untuk mencermati tips dalam pembuatan esai LPDP .

Meski begitu, pastikan bahwa esai yang Anda buat merupakan karya sendiri. Artinya, esai tersebut bukan ditulis orang lain atau hasil menyalin milik orang lain. Jika esai itu merupakan plagiasi, akan ada konsekuensi yang ditanggung pendaftar.

Berikut adalah tips membuat esai LPDP 2024:

Buat Struktur Esai

Pikirkan terlebih dahulu struktur esai beasiswa yang ingin dibuat. Biasanya, struktur dasar esai terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Esai yang terstruktur akan membantu gagasan tersampaikan secara terorganisir dan alur tulisan tampak rapi.

Tulis Identitas Diri

Awali esai beasiswa LPDP dengan memaparkan identitas diri. Hal itu meliputi nama lengkap hingga tanggal lahir. Poin tersebut berguna untuk mengenalkan diri di hadapan panitia seleksi LPDP.

Cantumkan Karier dan Prestasi

Berikutnya, poin yang bisa dibahas dalam esai LPDP adalah riwayat karier dan prestasi. Jelaskan tentang perjalanan karier Anda setelah lulus kuliah.

Karier pekerjaan dapat meliputi posisi serta perusahaan yang pernah Anda ambil. Pengalaman saat masih menjadi beasiswa juga bisa dicantumkan. Tak lupa juga daftar prestasi yang pernah diraih.

Perlu diketahui, penjelasan mengenai karier dan prestasi dianjurkan relevan dengan ide pokok dari esai Anda. Ide pokok tersebut berkaitan dengan rencana studi yang ingin Anda ambil.

Refleksikan Masalah dan Rencana Studi

Dalam esai LPDP 2024, ulas suatu permasalahan atau topik yang menjadi konsentrasi Anda selama ini. Kemudian, refleksikan hal tersebut dengan pengalaman Anda, entah sebagai pelaku ataupun peneliti.

Dari refleksi yang sudah dibuat, usulkan solusi dari Anda sendiri. Solusi tersebut tentu mesti sesuai dengan rencana studi yang ingin Anda tempuh. Usahakan untuk tidak menyimpang dari permasalahan yang sudah Anda ulas.

Rencana Kontribusi

Jika sudah menyelesaikan tahap-tahap di atas, bagian selanjutnya adalah menuliskan rencana kontribusi apabila berhasil menjadi penerima beasiswa . Kontribusi tersebut setidaknya juga relevan dengan studi yang sudah Anda ambil.

Kontribusi sebagai penerima beasiswa dapat meliputi pembuatan pogram hingga pekerjaan setelah lulus. Paling tidak, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi kepada Indonesia.

Baca Ulang dan Edit

Esai yang sudah selesai ditulis bukan berarti minus kesalahan atau error. Karena itu, baca lagi esai Anda secara teliti. Jika menemukan kekeliruan, segera perbaiki.

Pastikan bahwa esai LPDP milik Anda ditulis dengan menggunakan ejaan yang baik dan benar (EYD). Pasalnya, faktor tersebut akan cukup menentukan kredibilitas Anda sebagai penulis yang berkutat di dunia akademis.

  • Cara Daftar Beasiswa Bank Indonesia 2024 Tahap 2 & Jadwalnya
  • Anies Janji Hapus Aturan Batas Usia Pelamar Kerja & Beasiswa
  • Apakah Daftar PPG Prajabatan Gratis dan Adakah Beasiswanya?

Contoh Essay Beasiswa LPDP 2024

Berikut adalah contoh esai untuk keperluan mendaftar beasiswa LPDP tahun 2024:

Sukses Terbesar di Hidupku

Ketika duduk di bangku SD, saya merasa bahwa kesuksesan terbesar adalah saat

penerimaan rapor tiba. Sejak kelas 1 sampai kelas 6 saya selalu menduduki peringkat satudi

kelas dan menurut saya itulah kesuksesan terbesar waktu itu. Pemikiran seorang anak

kampung pada umumnya bahwa keberhasilan di sekolah adalah segalanya.

Di masa awal SMP saya merasa gagal karena tidak lagi menduduki peringkatsatu di kelas.

Tetapi orang tua saya memberi nasehat bahwa menjadi nomor satu bukan satu-satunya

ukuran kesuksesan, melainkan tentang seberapa besar usaha yang sudah kita

lakukan kemudian mensyukuri apa yang kita dapatkan dari hasil usaha tersebut. Bahwa

kehidupan kita bukan hanya bagi diri sendiri melainkan juga untuk berguna bagi orang lain.

Dari situlah saya mulai mengikuti kegiatan-kegiatan sosial di sekolah seperti pramuka dan

kesenian jawa. Di pramuka saya belajar tentang gotong royong dan tenggang rasa. Di

kesenian jawa saya belajar tentang melestarikan budaya dan mengamalkan nilai-nilai

warisan leluhur yang berharga. Waktu lulus, nilai saya tidak mengecewakan juga. Saya

menduduki peringkat dua puluh besar di sekolah dan mendapatkan banyak pengalaman

berharga dari setiap kegiatan sosial yang saya ikuti.

Kegiatan pramuka terus saya lanjutkan di SMA dan bertambah dengan kegiatan pecinta

alam juga. Tujuan kegiatan pecinta alam bukan hanya mendaki menaklukkanpuncak puncak gunung tinggi saja, melainkan membangkitkan kecintaan kepada alam dan turut serta melestarikan alam. Beberapa program reboisasi di sekitar gunung lawu sudah saya

ikuti dan melihat pegunungan kembali hijau berseri merupakan kesuksesan yang sangat

berarti. Pegunungan yang hijau asri adalah pertanda alam lestari yang selanjutnya

membawa keuntungan bagi umat manusia.

Di balik semua kegiatan sosial tersebut, saya pun tidak melupakan pendidikan yang menjadi

tujuan utama masuk di SMA. Saya lulus menduduki peringkat sepuluh besar di

sekolah dilanjutkan lulus SNPTN di Universitas Negeri Semarang. Saat itulah sayasemakin menyadari bahwa kehidupan manusia bukan hanya tentang keberhasilan diri sendiri tetapi juga tentang berguna bagi sesama dan berdampak bagi kemakmuran bangsa dan negara.

Jadi, seberapa hidup saya berguna dan berdampak baik bagi sesama, sejauh

itulah pencapaian kesuksesan sejati saya. Saya pecaya, kemampuan yang lebih

baik danpengetahuan yang lebih banyak akan membuahkan otoritas yang lebih

tinggi dankapasitas yang lebih besar sehingga membawa dampak yang lebih luas bagi

masyarakat.

Di kampus, saya berjuang keras untuk dapat lulus tepat waktu supaya semakin cepat

memiliki kemampuan untuk berguna dan berdampak bagi kemakmuran Indonesia. Berbekal

tekad yang kuat hal demikian dapat terwujud. Saya meraih gelar sarjana tepat 4 tahun,

sembari melakukan kegiatan sosial pemberantasan buta huruf. Untuk membiayai hidup dan

kuliah saya bekerja paruh waktu sebagai guru les. Aktivitas yang padat adalah pembangkit

semangat, bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Selanjutnya tiba waktunya untuk mengaplikasikan ilmu dalam rangka mewujudkan

kehidupan yang berdampak bagi sesama. Saya mengajar di berbagai sekolah dalam rentang

waktu lima tahunan seperti kutu loncat. Dari sekolah A pindah ke B lalu pindah lagi ke

C. Saya berpindah-pindah sekolah bukan untuk mencari gaji yang lebih tinggi apalagi karena

bosan namun karena menemukan fakta peraturan dan kebijakan sekolah tempat saya

mengajar tidak mendukung perkembangan siswa. Sistem pendidikan yang ada

justru menjadi momok bagi para siswa untuk menimba ilmu. Usulan dan pendapat yang

saya sampaikan hanya berakhir di ujung jalan dikarenakan tidak adanya kapasitas yang

Karena itulah saya pun kembali duduk di bangku kuliah program pasca sarjana Universitas

Negeri Semarang. Saya mengambil Magister Pendidikan Bahasa Inggris untuk lebih mendalami apa yang menjadi pokok persoalan para siswa mengalami kesulitan dalam belajar bahasa inggris dan meraih otoritas yang tinggi guna memperbesar kapasitas diri saya sehingga mampu untuk melakukan perubahan terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

Tetapi berbagai penelitian selama menjalani program pendidikan ini, menunjukkan fakta–fakta baru yang belum saya pahami sebelumnya. Tidak hanya pendidikan yang belum adil dan merata bagi masyarakat namun kesuksesan pemerintah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat pun masih meragukan. Kesuksesan pemerintah niscaya berdampak pada perbaikan sistem pendidikan diIndonesia.

Keinginan yang kuat tanpa disertai kapasitas yang besar berupa kemampuan, pengetahuan dan otoritas tidak akan menghasilkan kesuksesan besar. Pengembangan kapasitas diri dengan penambahan kemampuan dan pengetahuan serta peningkatan otoritas dapat ditempuh melalui jalur pendidikan. Untuk itulah saya berkeinginan untukmelanjutkan studi ke program Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan supaya hidup saya lebih berguna dan lebih berdampak baik bagi sesama demi terwujudnya cita–cita pembangunan Indonesia

Artikel Terkait

Hasil timnas u23 indonesia vs australia: bisa lolos 8 besar afc, cara cek kartu sim sudah terdaftar atau belum terbaru tahun 2024, 20 ucapan halalbihalal di tempat kerja, link cek pengumuman hasil osn-k sma 2024 tiap provinsi, afc memutuskan untuk mengulang laga indonesia vs qatar, apa iya, gunung semeru erupsi, getaran banjir lahar dingin hampir 5 jam, kaya dengan cerdas: optimalkan sumber keuangan pribadimu, harga beras naik hingga 20 persen, tertinggi sejak februari 2011, bhre wengker, candi surawana dan sosok di balik layar majapahit, momen syl emosional saat eks ajudannya ungkap firli minta rp50 m, hoaks video penandatangan pelunasan utang indonesia ke china, polisi ungkap penyelundupan narkoba libatkan 2 pegawai lion air, pemerintah akan bentuk satgas pemberantasan judi online, bumn indofarma akui belum sanggup bayar gaji karyawan, pemerintah siap hadapi unjuk rasa jelang putusan phpu di mk, konimex jelaskan soal paramex picu anemia aplastik: berizin bpom, pimpinan dprd jakarta dukung restorasi rumdin gubernur rp22,2 m, dkpp didesak pecat ketua kpu ri soal perbuatan asusila ke ppln, hasyim asy'ari diadukan ke dkpp atas dugaan perbuatan asusila, mk hanya timbang amicus curiae yang diterima hingga 16 april, gerindra: pembahasan komposisi kabinet intens jelang putusan mk, link live streaming yordania vs qatar di piala asia u23 2024, live streaming timnas u23 indonesia vs australia & jam tayang tv.

  • 0817-535-878
  • Follow Blog

Arif Saefudin

Saturday, July 31, 2021

Cari tips dan contoh essay beasiswa unggulan untuk s-2 dan s-3 mampir sini.

arifsae

Baca Artikel Lainnya

Kalau kalian baca tulisan ini, artinya kalian sedang mencari contoh Essay Beasiswa Unggulan, tentu saja dengan tema, " Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia". Ini kasusnya saya, yang mendaftar Program Doktor atau S-3 ya. Mungkin hampir sama dengan S-2. Sudah punya Proposal Rencana Studi? Kalau belum dowload DISINI.

Essay ini penting sekali, bahkan kalau saya bisa bilang, ini nyawa kalian dalam mendaftar beasiswa, kenapa? karena kalau administrasi, semua calon pendaftar akan sama, tinggal mengikuti petunjuk, tapi kalau essay, itu nilai jual dan keunikan kita yang bisa kita "tawarkan".

Ini catatan penting, Beasiswa Unggulan mencari orang, (1) berprestasi tingkat nasional dan atau internasional, (2) berkontribusi kepada daya saing bangsa disegala bidang. Jadi, ga usah minder ga punya prestasi, mungkin kalian kategori kedua.

Untuk syarat-syarat lengkapnya baca di web resminya langsung. Saya hanya mau kasih contoh essay. Ini pengalaman pribadi ya. Jadi setiap awardee bisa berbeda-beda. Saya sendiri awardee S-3 Beasiswa Unggulan tahun 2020 kategori Masyarakat Berprestasi. Langsung aja ya, nih 5 tips dari saya:

1.  Jadi diri sendiri. Essay itu personal, tunjukan nilai jual kita dengan cara menonjolkan keunikan kita. Boleh mencontoh format dari yang lain, tapi jangan sekali-kali mencontoh isi nya, contoh strukturnya saja. Karena setiap orang memiliki keunikan sendiri. Gali dan munculkan itu.

2. Untuk kategori S-1 biasanya berisi tentang "akan", tapi untuk S-2 dan S-3 harus menonjolkan tentang yang "sudah". Kalau kalian termasuk kategori S-2 dan S-3, pertanyaanya, apa yang sudah di kontribusikan selama ini? Apa yang sudah dilakukan untuk Indonesia?

3. Saya menyusun essay jadi 3 bagian, pertama , ambil isu terkini yang hangat dan cocok dengan jurusan kita yang akan diambil, jangan banyak-banyak, cukup dua atau tiga paragraf  kedua , tampilkan apa kontribusi yang sudah kita lakukan, tidak harus prestasi besar, tapi dari hal-hal kecil yang sudah pernah kamu lakukan untuk sekitar juga bisa, bagian ini yang paling banyak porsinya, dan ketiga , kaitkan dengan rencana masa depan kita, ini juga penting, apa yang akan kamu lakukan dimasa depan setelah lulus, munculkan disini, sekaligus jadi penutup.

4. Dalam menulis essay, usahakan ambil kutipan ilmiah, bisa dari jurnal, quote tokoh, atau lainnya. Kemudian kaitkan dengan jurusan kita. Khusus untuk S-2 dan S-3, harus ada bau-bau akademisnya ya, jangan semua isinya tentang opini kita. Terkesan opini pribadi saja, tanpa didukung dengan landasan pendapat tokoh. 

5. Kalau sudah jadi, periksa dan baca berkali-kali, dari struktur katanya, atau ejaanya, jangan sampai typo ya. Malu-maluin. Jangan sampai panita membca tulisan kita terganggu gara-gara hal ini. Ingat, koreksi berkali-kali. Bila perlu minta saran kepada orang yang berpengalaman.

Itu aja dah, ga usah panjang-panjang. Lagian ga di baca juga. Gampang kan? hahaha...😂😂😂

Sekali lagi, Dissclamer, Essay dibawah adalah pengalman pribadi, yang saya gunakan untuk mendaftar Beasiswa Unggulan 2020, dan yang akhirnya mengantarkan menjadi Awardee. Semoga bermanfaat. Good luck guys.!

AKU GENERASI UNGGULAN KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA [Berdialektika dengan Masa Lalu untuk Mendefinisikan Masa Depan]  
Persatuan Indonesia yang kita nikmati saat ini berakar kuat dari sejarah yang menjadi   landasan memori kolektif masyarakatnya dalam menjaga kebhinekaan, seperti kata Mohammad Natsir, “ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri .” Salah satu founding father ini mengingatkan kita tentang pentingnya akar sejarah sebagai sebuah bangsa. Mempelajari sejarah menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan, karena dari sejarah lah integrasi bangsa dapat terangkai kuat hingga saat ini. Sejarah adalah kita dan kita adalah sejarah, artinya, sejarah adalah sebuah puzzle yang tak bisa terpisahkan dalam dinamika kehidupan setiap orang, masyarakat maupun sebagai sebuah bangsa, karena banyak rahasia dalam setiap peristiwanya, seperti kata Winston Churchill, “ Belajarlah pada sejarah, karena dalam sejarah terdapat semua rahasia negara .” Dalam konteks Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya tinggal di desa-desa, mereka tidak terpikirkan untuk belajar sejarah, untuk mengenyam pendidikan formal saja masih ada sebagian orang yang punya paradigma “kolot”, bahwa tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, tidak ada gunanya, apalagi kaum perempuan, jauh lebih terpinggirkan lagi, seolah lupa bahwa R.A Kartini pernah mendorong semangat untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, beliau berkata, “ Kita harus membuat sejarah kita untuk menentukan masa depan, yang sesuai dengan keperluan kaum perempuan dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki .” Pesan R.A Kartini sepertinya masih relevan untuk masa kini, bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk membentuk generasi unggul pada masa depan, yang berpijak pada karakter dan budaya bangsa. Untuk menuju pada unggulnya bangsa ini, terlebih dahulu harus meningkatkan kualitas dan kuantitas para generasi muda yang terdidik. Tentu dengan kolaborasi yang serasi antara orang tua dan anak yang menjadi modal paling kuat untuk menuju “Generasi Emas” pada tahun 2045. Modal mempunyai orang tua inilah yang saya artikan sebagai sebuah anugerah, karena orang tua saya begitu mementingkan pendidikan anak-anaknya, meski dengan segala keterbatasan ekonomi. Saya dibesarkan dalam keluarga sederhana dari orang tua yang berprofesi sebagai petani, dan terbiasa hidup dengan kesederhanaan. Meski orang tua terbiasa bergelut di sawah, namun pemikiran mereka tentang pentingnya pendidikan sangat “mewah”. Kemewahan itu bisa saya rasakan dari keinginan mereka untuk melihat anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Keinginan itu dimulai dari masa sekolah dasar di kota kelahiran, Purbalingga. SD Negeri 1 Galuh menjadi titik awal mengenyam “kawah candradimuka” ilmu selama 6 tahun mereguk nikmatnya pendidikan. Di sini, saya selalu masuk peringkat 3 besar di kelas hingga lulus. Melanjutkan jenjang SMP di SMP Negeri 5 Purbalingga. Prestasi di SMP didapat dalam bidang olah raga, pernah menjadi juara 1 lomba futsal tingkat Kabupaten Purbalingga. Dalam akademik selalu masuk peringkat 5 besar di kelas. Setelah lulus, tahun 2003 melanjutkan ke SMK Muhammadiyah Purbalingga sesuai saran orang tua. Di jenjang ini, mulai belajar berorganisasi, yaitu Pramuka. Pernah menjabat sebagai Pradana di SMK Muhamamdiyah Purbalingga periode 2004/2005. Hingga mewakili Jawa Tengah pada acara Jambore Nasional Hizbul Wathon di Klaten pada 2005. Setelah lulus SMK tahun 2006, ingin melanjutkan kuliah tapi kondisi keuangan orang tua tidak memungkinkan. Akhirnya, selama 1 tahun mencoba bekerja menjadi penjaga warnet untuk mengumpulkan tabungan registrasi masuk perkuliahan. Hingga tahun 2007, rasa haus ingin kuliah tak bisa ditahan lagi. Dengan meminta doa restu orang tua, saya ijin untuk melanjutkan pendidikan yang tertunda. Meski keuangan yang pas-pasan, orang tua mendukung penuh, beliau berpesan, “ Kalau itu sudah jadi tekadmu, lakukan. Bismillah, yang terpenting harus serius dalam kuliah .” Pesan itulah yang saya pegang selama kuliah S-1. Pilihan untuk kuliah sesuai saran orang tua tertuju ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Alasan orang tua sederhana: yang terdekat dan meminimalisir biaya kos dan biaya hidup, karena bisa ditempuh dengan Pulang-Pergi. Meski jarak dari Purbalingga-Purwokerto cukup jauh, sekitar 30 km, namun saya menjalaninya dengan kerelaan, “ Untuk kuliah saja saya sudah sangat bersyukur ,” begitu tekad ku. Untuk memilih jurusan saya dibebaskan, saya memantapkan pilihan di program studi pendidikan sejarah, alasanya seperti pesan Confoucius, bahwa, “ Pelajari masa lalu, jika kamu ingin mendefinisikan masa depan .” dari sinilah saya memulai untuk mendefinisikan masa depan yang lebih baik. Pesan orang tua berusaha sungguh-sungguh saya jalankan dengan cara : Pertama , kuliah dengan target lulus tepat waktu. Waktu 3,9 tahun proses perkuliahan saya selesaikan dengan lancar. Nilai yang didapat juga tergolong sangat memuaskan dengan IPK 3,40 di akhir masa kuliah. Nilai ini yang sudah mengantarkan saya mendapatkan beasiswa dari DIKTI untuk kategori Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) selama 3 tahun berturut-turut, dari tahun 2008 sampai 2011. Ketika memasuki semester akhir, saya diikutkan menjadi asisten dosen untuk meneliti tentang sosialisasi bahaya Tsunami di Cilacap. Sebuah kesempatan langka yang hanya diberikan kepada saya diantara teman-teman satu angkatan lainnya. Kedua , berorganisasi sesuai pilihan hati. Dunia kampus menawarkan alternatif untuk mengembangkan diri selain di ruang kelas, tentu saja dengan cara berorganisasi. Organisasi di kampus menawarkan banyak pilihan untuk mengasah softskill . Tercatat selama kuliah, saya pernah menjajal berbagai organisasi kampus, seperti, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah (Sekertaris periode 2008/2009). Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP (Sekertaris periode 2009/2010) dan menjadi anggota di BEM pusat UMP. Selain organisasi “ruang kelas”, saya juga mengikuti beberapa organisasi “luar kelas”, seperti bela diri Tarung Derajat Satlat UMP, jadi wakil ketua tahun 2010. Dan menjadi anggota pada UKM Sepak Bola, jadi penjaga gawang UMP tahun 2008-2010. Dari berbagai organisasi itu, saya sering terlibat sebagai panitia dalam berbagai acara. Selain sebagai panitia, rentan tahun berorganisasi ini, banyak kegiatan seminar, workshop dan pelatihan yang diikuti. Baik itu utusan dari organisasi maupun individu [ada 37 sertifikat]. Semua kegiatan organisasi ini saya ikuti karena pilihan hati. Apabila sudah masuk ke hati, semua rintangan akan mudah teratasi dan tetap berprestasi. Ketiga , masuk pondok pesantren. Dengan aktifitas organisasi dan kegiatan kampus yang begitu padat, tidak memungkinkan lagi untuk pulang pergi dari Purbalingga-Purwokerto. Akhirnya saya mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin yang letaknya tidak jauh dari kampus. Terhitung sejak tahun 2008 (semester 3), saya diterima sebagai santri “Kalong” di pondok itu. Di sini, saya diminta membantu mengajar MTs-SA Roudhotut Tholibin sejak dirintis tahun 2009. Disaat kawan-kawan yang lain masih berkutat pada teori, saya sudah terjun langsung merasakan dinamika dunia pendidikan secara nyata. Selain menjadi pengajar di MTs, saya juga sesekali menjadi pengajar untuk Sekolah Kesetaraan Paket C yang diadakan oleh pondok. Memang tidak setiap hari, karena harus berbagi waktu dengan urusan akademik dan organisasi kampus. Urusan ilmu di pondok memang tidak maksimal, namun yang pasti, ilmu “kehidupan” di pondok sangat terasa hingga saat ini, terutama tentang kesederhanaan, pengabdian, keikhlasan dan perjuangan. Keempat , bekerja sekuat tenaga. Bekerja dalam konteks ini adalah mengajar, karena membantu mengajar inilah, segala biaya hidup di pondok digratiskan, seperti makan dan tempat tinggal. Jadi selama kuliah, meski tidak pernah kost, saya bisa menjalani hidup dengan mandiri, tanpa membebani orang tua. Selain itu, saya juga berjualan pulsa lewat HP sejak 2008-2011, yang saat itu masih jarang dan sangat menguntungkan. Sesuatu yang selalu saya syukuri, karena dari hasil kerja dan bantuan beasiswa, praktis saya tidak pernah meminta uang saku lagi pada orang tua. Memang tidak semua yang saya jalani berhasil maksimal, banyak kekurangan di sana-sini, karena harus membagi waktu diantara semuanya. Bukan tanpa masalah, namun semua masalah teratasi dengan tekad untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Tepat 8 Oktober 2011, saya diwisuda. Dengan semangat yang belum padam untuk belajar, saya langsung melanjutkan pendidikan ke Program Pascasarjana. Lagi-lagi orang tua berperan sangat besar, dengan doa restu beliau, saya tekadkan untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Tujuan untuk melanjutkan perkuliahan adalah Program Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sejak awal tahun 2012 resmi menjadi Mahasiswa. Passion baru muncul di masa-masa perkuliahan, yaitu menulis. Menulis menjadi hobi tersendiri dengan langkah awal membangun web pribadi www.arifsae.com , berbagai pandangan dan pemikiran bisa saya ekspresikan di sini. Lalu hobi menulis ini merambah ke media massa koran cetak untuk menulis opini, hingga saat ini sudah ada 20 artikel opini yang sudah saya hasilkan. Prosses perkuliahan S-2 ini berhasil saya selesaikan hanya 1,5 tahun dengan nilai IPK 3,64. Sejak lulus magister, saya sudah berkomitmen untuk mentransferkan ilmu yang sudah ditekuni selama perkuliahan hanya untuk dunia pendidikan. Pertengahan 2013, saya mentransformasikan ilmu di SMA Negeri 2 Purbalingga. Di sini, saya terus mengasah hobi tulis-menulis yang akhirnya berbagai prestasi dan penghargaan saya raih. Saya juga mengajarkan kepada peserta didik untuk tidak takut berkompetisi, meski saingannya ribuan. Terbukti, ada 18 (delapan belas) kejuaran bersama anak-anak yang berhasil dimenangkan. Paling membuat bangga adalah berhasil mengantarkan menjadi Juara ke-3 LKIR LIPI. Mereka akhirnya mewakili Indonesia dalam ajang INTEL ISEF di Pitsbug, Amerika Serikat untuk bersaing dengan kontestan dari 100 negara di dunia. Sayangnya, saya tidak bisa mendampingi sampai ke Amerika karena dalam waktu bersamaan harus pindah tugas mengajar ke CLC Terusan 2, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Negeri Sabah, Malaysia. Selain memotivasi dengan jadi pembimbing, saya juga mencoba untuk berkompetisi individu. Dalam dunia kompetisi, saya pernah menjadi Pemenang Karya Tulis Ilmiah Simposium Guru Nasional 2015, dan diundang ke Istora Senayan untuk merayakan Hari Guru Nasional 2015 bersama Presiden Joko Widodo dan Mendikbud waktu itu, Anies Baswedan. Masih banyak kompetisi dan karya lain yang sudah dimenangkan, saya sertakan dalam bagian “PRESTASI” di pendaftaran [ada 60 item]. Awal 2017, dipercayai menjadi penerima bantuan dari Direktorat Sejarah, Kemendikbud untuk menulis Biografi Usman Janatin, Pahlawan Nasional kelahiran Purbalingga. Hingga pada pertengahan 2017, saya mendapatkan amanah menjadi guru untuk anak-anak Indonesia di Perkebunan Sawit di Negeri Sabah yang di inisiasi oleh Dirjen GTK, Kemendikbud. Di tempat tugas baru, beban pekerjaan lama “bersatu” dengan pekerjaan baru. Selain menyelesaikan penulisan Biografi Usman Janatin, yang penelitiannya dilakukan sebelum berangkat, juga harus menyelesaikan setumpuk pekerjaan baru. Semua pekerjaan itu bisa terselesaikan sesuai terget yang ditentukan. Menjadi guru di Ladang Sawit yang gersang menjadi pengalaman yang akan abadi dalam memori, karena sangat berbeda dengan lingkungan di Jawa. Tantangan itu seperti sinyal yang susah, rumah dan sekolah yang terbuat dari kayu, juga listrik yang tidak 24 jam menjadi bumbu-bumbu tersendiri dalam pengabdian. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, harus menempuh 2,5 jam perjalanan dari rumah ke kota terdekat. Pengalaman menjadi guru yang benar-benar dalam keterbatasan baik sarana, prasarana, fasilias, dan lingkungan. Ditambah lagi, selain menjadi guru, juga ditugasi sebagai Pengelola (semacam kepala sekolah mini), Bendahara BOS, dan Operator Dapodik. Bahkan, ada tugas tambahan dari Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu untuk membantu mengurus dokumen pekerja sawit WNI, seperti membuat Buku Nikah, Akta Lahir, Passport hingga melayani mereka yang ingin mengambil kesetaraan Paket A, B, C. Dalam satu waktu, pekerjaan itu saling bersahutan yang terkadang datang secara bersamaan. Namun, dengan kerja keras dan disipilin, saya bisa menyelesaikan tugas tanpa halangan berarti. Di Sabah, menulis tetap jadi tradisi. Selama 2 tahun bertugas, saya berhasil menulis 9 buku, 2 jurnal ilmiah, 1 artikel majalah, 6 opini koran dan 6 kompetesi nasional yang saya menangkan. Salah satu karya yang berasal dari blog dan sudah diterbitkan menjadi 2 jilid buku adalah Catatan Harian selama di Sabah. Hingga pada 22 Oktober 2019, karena keuletan menulis ini, saya dianugerahi Rekor Indonesia oleh MURI sebagai, “ Guru yang Selama di Luar Negeri Menulis Catatan Harian di Blog Tanpa Henti Terlama .” Rekor individu ini merupakan prestasi tersendiri. Untuk anak-anak, saya membimbing mereka memenangi kompetisi AKPRES 2018 sebagai Juara 1 kategori badminton dan membantu guru lokal/pamong [yang membantu sekolah dari WNI] sebagai Juara 1 pada lomba Inovasi Pembelajaran Guru Pamong se-Sabah dan Sarawak 2018. Untuk teman-teman guru lain, saya memotori berdirinya komunitas group Guru Sandakan Menulis (GSM) guna mendorong mereka menulis buku. Sudah beberapa guru yang berhasil melahirkan karya pertamanya. Dalam kepanitaan, menjadi panitia Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM) ke-4 dan ke-5 di Hutan Taliwas, Lahad Datu dan panitia Pekan Siaga Anak Indonesia di Malaysia (PESONA) ke-2 di Sandakan. Paling berkesan adalah pernah menjadi Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS-LN) pada Pemilihan Umum Serentak 2019 di Distrik Sandakan. Pengalaman ini sangat mengesankan karena masuk ke “lobang tikus” di segala penjuru wilayah Sandakan yang di situ ada warga Indonesia nya. Untuk ke lokasi saja, penuh dengan rintangan yang tak ringan, seperti jalanan yang menantang, naik turun bukit curam, dan tidak ada aspal, semua itu menambah pengalaman yang sangat luar biasa. Perjuangan ini tentu saja bertujuan untuk menampung aspirasi, meski satu suara, hak konstitusi WNI dalam menentukan pemimpinnya. Dari semua prestasi terbesar selama bertugas mengajar anak-anak Indonesia di Perkebunan Sawit adalah, memberikan kenikmatan pendidikan yang sesungguhnya. Dengan cara memulangkan mereka untuk melanjutkan sekolah ke Indonesia dengan mendaftarkan beasiaswa Sabah Bridge. Dengan status “ilegal”, saya harus mengurus semua dokumen mereka sebagai syarat wajib imigrasi. Di masa akhir penugasan, saya berhasil mengantarkan mereka mendapatkan beasiswa itu, dan sekarang sudah berada di berbagai pelosok wilayah Indonesia. Rumah mereka yang sebenarnya. Untuk mengakhiri, saya kutip pesan Colin Powell, seorang Jendral militer Amerika Serikat, bahwa, “ Tidak ada rahasia menuju keberhasilan. Keberhasilan diraih dari persiapan, kerja keras, dan belajar dari kegagalan. ” Saat ini, kerja keras akan terus berlanjut untuk mewujudkan cita-cita yang lama tertunda: menyelesaikan Program Doktoral, dengan dukungan Beasiswa Unggulan 2020. Semoga ilmu saya tetap bisa bermanfaat untuk diri pribadi, orang-orang sekitar dan dunia pendidikan pada umumnya, karena ilmu yang bermanfaat adalah amal jariyah tak terputus. Tidak ada yang mustahil di dunia ini, selama kita mau berusaha dan berdoa. Sesuai dengan pesan orang tua, “ Kalau sudah bertekad, lakukan. Bismillah. Asal benar-benar serius. Akan ada jalan. ” Aamiin… Saya yakini doa orang tua, karena saya adalah generasi unggulan kebanggan bangsa Indonesia.

Artikel Lain Yang Terkait...

arifsae

  • MALAYSIA (379)
  • ASAL USUL DESA (80)
  • PERISTIWA SEJARAH (45)
  • OPINI PENDIDIKAN (43)
  • TOKOH BANGSA (43)
  • KONTROVERSI SEJARAH (35)
  • KOMPETISI (33)
  • RESENSI BUKU (30)
  • SASTRA (29)
  • TRAVELING (22)
  • PAHLAWAN NASIONAL (20)
  • DOKUMEN AKADEMIK (18)
  • RENUNGAN (12)
  • TIPS DAN TRIK (8)

Open Menu

Essay Beasiswa Unggulan Serta Contohnya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan berupa beasiswa kepada masyarakat Indonesia terutama yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang S1, S2, dan S3 dengan nama beasiswa unggulan. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para calon penerima beasiswa, salah satunya dengan membuat essay . Essay untuk beasiswa unggulan biasanya sudah ditentukan topik dan formatnya.

Oleh karenanya, buat kamu yang ingin mendaftar sebagai calon penerima beasiswa unggulan, penting untuk mengetahui cara membuat essay yang tepat. Nah , berikut ini akan ada penjelasan sekilas mengenai tips membuat essay beasiswa unggulan serta contoh lengkap essay beasiswa unggulan yang dapat kamu jadikan acuan untuk menulis essay .

  • 1 Tips Singkat dalam Menulis Beasiswa Unggulan
  • 2.1 Contoh 1
  • 2.2 Contoh 2
  • 2.3 Contoh 3
  • 3 Pemahaman Akhir

Tips Singkat dalam Menulis Beasiswa Unggulan

Tips Singkat dalam Menulis Beasiswa Unggulan

Sebelum lebih lanjut melihat contoh essay untuk beasiswa unggulan, ada baiknya kamu juga mengetahui tips-tips singkat cara membuat essay beasiswa unggulan. Essay untuk beasiswa unggulan biasanya sudah ditentukan mengenai format penulisannya yaitu menggunakan kertas A4, font Times New Roman (TNR) 12, dan spasi 1,5.

Kemudian, untuk bagian isi, cobalah untuk memulai essay dengan perkenalan diri dikarenakan pihak penyeleksi tentunya perlu mengetahui latar belakang dari penulis essay . Kemudian, kamu bisa menuliskan mengenai permasalahan atau hambatan yang kamu alami selama menempuh pendidikan, prestasi-prestasi apa saja yang sudah didapatkan, serta kontribusi apa yang sudah kamu berikan untuk lingkungan sekitar.

Tidak lupa, tuliskan pula mengenai rencana studimu dan apa saja rencana yang akan kamu lakukan jika berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Akan lebih baik jika kamu juga menuliskan rencana tersebut dalam bentuk kontribusi kepada masyarakat yang sejalan dengan jurusan yang kamu pilih nantinya. Dengan begitu, penyeleksi akan melihat jika kamu memang sungguh-sungguh ingin mendalami jurusan tersebut dan benar-benar memanfaatkan ilmu yang didapatkan.

Essay Beasiswa Unggulan

Contoh Essay Beasiswa Unggulan

Setelah sekilas tips membuat essay untuk beasiswa unggulan, berikut ini akan ada beberapa contoh untuk lebih memudahkanmu mengetahui cara membuat essay yang tepat. Contoh-contoh berikut disesuaikan dengan judul yang diberikan oleh pihak Kemendikbud pada seleksi di tahun 2020 kemarin yaitu “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”.

Perkenalkan nama saya Angga Septian, lahir di Semarang pada tanggal 1 Juli 1997. Saya merupakan lulusan dari fakultas pendidikan Universitas A, lebih tepatnya dari jurusan pendidikan matematika. Kedua orang tua saya berprofesi sebagai guru, lebih tepatnya ibu saya berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia, sedangkan ayah saya adalah seorang guru kesenian. Dibesarkan oleh kedua orang tua yang berkutat dalam dunia pendidikan, sedikit banyak juga mempengaruhi saya dalam memandang dunia pendidikan.

Salah satu pandangan tersebut adalah mengenai pelajaran matematika. Stigma akan pelajaran matematika yang sulit dipelajari barang kali sudah cukup mengakar di kalangan masyarakat Indonesia. Bagaimana pun, stigma tersebut juga ikut andil dalam memengaruhi bagaimana pandangan para siswa dalam mempelajari pelajaran matematika lebih mendalam. Tidak sedikit siswa yang merasa ketakutan saat akan menerima pelajaran matematika atau merasa tidak bersemangat untuk memulai pelajaran tersebut.

Masalah tersebut tentu saja tidak bisa dianggap remeh dan bila dibiarkan akan membuat semangat belajar siswa semakin turun dan tak ada lagi keinginan untuk belajar matematika lebih lanjut. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa saya memilih jurusan pendidikan matematika di jenjang S1 kemarin. Dengan ilmu yang saya miliki, saya ingin membuat proses pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan dan siswa tak lagi merasa bosan.

Salah satu upaya yang sudah saya lakukan adalah menerapkan metode pembelajaran baru dengan melibatkan kesenian dan matematika. Metode tersebut mulanya baru saya terapkan di sekolah tempat saya mengajar, lalu mulai saya kembangkan di lingkungan tempat tinggal saya ketika mengajar bimbingan untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Kabar baiknya, metode tersebut mendapat respon positif dari beberapa warga sekolah dan orang tua siswa yang merasa jika puteri dan puteranya semakin semangat belajar matematika.

Tentunya, hal tersebut membuat saya merasa termotivasi untuk lebih banyak menyebarkan metode tersebut ke siswa-siswa yang lain. Akan tetapi, saya menyadari jika ilmu yang saya dapatkan di jenjang strata 1 juga masih belum sempurna, dan saya ingin terus mengembangkan pengetahuan yang saya miliki dengan melanjutkan studi S2 di Universitas B dengan jurusan pendidikan matematika. Beasiswa unggulan yang saya dapatkan nantinya akan begitu membantu jalannya proses akademik saya di universitas tersebut.

Selama menjalani S2 nanti, saya juga ingin berkontribusi lebih luas kepada siswa-siswa di Indonesia dengan aktif mengikuti kegiatan sukarelawan dalam hal peningkatan pendidikan terutama dalam mengembangkan metode pengajaran matematika. Besar harapan, essay yang saya tulis ini dapat menjadi pertimbangan oleh Bapak/Ibu dan saya sangat berterima kasih apabila kelak nantinya saya benar-benar terpilih sebagai penerima beasiswa unggulan ini.

Nama saya Adelia Amanda, asal dari Malang dan lahir pada tanggal 21 April 2001. Sejak kecil hingga sekarang, saya tinggal di lingkungan para pembudidaya jeruk. Hampir seluruh masyarakat di desa B ini, mempunyai kebun yang dikelola sebagai lahan untuk budidaya jeruk. Hasil kebun kebanyakan dijual ke pasar atau ke pemasok saat panen tiba.

Namun, tidak sedikit juga banyak buah yang tidak berhasil terjual dan malah membusuk karena tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut. Dikarenakan salah satu kerabat saya juga mempunyai masalah tersebut, saya merasa tergerak untuk ikut memberikan solusi akan masalah tersebut. Salah satu solusi yang terpikirkan dalam hal ini adalah mengolah buah jeruk tersebut untuk dijadikan makanan maupun minuman yang baik untuk kesehatan.

Hanya saja, saat ini saya merasa jika kapasitas saya untuk melakukan inovasi tersebut sangat terbatas. Ilmu dan pengetahuan yang saya miliki mengenai pengolahan makanan yang bergizi masih sangat minim dan perlu untuk dikembangkan. Untuk itu, langkah yang saya pilih untuk masuk jurusan teknologi pangan ini menjadi salah satu upaya saya untuk mengusahakan pemanfaatan hasil budidaya jeruk di lingkungan desa tempat saya tinggal. Saya ingin tidak ada lagi hasil budidaya yang terbuang sia-sia karena kurangnya pemasok.

Disamping itu, dengan bantuan beasiswa unggulan, saya percaya jika dukungan dana akademik tersebut akan memberikan motivasi terbesar bagi saya untuk melaksanakan studi dengan sungguh-sungguh, serta berkontribusi lebih lanjut untuk kemasalahatan masyarakat di sekitar.

Sejalan dengan tujuan akademik saya, sebelumnya saya juga pernah mengikuti seleksi untuk inovasi bahan pangan di tingkat nasional dan berhasil keluar sebagai juara tiga. Dengan pengalaman yang saya miliki tersebut, kiranya bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk diterima sebagai satu dari sekian banyak penerima beasiswa unggulan. Tak lupa, saya mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas waktu Bapak/Ibu atas ketersediaan waktunya membaca essay saya dan akan menjadi sebuah kehormatan jika saya benar-benar terpilih sebagai penerima beasiswa unggulan.

Perkenalkan nama saya Ratna Septia, seorang lulusan psikologi Universitas XYZ. Saya lahir di Bandung, 11 Februari 1997 dan sampai saat ini masih tinggal di kota kelahiran saya tersebut, lebih tepatnya, di desa Z. Sebagai lulusan psikologi, mengamati masalah kesehatan mental di lingkungan sekitar nampaknya bukan hal yang baru bagi saya. Sebagaimana pengamatan dan beberapa fakta yang telah say abaca di beberapa jurnal ilmiah, masalah kesehatan mental di kalangan masyarakat pedesaan masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.

Hal tersebut tidak lepas dari pandangan masyarakat yang menganggap jika orang yang mengalami masalah kesehatan mental akan dianggap sebagai orang yang tidak normal atau dalam bahasa kasarnya gila. Pandangan tersebut bisa dikatakan cukup sulit untuk dihilangkan, mengingat masyarakat sendiri kurang mendapatkan edukasi akan masalah tersebut.

Sebagai bentuk kontribusi saya akan hal tersebut, pelan-pelan saya mencoba untuk mensosialisasikan kepada warga desa dengan cara persuasif bahwasanya kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan jasmani. Untungnya, langkah yang saya ambil tersebut disambut dengan baik oleh kepala desa dan beliau justru memfasilitasi saya untuk membuka klinik konsultasi untuk kesehatan mental warga desa Z.

Berbekal pengetahuan konseling yang saya dapatkan semasa menempuh pendidikan S1, saya mulai menerapkan ilmu tersebut untuk mengembangkan klinik tersebut. Akan tetapi, untuk menjadi konselor yang profesional, ilmu yang saya dapatkan di jenjang S1 tentu saja masih sangat kurang, dan perlu untuk melakukan studi lanjutan di tingkat magister.

Oleh karenanya, saya bertekad untuk kembali melanjutkan studi demi menjadi konselor profesional serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat yang lebih luas akan pentingnya kesehatan mental.

Beasiswa unggulan yang ditawarkan oleh Kemendikbud pun akan menjadi bantuan yang sangat besar bagi saya, terutama dalam hal pendanaan akademik saya selama studi magister saya berlangsung. Saya sangat berharap jika essay yang saya tulis ini mampu dipertimbangkan dan menjadi sebuah kehormatan jika pengajuan saya dapat diterima.

Baca juga: Cara Membuat Paper 

Pemahaman Akhir

Program beasiswa unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan suatu bentuk dukungan yang sangat berarti bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, dan S3. Salah satu syarat penting untuk menjadi calon penerima beasiswa adalah dengan menulis essay yang menggambarkan latar belakang diri, permasalahan yang dihadapi, prestasi, kontribusi kepada masyarakat, dan rencana studi ke depan.

Menulis essay beasiswa unggulan memerlukan kesungguhan, kreativitas, dan fokus pada rencana kontribusi yang berdampak positif bagi masyarakat. Essay harus ditulis dengan format yang sesuai, yaitu menggunakan kertas A4, font Times New Roman (TNR) 12, dan spasi 1,5.

Contoh-contoh essay di atas menggambarkan beragam latar belakang calon penerima beasiswa dan tujuan mereka dalam melanjutkan studi. Mereka memiliki visi yang kuat dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat di bidang yang mereka minati, seperti pendidikan matematika, teknologi pangan, dan kesehatan mental.

Dalam penulisan essay, calon penerima beasiswa harus mampu meyakinkan pihak penyeleksi bahwa mereka sungguh-sungguh ingin melanjutkan studi dan benar-benar memanfaatkan ilmu yang akan didapatkan untuk kemajuan dan kemaslahatan bangsa. Beasiswa unggulan menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk menggapai cita-cita dan mewujudkan impian mereka.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia yang berbakat dan berpotensi. Semoga calon penerima beasiswa unggulan dapat memberikan yang terbaik dalam penulisan essay serta berhasil meraih kesempatan belajar yang layak di perguruan tinggi yang diinginkan. Dengan adanya beasiswa unggulan, diharapkan generasi unggul Indonesia akan semakin berkembang dan menjadi kebanggaan bagi bangsa.

Nah , demikian essay untuk beasiswa unggulan beserta dengan sedikit penjelasan singkatnya. Selain mengamati contoh di atas, kamu juga perlu mempelajari mengenai struktur dan sistematika essay yang benar, dengan begitu cara membuat essay akan jadi lebih mudah. Semangat untuk para pejuang beasiswa, semoga berhasil!

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2021). Beasiswa Unggulan . Diakses pada tanggal 28 April 2021, dari beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Artikel Terbaru

Pertanyaan tentang Akhlak kepada Allah

Pertanyaan tentang Akhlak kepada Allah

Tips Ampuh Mengatasi Masalah Mouse yang Macet atau Tidak Berfungsi

Tips Ampuh Mengatasi Masalah Mouse yang Macet atau Tidak Berfungsi

Memahami Fungsi Chrono pada Jam Tangan: Ketika Waktu dan Gaya Bertemu

Memahami Fungsi Chrono pada Jam Tangan: Ketika Waktu dan Gaya Bertemu

Avatar photo

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan. View all posts by Wasila

Tulis Komentar Anda Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Deepublish Store

Menulis Essay LPDP, Begini Struktur dan Cara Agar Lolos

Ketika akan melamar beasiswa LPDP, seorang calon mahasiswa diharuskan menuliskan essay yang tujuannya untuk melengkapi berkas seleksi administrasi. Oleh sebab itu, menulis essay LPDP ini sifatnya wajib dan harus dilampirkan oleh calon mahasiswa. Tapi apa itu essay LPDP dan bagaimana tipsnya agar menulis essay LPDP dengan benar dan bisa membawamu ke gerbang LPDP?

Di bawah ini ada salah satu contoh essay milik Awardee LPDP lengkap dengan tips dan panduan menulis essay LPDP. Essay LPDP ini berjudul “Komitmen Kembali ke Indonesia, rencana pasca studi dan rencana kontribusi di Indonesia”. Essay tersebut terdiri dari 1.500 hingga 2.000 kata.

Untuk memperoleh banyaknya kata tersebut, Kamu bisa menulis di Ms. Word untuk mengetahui jumlah kata di dalam essay yang Kamu buat. Tapi sebelumnya, Kamu harus mengetahui bagan atau unsur-unsur yang terdapat di dalam essay LPDP.

1. Pembuka atau Intro

Bagian pembuka atau intro merupakan bagian awal yang harus tercantum di dalam essay. Di dalamnya terdapat beberapa unsur lagi yang harus dilengkapi. Berikut adalah beberapa unsur yang terdapat di bagian pembuka atau intro.

a. Deskripsi diri

Kamu bisa mendeskripsikan diri Kamu secara singkat, padat, dan jelas. Misalnya nama lengkap, asal universitas atau perguruan tinggi S1/S2, prestasi yang didapatkan selama masa studi, pekerjaan atau kegiatan yang sedang dilakukan saat ini, pengalaman yang relevan dengan tujuan beasiswa tersebut, dan juga asal daerah.

Affiliate Buku

Kamu juga bisa menceritakan keadaan Kamu yang sifatnya kondisional. Misalnya bagaimana latar belakang keluarga Anda, bagaimana kondisi ekonomi Anda, dan lain sebagainya jika Kamu termasuk ke dalam masyarakat prasejahtera yang membutuhkan beasiswa.

Bagi calon mahasiswa yang berasal dari afirmasi dan putra-putri Papua, juga bisa menyebutkan asal daerah di mana Kamu tinggal selama di Papua dan menceritakan latar belakang Anda. Kondisi kesehatan juga bisa dituliskan jika Kamu termasuk afirmasi disabilitas.

b. Kondisi diri

Setelah menjelaskan atau mendeskripsikan diri, selanjutnya Kamu bisa menjelaskan bagaimana kondisi dan latar belakang Anda. Terutama bagi yang mengalami kesulitan dan juga keterbatasan akan berbagai hal, misalnya ekonomi, fisik, kondisi sosial, dan lain sebagainya.

Sebagai tipsnya, Kamu diimbau untuk tidak menyebutkan keadaan yang dialami saja, akan tetapi juga menceritakan bagaimana cara Kamu bisa bertahan atau survive dan juga tetap semangat dalam menjalani keadaan di tengah keterbatasan dan keadaan tersebut. 

Misalnya Kamu hidup di dalam akses terbatas dan kondisi ekonomi yang kekurangan. Kamu jangan hanya menyebutkan kondisi Kamu saja, tetapi jelaskan bagaimana cara Kamu dapat tetap berkuliah dan semangat belajar di tengah kondisi yang Kamu alami tersebut.

Setelah bagian pembukaan, masuk ke bagian isi. Bagian isi ini biasanya memuat mengenai bagaimana Kamu ingin menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada, tentu saja yang relevan dengan tujuan pendidikan Anda. Berikut adalah aspek-aspek yang tercantum di dalam bagian isi essay LPDP.

a. Permasalahan

Kamu harus menuliskan apa permasalahan yang terjadi di Indonesia, menurut sudut pandang di bidang ilmu yang akan Kamu tuju. Tentu saja penulisan ini harus disesuaikan dengan rumpun prioritas LPDP. 

Reseller Buku

Misalnya Kamu berasal dari latar belakang pendidikan bisnis, Kamu bisa menceritakan bagaimana permasalahan bisnis yang terjadi di Indonesia dan bagaimana tanggapan menurut sudut pandang Anda mengenai permasalahan tersebut.

Setelah menjelaskan dan menyebutkan permasalahan yang terjadi tadi, Kamu kemudian diminta untuk menuliskan apa dan bagaimana solusi yang harus dilakukan ketika Kamu dihadapkan dengan permasalahan tersebut.

Artinya, di sini Kamu harus menulis penyelesaian yang harus Kamu rampungkan untuk mengatasi masalah yang ditemui.

Lengkapi penulisan tersebut dengan data dan juga fakta yang sudah Kamu kumpulkan. Kemudian, Kamu bisa menjelaskan bagaimana solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah berdasarkan data dan fakta tersebut.

c. Alasan Lanjut Studi

Selanjutnya, Kamu bisa menuliskan alasan yang membuat Kamu ingin melanjutkan studi baik itu S2 maupun S3. Jelaskan apa kepentingan atau urgensinya. Mengapa Kamu harus melanjutkan studi langi dan untuk kepentingan apa Kamu melanjutkan studi dengan bidang studi tersebut.

Misalnya jika Kamu hanya lulusan S1, Kamu bisa menyebutkan bahwa dengan lulusan tersebut, permasalahan yang Kamu beberkan tadi belum mampu terselesaikan dan lain sebagainya sehingga harus menempuh pendidikan S2 dan S3 yang ingin dituju. Tak hanya itu, Kamu juga harus mampu menjelaskan alasan memilih program studi yang ingin dituju.

Kamu bisa menjelaskan apakah dengan mengambil program studi tersebut, Kamu bisa menyelesaikan masalah yang sudah dideskripsikan sebelumnya. Begitu juga dengan alasan mengapa Kamu memilih universitas tersebut dan alasannya mengapa memilih universitas di dalam negeri atau di luar negeri.

Kemudian, jelaskan mengapa Kamu memilih beasiswa LPDP sebagai jalur Anda, mengingat di Indonesia sangat banyak beasiswa yang bisa dipilih. Dan terakhir, Kamu bisa menceritakan kira-kira kegiatan apa saja yang akan Kamu lakukan selama menempuh studi S2 atau S3 tersebut.

Promo Buku

d. Mimpi tentang Indonesia

Setelah menceritakan berbagai hal di atas, Kamu bisa menceritakan bagaimana mimpi Kamu mengenai Indonesia di masa depan menurut sudut pandang berdasarkan bagaimana peluang yang bisa didapatkan dan bagaimana tantangan yang Kamu hadapi. Setelah itu, jelaskan bagaimana Kamu dapat mewujudkan mimpi tersebut.

e. Rencana Kontribusi

Tuliskan juga bagaimana rencana kontribusi Anda, baik kontribusi yang sudah Kamu lakukan sejauh ini, kontribusi yang sedang Kamu lakukan, dan apa kontribusi yang akan Kamu lakukan kedepannya.

Jangan lupa juga jelaskan kegiatan atau peran apa yang sudah atau akan Kamu ambil, terlebih nanti ketika sudah lulus S2 atau S3 dan bagaimana implementasinya kepada masyarakat.

Di bagian penutup ini, Kamu diimbau menuliskan kalimat penutup yang memiliki impact bagi pembaca. Artinya Kamu harus memberi pengaruh kepada pembaca bahwa beasiswa pendidikan yang akan Kamu raih tersebut bermanfaat dan lain sebagainya.

Dalam contoh judul essay “Komitmen Kembali ke Indonesia, rencana pasca studi dan rencana kontribusi di Indonesia” ini, ada beberapa kalimat penutup yang bisa Kamu sampaikan.

  • Meyakinkan pihak LPDP bahwa Kamu memiliki tekad untuk mengabdi ke Indonesia, apapun perannya, disertai dengan rencana karir dan juga peran yang akan dicapai setelah menempuh studi.
  • Menceritakan peran atau profesi dan juga kegiatan atau inovasi yang akan Kamu lakukan untuk membangun Indonesia Emas 2045.
  • Menceritakan kelebihan yang Kamu miliki dan ceritakan alasannya mengapa LPDP harus memilih Kamu sebagai “ Next Awardee LPDP ”.

Baca Juga: Contoh Essay Beasiswa Unggulan dan Penjelasan

Dengan demikian, pihak LPDP akan tertarik ketika membaca essay Kamu dan Kamua memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat diterima ketika melamar beasiswa LPDP yang ingin Kamu tuju. Saat menulis essay LPDP, pastikan itu sesuai dengan rangkaian rencana hidupnya supaya saat wawancara bisa mudah membaca.

Artikel terkait dengan LPDP

  • Pahami Seleksi Bakat Skolastik LPDP dan Tips agar bisa Lolos
  • Personal Statement LPDP dan Cara Menulisnya [Special Tips]
  • Motivation Letter Beasiswa: Pengertian, Struktur dan Contoh
  • Surat Rekomendasi Beasiswa, Trik Spesial
  • Study Plan Beasiswa yang Baik dan Contoh

Jangan lupa juga persiapkan berbagai persiapan lain meliputi berkas, kesiapan belajar, tekad, dan lain sebagainya untuk mendukung Kamu diterima sebagai Awardee LPDP.

FAQ Essay LPDP

Jumlah kata untuk menulis essay LPDP adalah 1500 sampai 2000 kata.

Silakan ditulis sesuai aturan, yaitu minimal 1500 kata dan maksimal 2000 kata. Buatlah essay yang cukup jelas, kronologis dan terarah.

Tinggalkan komentar Batalkan balasan

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

dunia dosen

Home » 3 Contoh Study Plan untuk Beasiswa LPDP

3 Contoh Study Plan untuk Beasiswa LPDP

  • December 19, 2023
  • No Comments
  • 1,786 views

contoh study plan untuk beasiswa lpdp

Mau membuat study plan karena jadi persyaratan beasiswa? Ikuti contoh study plan untuk beasiswa LPDP berikut. Tak hanya itu, jangan lakukan kesalahan yang biasa ditemukan di study plan dan ikuti tips-tipsnya, ya.

Apa Itu Study Plan?

Supaya lebih paham bagaimana mempelajari contoh study plan untuk beasiswa, maka penting untuk memahami definisinya dulu. Apa itu study plan? Study plan adalah suatu dokumen yang dibutuhkan saat mendaftar program beasiswa luar negeri. 

Sesuai dengan namanya, study plan berisi mengenai rencana pendidikan yang ingin ditempuh dan didanai oleh program beasiswa yang diinginkan. Dokumen ini akan menjelaskan tujuan pendidikan dan diikuti rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Secara umum, dokumen study plan menjadi syarat administrasi untuk pendaftaran beasiswa di luar negeri. Namun, tidak semua program beasiswa mensyaratkan dokumen ini. Adapun salah satu program yang mensyaratkannya adalah beasiswa LPDP. 

Dokumen ini digunakan oleh pihak penyelenggara beasiswa untuk menilai kesesuaian tujuan pendidikan pendaftar dengan visi dan misi program. Selain itu, study plan dapat digunakan untuk mengetahui persiapan pendaftar sudah sejauh mana untuk menempuh studi yang dibiayai pihak mereka. 

Isi Study Plan

Secara sederhana, bentuk dari sejumlah contoh study plan untuk beasiswa adalah esai. Lalu, apa saja isi di dalamnya? Dikutip dari laman Schoters, ada lima poin penting yang perlu dicantumkan di dokumen study plan, yaitu: 

1. Alasan Memilih Melanjutkan Pendidikan 

Isi pertama di dalam dokumen study plan adalah alasan untuk melanjutkan pendidikan atau studi. Seseorang tentu memiliki alasan kenapa melanjutkan pendidikan. 

Apa karena ingin memperdalam ilmu, keterampilan, meraih cita-cita, atau yang lainnya? Hal ini yang perlu dijelaskan di dalam dokumen study plan agar penyelenggara beasiswa paham alasan pendaftar ikut dalam program tersebut. 

2. Isu atau Masalah yang Ingin Diselesaikan 

Isi kedua adalah isu atau masalah yang ingin diselesaikan selama menempuh studi. Seseorang tentu memiliki alasan untuk lanjut studi dan beberapa karena ingin mencari solusi atas suatu persoalan. Maka hal ini perlu dicantumkan di study plan. 

3. Alasan Memilih Suatu Perguruan Tinggi 

Isi ketiga adalah alasan memilih suatu perguruan tinggi. Pada saat mendaftar ke program beasiswa, Anda tentu akan memilih perguruan tinggi tujuan. Maka perlu menjelaskan alasan memilih perguruan tinggi tersebut. 

4. Alasan Memilih Suatu Negara untuk Studi 

Dokumen study plan biasanya menjadi syarat saat mendaftar beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Maka akan ada negara yang dipilih sebagai tujuan mengenyam pendidikan tersebut. Jelaskan alasan kenapa memilih negara tersebut. 

5. Rencana di Masa Depan 

Isi terakhir di dokumen study plan adalah rencana di masa depan. Misalnya Anda ingin menekuni profesi apa, alasannya apa, dan sebagainya. Jika ingin menyelesaikan suatu masalah atau isu, maka bisa dicantumkan. 

LPDP memiliki aturan pengabdian 2n+1. Lalu, bagaimana kalau alumni tidak mau kembali mengabdi? Baca Mahasiswa LPDP Tidak Mau Pulang, Apa Sanksinya? .

Kesalahan yang Sering Ditemukan di Study Plan

Mempelajari contoh study plan untuk beasiswa sangatlah penting, sebab masih banyak yang melakukan kesalahan saat menyusunnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang umum di study plan beasiswa: 

1. Memilih Perguruan Tinggi Berdasarkan Rangking 

Kesalahan pertama yang sering terjadi saat menyusun study plan adalah memilih perguruan tinggi berdasarkan rangking. Hal ini menunjukan pendaftar beasiswa masih melakukan riset ala kadarnya dan tidak mendalam. 

Padahal, riset mendalam dibutuhkan agar bisa memilih jurusan maupun perguruan tinggi yang benar-benar sesuai rencana studi. Maka pilih perguruan tinggi berdasarkan reputasi, akreditas, kurikulum, dll yang lebih detail. 

2. Alasan Memilih Jurusan dan Perguruan Tinggi Tidak Jelas 

Jurusan dan perguruan tinggi yang dipilih perlu dijelaskan alasan yang mendasarinya dengan jelas. Pastikan sudah memperhatikan banyak aspek sebelum menjatuhkan pilihan pada satu jurusan di suatu perguruan tinggi. Sehingga tidak asal pilih dan aji mumpung. 

3. Masih Banyak Kesalahan Ketik atau Typo 

Kesalahan berikutnya yang masih cukup sering terjadi adalah kesalahan ketik atau typo. Jadi, penting sekali untuk membaca ulasan dokumen study plan yang sudah disusun. Supaya bisa mengetahui ada typo atau tidak, jika ada maka bisa segera diperbaiki. 

Tak hanya study plan, pelajari juga pembuatan berkas lain secara lengkap:

  • Contoh Essay LPDP, Perhatikan Ketentuannya Agar Tidak Keliru
  • Contoh Surat Rekomendasi Tokoh Masyarakat dan Tipsnya

Contoh Study Plan untuk Beasiswa LPDP

Supaya lebih membantu dalam menyusun dokumen study plan dengan baik dan benar sehingga memperbesar peluang lolos seleksi beasiswa. Maka berikut beberapa contoh study plan untuk beasiswa LPDP yang bisa dipelajari: 

1. Contoh Study Plan 1

As an undergraduate student in Environmental Science, I developed a deep interest in the impact of climate change on the environment. My passion for the subject led me to pursue a Master’s degree in Environmental Science, with a focus on climate change adaptation and mitigation. 

My study plan will focus on courses that will equip me with the necessary skills and knowledge to address the issue of climate change in a meaningful way. I plan to take courses such as Climate Change Science, Environmental Law, Renewable Energy Systems, and Environmental Policy. 

These courses will help me understand the science behind climate change, the legal framework that governs environmental policy, and the various technologies that can be used to mitigate climate change. 

In addition to these courses, I will also take courses in Geographic Information Systems (GIS), which will help me analyze and interpret data related to climate change. To supplement my coursework, I plan to participate in research projects related to climate change. 

I aim to work with professors who are conducting research in this area and gain practical experience in the field. I also plan to attend conferences and workshops on climate change, where I can network with professionals and learn about the latest developments in the field.

2. Contoh Study Plan 2

After working for several years in the finance industry, I have decided to pursue a Master’s degree in Business Administration (MBA). My study plan will focus on courses that will equip me with the necessary skills and knowledge to succeed in the business world.

I plan to take courses such as Financial Accounting, Managerial Accounting, Corporate Finance, Marketing Management, and Operations Management. These courses will help me develop a strong understanding of the fundamentals of business, including accounting, finance, marketing, and operations management. 

In addition to these courses, I will also take courses in Leadership and Organizational Behavior, which will help me develop the soft skills necessary to lead and manage teams effectively.

To supplement my coursework, I plan to participate in internships with companies in the finance and business sectors. These internships will provide me with practical experience in the field and help me develop a network of professionals. 

I also plan to attend conferences and workshops related to business and finance, where I can learn about the latest developments in the industry and network with professionals.

3. Contoh Study Plan 3

Rencana Studi

Calon Penerima Beasiswa Master

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Rencana Studi – Ridwan Aji Budi Prasetyo

  • Latar Belakang dan Motivasi

Salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah di bidang transportasi. Tidak hanya dituntut untuk membuat sistem transportasi terintegrasi yang mumpuni dan modern untuk memudahkan mobilisasi penduduknya, Indonesia juga perlu memikirkan aspek keselamatan dari sistem transportasinya, baik yang existing maupun yang akan dibuat. 

Statistik yang dirilis oleh BPS pada tahun 2012 menyebutkan bahwa terdapat lebih 85 juta kendaraan di Indonesia. Statistik tersebut diikuti oleh data dari Direktorat Lalu Lintas Polri bahwa setiap tahunnya terjadi 30.000 kasus kecelakaan. 

Masalah ini bukanlah hal yang mudah untuk diatasi. Terdapat beberapa faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan transportasi, seperti kurangnya kepatuhan pengguna kendaraan, belum adanya kebijakan yang terintegrasi, lemahnya penegakan hukum, buruknya infrastruktur transportasi, masalah SDM, dan sebagainya. 

Sejauh yang saya amati, kebijakan ataupun program yang dikeluarkan sebagai solusi atas permasalahan keselamatan transportasi lebih banyak berfokus pada aspek teknis. Pertimbangan faktor manusia (human factors atau disebut juga ergonomi) masih belum menjadi prioritas. 

Hal ini merupakan sesuatu yang bisa dimaklumi, karena praktisi dan akademisi di bidang human factors masih terbilang sedikit. Hal ini membuat otoritas terkait kurang mendapatkan masukan dari praktisi maupun akademisi human factors sebelum mengeluarkan suatu kebijakan atau program yang berkaitan dengan keselamatan transportasi.

  • Program Studi

Program studi yang saya ajukan adalah Master of Science (M.Sc.) in Transport Planning. Adapun rincian mengenai program studi tersebut adalah sebagai berikut:

rencana program studi di study plan

  • Waktu Pelaksanaan Studi

Waktu pelaksanaan studi direncanakan selama 12 bulan, dimulai pada akhir bulan September 2013 dan selesai pada akhir Agustus 2014. Adapun timeline rencana pelaksanaan studi adalah sebagai berikut:

waktu pelaksanaan studi

  • Mata Kuliah 

Untuk menyelesaikan program Master of Science in Transport Planning, dipersyaratkan menempuh 180 kredit yang terbagi dalam 6 modul wajib (termasuk tesis) dan 3 modul pilihan. Rincian mengenai rencana mata kuliah yang akan diambil adalah sebagai berikut: 

rencana mata kuliah di study plan

  • Rencana Anggaran Biaya

Selanjutnya akan disampaikan rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan studi pada program Master of Science in Transport Planning di Institute for Transport Studies (ITS), University of Leeds. 

Rencana anggaran biaya yang diajukan merupakan perkiraan umum mengenai biaya studi (termasuk biaya pra dan pasca studi) dan biaya hidup selama satu tahun sebagai mahasiswa pasca sarjana dengan status tinggal sendiri/single (tidak membawa keluarga). Rincian mengenai rencana anggaran biaya studi adalah sebagai berikut:

rencana anggaran studi di study plan

  • Rencana Pasca Studi 

Setelah menyelesaikan studi, diharapkan ilmu yang telah dipelajari di program studi Master of Science in Transport Planning dapat diaplikasikan dan menjadi suatu bentuk kontribusi positif bagi pengembangan transportasi di Indonesia, khususnya di bidang keselamatan transportasi ditinjau dari sisi faktor-faktor manusia (human factors in transport safety). 

Adapun cita-cita dan harapan pribadi setelah menyelesaikan studi ini adalah sebagai berikut:

  • Mampu melakukan analisis dan kajian dalam bidang human factors in transport safety sehingga dapat menawarkan solusi yang tepat atas permasalahan-permasalahan terkait;
  • Mampu melakukan penelitian secara mandiri di bidang human factors in transport safety dan memberikan kontribusi bagi pengembangan disiplin ilmu tersebut;
  • Mampu menerjemahkan hasil penelitian menjadi usulan kebijakan maupun program yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan; 
  • Mampu mentransfer ilmu yang telah dipelajari kepada orang lain; 
  • Mampu menjembatani dan mensinergikan dunia akademik/teoritis dengan dunia industri/praktis terutama di bidang human factors in transport safety.

Adapun langkah-langkah yang direncanakan dalam rangka mencapai cita-cita dan harapan tersebut adalah sebagai berikut: 

  • Bergabung dengan pusat studi transportasi sebagai peneliti muda di universitas yang telah memiliki pusat studi tersebut, seperti UGM (yang memiliki Pusat Studi Transportasi dan Logistik) atau UI (yang memiliki Pusat Studi Transportasi dan direncanakan akan membuat Pusat Studi Perkeretaapian); 
  • Menjadi faculty member (dosen dan peneliti) di fakultas yang memungkinkan untuk melakukan atau mempelopori penelitian dan kajian di bidang human factors, khususnya di bidang keselamatan transportasi, seperti fakultas psikologi dan fakultas kesehatan masyarakat; 
  • Terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang terkait dengan transportasi melalui lembaga-lembaga atau NGO transportasi. 

Jangan lewatkan artikel seputar ‘TOEFL LPDP’ berikut:

  • 7 Lembaga TOEFL yang Diakui LPDP Untuk Studi Pascasarjana
  • Syarat TOEFL LPDP, Jangan Asal Ikut Tes!

Tips Membuat Study Plan

Setelah memperhatikan beberapa contoh study plan untuk beasiswa yang dicantumkan di atas. Maka kini wajib paham juga bagaimana membuat dokumen study plan yang baik agar kesempatan lolos program beasiswa semakin besar. 

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk membuat study plan dalam program beasiswa: 

1. Jelaskan Tujuan Utama Melanjutkan Pendidikan 

Tips yang pertama adalah memiliki tujuan yang jelas untuk melanjutkan pendidikan dan dicantumkan di study plan. Tujuan ini usahakan berhubungan dengan suatu masalah yang ingin dipecahkan dengan mengenyam pendidikan lebih tinggi. 

2. Menjelaskan Alasan Memilih Suatu Perguruan Tinggi 

Jurusan dan perguruan tinggi yang dipilih wajib memiliki alasan yang jelas. Usahakan menentukan pilihan dengan melihat reputasi dan kualitas pendidikan suatu perguruan tinggi. Serta kesesuaian dengan minat dan tujuan di akhir studi. 

3. Melakukan Riset Sebelum Menyusun Study Plan 

Usahakan untuk melakukan riset dulu sebelum mulai menyusun study plan. Tujuannya agar tahu betul jurusan dan perguruan tinggi yang dipilih memang menjadi pilihan terbaik sesuai dengan tujuan studi yang dimiliki. 

Jadi, bukan karena sekedar rangking atau sekedar ingin satu negara dengan artis yang disukai. Hindari alasan yang cenderung “dangkal” dan hanya mementingkan diri sendiri. Melainkan alasan logis yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas. 

4. Menjelaskan Manfaat Studi yang Ditempuh

Tips yang keempat adalah menjelaskan manfaat studi yang ditempuh. Terutama dalam membantu mengatasi isu atau permasalahan yang melatarbelakangi keinginan untuk kuliah lagi. 

5. Membuat Study Plan yang Realistis 

Tips yang terakhir adalah selalu mengedepankan realitas. Artinya, isi dari study plan yang disusun sebaiknya realistis. Misalnya, ketika menjelaskan tujuan melanjutkan pendidikan tinggi maka pastikan tujuan ini sesuai kondisi sekarang dan bisa diraih. 

Hindari terlalu perfeksionis dan mengedepankan logika. Sebab isi dari study plan ini tentu saja akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Oleh sebab itu, isinya harus bisa dibuktikan atau diwujudkan. 

  • Pahami Cara Mendapatkan LOA Dalam Negeri Sebelum Mendaftar Beasiswa
  • Inilah 10 Beasiswa Selain LPDP untuk Bisa Kuliah Keluar Negeri Gratis

Itulah beberapa tips dan contoh study plan untuk beasiswa yang tentu tepat untuk dipelajari sebelum mendaftar. Apakah Anda mengalami kesulitan saat membuatnya? Tulis di kolom komentar, ya.

Jangan lupa bagikan artikel ini dengan cara klik tombol Share dan kirim ke grup WhatsApp komunitas dan rekan Anda sesama pejuang pencari beasiswa. Semoga bermanfaat!

contoh essay proposal studi

Leave a Comment Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

RELATED POST

kalau mau jadi dosen

Ini 7 Hal yang Harus Kamu Siapkan Kalau Mau Jadi Dosen

beasiswa s3 singapura

6 Program Beasiswa S3 Singapura, Banyak yang Fully Funded

pencatutan nama

Pencatutan Nama dan Sanksi yang Dihadapi Pelakunya

pencatutan nama dosen

Isu Pencatutan Nama Dosen Malaysia dalam Publikasi Dekan Unas

[UPDATE] Info Pelatihan Pekerti-AA 2023

[UPDATE April-Mei 2024] Daftar Pelatihan Pekerti-AA

alasan mengikuti beasiswa

Alasan Mengikuti Beasiswa yang Tepat, Ini Contoh Jawabannya

surat pernyataan tidak menerima beasiswa

Format dan Contoh Surat Pernyataan Tidak Menerima Beasiswa Lain

DOWNLOAD EBOOK GRATIS ⚠️Hanya Bisa Didownload Selama Ramadan

contoh essay proposal studi

Baca Juga Artikel Lainnya

beasiswa s3 singapura

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Get Started

  • Daftar Kontributor
  • S&K Kontributor
  • Menerbitkan Buku

Hubungi kami

  • Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email :  [email protected]

Telpon : 081362311132

Dunia Dosen

Dunia Dosen

Dunia Dosen adalah portal informasi seputar dosen yang telah hadir sejak tahun 2016. Dunia Dosen memiliki visi untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, serta produktivitas rekan-rekan dosen dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk negeri.

  • Tim Redaksi

Hubungi Kami

  • [email protected]
  • 081362311132

2024 © All Reserved – Dunia Dosen

  • JELAJAH Tentang Kami Dasbor Komunitas Artikel Manapun Kategori
  • Telusuri kategori
  • Tentang wikiHow
  • Masuk/Daftar
  • Daftar kategori
  • Pendidikan dan Komunikasi

Cara Menulis Rencana Studi untuk Beasiswa

Artikel ini disusun bersama Alexander Ruiz, M.Ed. . Alexander Ruiz adalah Konsultan Pendidikan dan Direktur Pendidikan Link Educational Institute, jasa bimbingan belajar di Claremont, California yang memberikan rencana pendidikan, bimbingan mata pelajaran, dan pendampingan persiapan ujian, serta konsultasi persiapan masuk perguruan tinggi sesuai kebutuhan klien. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun berkecimpung di industri pendidikan, Alexander membina para siswa untuk meningkatkan kesadaran diri dan kecerdasan emosional selain menguasai keahlian dan mencapai tujuan mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Dia memiliki gelar BA dalam Psikologi dari Florida International University dan gelar MA dalam Pendidikan dari Georgia Southern University. Artikel ini telah dilihat 16.509 kali.

Jika diminta menulis rencana studi untuk beasiswa, Anda mungkin tidak tahu harus memulai dari mana. Pada dasarnya, sebuah rencana studi menjelaskan program studi yang akan Anda pelajari dan alasan memilihnya. Salah satu komite beasiswa umum yang meminta rencana studi adalah China Scholarship Council (CSC). Mulailah dengan menetapkan tujuan utama pendidikan, kemudian jelaskan cara meraih tujuan-tujuan tersebut. Setelah itu, akhiri rencana studi dan sisihkan waktu untuk memperbaiki tulisan tersebut.

Menetapkan Tujuan dan Minat

Step 1 Jelaskan tujuan utama pendidikan.

  • Misalnya, tujuan utama belajar di Cina mungkin adalah meraih gelar sarjana di bidang bisnis dan belajar bahasa Cina yang sudah menjadi bahasa global. Anda bisa menulis, "Dua tujuan utama pendidikan saya adalah untuk meraih gelar sarjana bisnis dan belajar bahasa Cina. Saya merasa perlu mempelajarinya karena ini sudah menjadi bahasa global."

Step 2 Jelaskan alasan memilih sekolah atau program tertentu.

  • Personalisasi jawaban. Adakah hal yang menginspirasi Anda untuk mempelajari bisnis? Apa itu? Diskusikan alasan sekolah yang dipilih paling sesuai untuk mempelajari bisnis.
  • Misalnya, tuliskan, "Saya lahir di Amerika Serikat, tetapi kakek dan nenek saya berdarah Cina. Saya memilih program bisnis karena saya ingin terhubung dengan warisan budaya saya, meningkatkan kemampuan bahasa Cina, dan akhirnya, membantu terwujudnya relasi yang lebih baik di antara Cina dan Amerika Serikat dengan meningkatkan hubungan perdagangan."

Step 3 Diskusikan riset di masa depan jika Anda seorang mahasiswa pascasarjana.

  • Misalnya, tuliskan, "Sebagai calon Ph.D, saya berencana melakukan riset tentang bagaimana tradisi dan ritual kuno memengaruhi budaya kontemporer Cina, yang akan meliputi ulasan literatur dan wawancara ekstensif dengan para sejarawan dan pengambilan sampel kecil dari populasi Cina."

Step 4 Persempit riset untuk menunjukkan keseriusan.

  • Menggambar model konseptual bisa membantu. Mulailah dengan anteseden (penyebab) dan mediator (proses pengubah anteseden). Kemudian, akhiri dengan menjelaskan hasil. Gambar garis di antara keduanya untuk membantu melihat variabel-variabel mana saja yang lebih terpusat pada masalah.
  • Pertimbangkan untuk meminta teman atau profesor melihat proposal riset. Mereka mungkin bisa membantu Anda mempersempit riset.

Step 5 Ceritakan bagaimana studi tersebut akan bermanfaat bagi tujuan jangka panjang Anda.

  • Misalnya, Anda bisa menuliskan, "Salah satu tujuan jangka panjang saya adalah membuka bisnis impor dari Cina ke Amerika Serikat, dan mempelajari bisnis di Cina penting untuk menyukseskan upaya saya."

Mendiskusikan Implementasi Tujuan

Step 1 Tetapkan rencana meraih tiap tujuan.

  • Misalnya, jika berencana melakukan Ph.D yang melibatkan responden riset, diskusikan cara menemukan orang-orang tersebut untuk studi tersebut. Anda bisa menuliskan, "Saya berencana membuat iklan untuk mendapatkan peserta diskusi kelompok terarah, sekaligus menghubungi sejarawan via telepon dan surel untuk wawancara."

Step 2 Ceritakan cara mengatasi hambatan.

  • Misalnya, tuliskan, "Saya mengantisipasi keterbatasan bahasa akan menjadi masalah di awal. Namun, saya berencana bekerja keras lebih awal untuk mempelajari bahasa tersebut dan saat ini saya telah mengikuti kelas intensif."

Step 3 Tetapkan metodologi yang akan digunakan.

  • Untuk membantu memilih, lakukan ulasan literatur secara menyeluruh. Perhatikan riset yang sudah dilakukan di area yang ingin dipelajari. Catat metode utama yang dipakai dalam riset tersebut, beserta pro dan kontranya. Pilihlah metode yang berpotensi paling berhasil untuk riset Anda. [7] X Sumber Tepercaya American Psychological Association Kunjungi sumber

Step 4 Buat strategi pengambilan sampel jika ingin melibatkan sampel.

  • Misalnya, menggunakan pengambilan sampel acak sederhana atau sistematis saat keseluruhan populasi mirip berdasarkan variabel-variabel riset. Di sisi lain, pengambilan sampel acak berdasarkan lapisan (stratified random sample) sering kali dipakai saat responden-responden yang terlibat sangat berbeda menurut variabel riset.

Mengakhiri dan Memperbaiki Tulisan

Step 1 Tutup rencana studi dengan ringkasan pendek.

  • Misalnya, tuliskan, "Terima kasih telah mempertimbangkan saya untuk beasiswa ini. Jika terpilih, saya bisa sepenuhnya berfokus pada studi saya. Saya akan bekerja keras untuk mengimplementasikan tujuan saya belajar Bahasa Cina dan mendapatkan gelar bisnis di universitas Cina, dan kepercayaan Anda kepada saya tidak akan sia-sia."

Step 2 Tulis dengan lugas dan hilangkan jargon.

  • Ini bukan berarti menulis ibarat berbicara kepada seorang anak kecil. Namun, tulislah agar orang lain di luar area Anda bisa dengan mudah memahami rencana tersebut.

Step 3 Tuliskan sedetail mungkin.

  • Ruang untuk menuliskan rencana studi di aplikasi CSC hanya beberapa baris. Namun, Anda bisa menambahkan kertas tambahan jika dibutuhkan.

Step 4 Setelah diperiksa sendiri, temukan orang yang bisa mengoreksi rencana studi tersebut.

wikiHow Terkait

Membaca Jam

  • ↑ http://cscuk.dfid.gov.uk/apply/feedback/
  • ↑ http://www.apa.org/gradpsych/2005/03/methods.aspx
  • ↑ http://www.global.tsukuba.ac.jp/sites/default/files/study_guide.pdf
  • ↑ http://www.natco1.org/research/files/SamplingStrategies.pdf

Tentang wikiHow ini

Alexander Ruiz, M.Ed.

Apakah artikel ini membantu Anda?

Artikel terkait.

Membaca Jam

Artikel Cara Istimewa

Apa Bahasa Cinta Kamu? - Test

Artikel Cara yang Paling Dicari

Cara Terbaik untuk  Memeriksa Kondisi SSD

  • Hubungi Kami
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Do Not Sell or Share My Info
  • Not Selling Info

Scholars Official

Designing future

Panduan Menulis Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan

contoh essay proposal studi

Menulis Proposal Rencana Study Beasiswa Unggulan

Pasti kamu sudah paham kalau pihak pemberi beasiswa mencari pejuang beasiswa yang benar-benar serius dengan studi yang mau diambil. Pemberi Beasiswa tentu tidak mau memberikan beasiswa kepada seseorang yang tidak tahu mau apa dan bagaimana ketika ia berada di bangku perkuliahan. Dan tentu saja, Beasiswa unggulan tidak mau memberikan beasiswa kepada seseorang yang berpotensi tidak selesai tepat waktu, terlebih lagi tidak lulus kuliah. Oleh karena itu, penting sekali peran Proposal Rencana Studi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan calon mahasiswa untuk studi di universitas.

Baca juga: Q&A beasiswa LPDP inggris

Tentu saja, hal pertama yang menjadi tanda tanya adalah bagaiamana bentuk atau format penulisan proposal rencana studi yang baik menurut Beasiswa Unggulan. Sebenarnya, dari Beasiswa Unggulan tidak mensyaratkan format khusu yang rigid. Artinya kamu bisa bebas dalam membuat proposal rencana studi kamu. Namun demikian, pengalaman beberapa teman yang sudah mendapatkan beasiswa, mereka membuat Proposal Rencana Studi dengan mengikuti format penulisan essay beasiswa unggulan yaitu ditulis sebanyak 3-5 halaman, kertas A4, Times New Roman, font 12, spasi 1.5.

Baca juga: Panduan Menulis Rencana Studi Beasiswa LPDP

Setelah memahami format, tentu saja pertanyaan selanjutnya adalah mau diisi apa. Untuk menjawab hal tersebut, scholarsofficial.com memyediakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya dapat dijadiakn konten dari Proposal Rencana Studi besiswa Unggulan.

Dari Ketentuan “Proposal Rencana Study” maka kita bisa menafsirkan bahwa yang perlu ditulis:

  • Mengapa kamu memilih jurusan kalian saat ini?
  • Apa latar belakang dan motivasi kamu memilih kampus dan jurusan tersebut?
  • Apa potensi yang bisa kamu ambil dari jurusan tersebut?
  • Latar belakang Program studi meliputi akreditasi dan sekilas tentang universitas yang kamu pilih.
  • Kapang Rencana atau waktu pelaksanaan studi S2 kamu? Buat dalam bentuk bar chart/table.
  • Mata kuliah dan jumlah SKS yang akan kamu ambil saat S2? Informasi ini bisa diperoleh dengan cara mengakses website resmi universitas tujuan. Atau bisa konsultasi dengan kakak tingkat yang mengambil jurusan tersebut.
  • Rencana anggaran biaya studi kalian. Usahakan valid karena hal ini akan mempengaruhi pembiayaan yang discover oleh beasiswa unggulan.
  • Rencana pasca studi S2, lanjut kuliah atau berkontribusi?
  • Kegiatan kalian selain kuliah? Aktivitas social / pengabdian?
  • Apa yang ingin kalian capai 5 tahun kedepan?
  • Apa yang kalian harapkan dari Beasiswa Unggulan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi guide line untuk menulis Propsal Rencana Studi Beasiswa Unggulan. Jika masih ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar, atau kirim pertanyaan ke [email protected]

Baca juga: Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk S1, S2, S3 Overview Beasiswa AAS Langkah Awal Meraih Beasiswa

Share this:

Related posts:.

contoh essay proposal studi

Beasiswa Program Persiapan Studi Lanjut – PPSL untuk Pelajar dan Mahasiswa

contoh essay proposal studi

Beasiswa Unggulan Penyandang Disabilitas untuk Kuliah S2 dan S3 Dalam Negeri

contoh essay proposal studi

Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbudristek untuk Kuliah S2 dan S3 di Dalam dan Luar Negeri

15 thoughts on “ Panduan Menulis Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan ”

' src=

I loved your article.Thanks Again. Want more.

' src=

I value the post.Really looking forward to read more. Awesome.

' src=

Setelah selesai semua berkas nanti di kirim kemana dan atas nama siapa ? Terimakasih!

' src=

di aplikasi online beasiswa unggulan ya

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk S1, S2, S3 https://www.scholarsofficial.com/info-beasiswa/beasiswa-unggulan-masyarakat-berprestasi-untuk-s1-s2-s3/

' src=

Bapak/ibu saya disini mahasiswa baru, baru akan menginjak s1 apa proposal rencana study harus sampai s2? Karena saya baca dari penjelasan di atas banyak poin disebutkan rencana study S2. Terimakasih.

Salam Scholars Cukup saat S1 saja. Berikut tips yang mungkin kamu butuhkan https://www.scholarsofficial.com/persiapan-beasiswa/panduan-menulis-proposal-rencana-studi-beasiswa-unggulan/

' src=

bagaimana dengan proposal rencana studi bagi mahasiswa baru lulusan sma?

Format sama, hanya disesuaikan saja.

' src=

Boleh lebih dari 5 halaman gak mba…???

Biasanya sih 2 lembar ka.

' src=

Mau tanya kak, kalau sy baru nenginjak smstr 6 bisakah mendaftar?

maaf ka, gak bisa karena yang bisa mendaftar maksimal semester 2

Kk apakah proposal penulisannya disatukan dengan essay?

Proposal studi dipisah dengan rencana studi ka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

contoh essay proposal studi

Advertisement

Jadwal Beasiswa LPDP 2023 Tahap 2, Syarat, Cara Daftar dan Link Pendaftaran

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis 2023/2024, Cek Syaratnya!

Contoh Deskripsi Diri Mahasiswa untuk Beasiswa, Organisasi atau Melamar Kerja Singkat dan Menarik

PDF Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa Unggulan 2023, Link Download Gratis

8 Universitas yang Membuka Beasiswa Jalur Rapor 2024

3 Contoh Essay Beasiswa, Pendidikan dan Cara Membuatnya

Dalam dunia pendidikan, tentunya kamu tidak akan bisa lepas dengan yang namanya essay. Yuk, cek contoh hingga cara membuatnya di bawah ini.

3 Contoh Essay Beasiswa, Pendidikan dan Cara Membuatnya – Ketika kamu ingin mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa kuliah, tentunya kamu harus mengetahui terlebih dahulu cara membuat essay.

Pasalnya, kamu akan diminta untuk membuat essay ketika kamu mendaftarkan diri.

Contoh essay beasiswa yang satu ini diminta sebagai penilaian untuk melihat kepribadian kamu.

Untuk info lebih jelasnya seputar contoh essay beasiswa, pendidikan hingga cara membuat contoh essay beasiswa bisa kamu baca di bawah ini. 

  • Berikut Cara Membuat dan Contoh Essay Beasiswa Pendidikan

Daftar Isi [ hide ]

Apa itu Essay?

Apa tujuan dari essay, bagaimana ciri essay, bagaimana cara membuat essay, contoh essay beasiswa dan pendidikan, 1. contoh essay beasiswa unggul kemendikbud, 2. contoh essay beasiswa kse, 3. contoh essay beasiswa pendidikan .

Contoh Essay Beasiswa, Pendidikan dan Cara Membuatnya

Essay kerap dianggap sebagai sebuah lembar promosi. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa kamu harus menulis essay sebaik mungkin.

Tanpa essay yang baik, rasanya sulit untuk kamu bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya ketika mendaftar beasiswa kuliah ataupun pendidikan.

Oleh karenanya, kamu perlu memerhatikan artikel contoh essay beasiswa ini sampai tuntas.

Essay adalah karangan prosa yang isinya membahas suatu permasalahan secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Bersifat informal dan formal, essay merupakan salah satu jenis karya tulis yang berisikan kombinasi antara fakta dan opini.

Essay lebih bersifat subjektif dari sudut pandang penulisnya yang bersifat analitis, spekulatif, dan interpretatif.

Tak hanya itu saja, essay juga bisa mencakup narasi yang berisikan argumen atau kritik hingga sastra dari pengamatan kehidupan sehari-hari dan refleksi si penulis.

Essay tentunya ditulis bukan tanpa alasan, berikut ada tiga tujuan yang bisa mewakilkan mengapa essay ditulis yang juga mewakilkan pengertian essay, sebelum kamu melihat contoh essay beasiswa.

1. Bertujuan untuk meyakinkan pembaca

Argumen yang kamu tuliskan di dalam sebuah essay bertujuan untuk meyakinkan pembaca terhadap pendapat kamu terkait suatu fenomena.

2. Bertujuan agar pembaca dapat menerima pendapat penulis

Setiap essay yang ditulis tentu memiliki sudut pandang yang berbeda.

Untuk itu essay ditulis agar pembaca dapat menerima pemikiran yang sudah dituangkan penulis dalam essay tersebut.

3. Bertujuan untuk memberikan informasi mengenai topik yang sedang dibicarakan

Essay juga dapat menjadi sumber informasi terhadap opini maupun penelitian orang lain yang sebelumnya sudah pernah dilakukan.

Dengan menuliskan opini maupun penelitian orang lain, diharapkan essay dapat memberikan tinjauan atau temuan baru yang bisa didapatkan oleh pembaca.

Baca Juga :

Apa Itu Personal Branding beserta Contoh, Tujuan, dan Cara Membangunnya

Sebelum membahas contoh essay beasiswa, di bawah ini adalah ciri dari essay yang berhasil Mamikos rangkum untuk kamu,

  • Essay berbentuk prosa, artinya sebagai bentuk komunikasi biasa, menghindari penggunaan bahasa dan ungkapan figur.
  • Essay selalu singkat, maksudnya bisa dibaca dengan santai dalam waktu 2 jam.
  • Essay memiliki gaya pembeda, di mana seorang penulis essay yang baik akan membuat sebuah gaya dan ciri khas tertentu yang dapat membedakan karyanya dengan karya orang lain.
  • Essay tidak selalu memiliki struktur yang utuh, ini artinya penulis hanya memilih point-point pentingnya dan menarik dari objek dan subjek yang akan ditulis.
  • Essay selalu memenuhi keutuhan penulisan, meskipun essay merupakan tulisan yang tidak utuh namun harus mempunyai kesatuan dan memenuhi persyaratan penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai dengan penutup.
  • Essay memiliki nada pribadi atau bersifat individu, yang membedakan essay dengan jenis karya sastra adalah ciri personal. Di mana ciri personal yang dimaksud adalah pengungkapan penulis sendiri terhadap pandangannya, sikapnya, pikirannya.

Sebenarnya menulis essay adalah suatu hal yang gampang-gampang susah. Jika sebelumnya kamu sudah sering menuliskan karya tulis, menulis essay tentunya bukan suatu hal yang sulit lagi untuk kamu.

Adapun di bawah ini adalah langkah-langkah dalam menuliskan essay untuk keperluan beasiswa kuliah ataupun keperluan pendidikan lainnya.

1. Tentukan tema atau pembahasan

Pertama-tama kamu harus menentukan terlebih dahulu tema atau pembahasan yang kamu inginkan.

Setelah menentukan tema utamanya, selanjutnya tentukan poin-poin yang ingin kamu bicarakan.

2. Buatlah outline atau kerangka

Setelah mengetahui poin-poin yang ingin dibahas, selanjutnya buatlah outline atau kerangka berpikir untuk mempermudah kamu dalam mengembangkan ide-ide yang akan dibahas.

3. Buatlah intro

Jangan lupa untuk membuat intro yang menarik. Kamu bisa memulai dengan menuliskan kalimat yang menarik perhatian pembaca.

Misalnya saja kamu bisa menuliskan pernyataan maupun quote yang ada hubungannya dengan jurusan yang akan kamu ambil nantinya.

4. Mulailah menulis tubuh essay

Selanjutnya, mulailah untuk menuliskan tubuh essay dengan memilah nilai-nilai penting yang akan dibahas.

Jangan lupa untuk membuat beberapa subtema pembahasan supaya lebih memudahkan pembaca untuk memahami isi essay yang kamu tuliskan. Setelah itu, kembangkan subtema yang sebelumnya sudah kamu buat.

5. Menuliskan kesimpulan

Setelah kamu menuliskan tubuh essay yang dimulai dari pendahuluan, selanjutnya jangan lupa pula untuk menuliskan kesimpulan.

Hal ini dianggap penting karena untuk sebuah opini pembaca maka kamu harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan yang sudah kamu tuliskan.

Karena sebenarnya tujuan dari penulisan contoh essay beasiswa adalah memberikan pandangan baru kepada pembaca atas pemikiran kamu.

2 Macam Skema KIP Kuliah Merdeka 2023, Calon Penerima Wajib Tahu!

Di bawah ini Mamikos akan berikan beberapa contoh essay beasiswa maupun pendidikan yang mungkin bisa kamu jadikan sebagai referensi.

Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia Oleh: Raymond Alvonso Parsaoran

Pengenalan Diri

Penulisan esai yang berjudul “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia” ini bertujuan untuk pemenuhan syarat pengajuan beasiswa unggulan kemdikbud tahun 2017. Saya mengawali esai ini dengan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Raymond Alvonso Parsaoran anak ke-2 dari tiga bersaudara, saya terlahir di ibukota RI yaitu Jakarta pada tanggal 5 Maret 1998. Saat ini saya sedang menimba ilmu hukum S-1 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (Angkatan 2016) yang merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang dimana ketika kita mampu untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri itu adalah sesuatu hal yang luar biasa karena kita bisa dianggap oleh banyak orang sebagai orang pintar. Dalam perjalanan saya bisa diterima di perguruan tinggi negeri saya mengalami banyak sekali hambatan dan kegagalan. Kegagalan yang saya rasakan adalah ketika saya tidak bisa mengikuti SNMPTN (seleksi masuk ptn tanpa test) karena saya tidak termasuk dalam 75% siswa terbaik di SMA.  Semenjak kegagalan itu saya bertekad untuk bisa lebih baik lagi dan ingin mencapai target saya yaitu bisa kuliah di perguruan tinggi negeri. Lalu untuk mencapai target kuliah di perguruan tinggi negeri saya juga mengikuti test SBMPTN, Seleksi Masuk Universitas Brawijaya, dan SIMAK UI, namun dalam test tersebut saya juga mengalami kegagalan. Saya merasa sedih sekali karena gagal dalam test tersebut, namun saya adalah tipe orang yang tidak mudah menyerah sebelum semua kesempatan habis.  Saya terus belajar, belajar, dan belajar dan juga saya percaya pada diri saya bahwa saya bisa mencapai target saya yaitu kuliah di perguruan tinggi negeri, walaupun seluruh teman dan keluarga saya sudah menyarankan saya untuk mendaftar ke perguruan tinggi swasta dan melupakan impian saya bisa kuliah di ptn, namun saya tetap memiliki semangat yang tinggi untuk bisa kuliah di ptn.

Percobaan Terakhir untuk Berkuliah di PTN

Kemudian dalam percobaan terakhir saya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri saya mengikuti seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, dan akhirnya saya berhasil mencapai target dan menunjukkan bahwa setiap kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda. Saya berhasil lulus pada prodi ilmu hukum S-1 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.  Saya terus belajar, belajar, dan belajar dan juga saya percaya pada diri saya bahwa saya bisa mencapai target saya yaitu kuliah di perguruan tinggi negeri, walaupun seluruh teman dan keluarga saya sudah menyarankan saya untuk mendaftar ke perguruan tinggi swasta dan melupakan impian saya bisa kuliah di ptn, namun saya tetap memiliki semangat yang tinggi untuk bisa kuliah di ptn. Kemudian dalam percobaan terakhir saya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri saya mengikuti seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, dan akhirnya saya berhasil mencapai target dan menunjukkan bahwa setiap kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda. Saya berhasil lulus pada prodi ilmu hukum S-1 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Alasan saya memilih prodi ilmu hukum karena yang pertama yaitu saya menyukai dunia hukum, yang kedua saya ingin memberikan kepastian kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan keadilan dalam dunia hukum. Saat ini hukum di Indonesia mendapat julukan “tajam kebawah tumpul keatas” oleh karena itulah saya belajar di fakultas hukum dimana nantinya saya bisa mengubah julukan itu dan menjadikan hukum sebagai alat keadilan yang betul-betul adil seperti yang seharusnya.

Pandangan Mengenai Kondisi Hukum di Indonesia

Sejujurnya saya sangat sedih sekali melihat kondisi hukum Negara ini, karena Negara Indonesia dijuluki Negara hukum tetapi hukumnya sendiri pun masih sangat buruk sehingga tidak tercermin sebagai Negara hukum.  Negeri ini punya banyak sekali orang-orang pintar, tetapi hanya sedikit dari mereka yang peduli terhadap Negara ini khususnya di dalam bidang hukum, untuk itu saya ingin sekali memperbaiki semua itu kedepannya supaya hukum di negeri ini berjalan seperti apa mestinya dan membuat sebuah dampak yang positif bagi Negara Indonesia. Semua itu memang tidaklah mudah tapi saya tetap percaya dan yakin bahwa saya bisa menjadi orang yang membawa perubahan pada dunia hukum yang ada di Indonesia, maka dari itu saya terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempelajari ilmu-ilmu tentang hukum. Dalam perjalanan saya mempelajari ilmu hukum, saya tidak hanya belajar dari buku panduan saja melainkan selalu mencoba mencari tau hal-hal yang berkaitan dengan hukum yang sedang populer atau viral hal itu saya lakukan supaya saya tidak tertinggal informasi.  Kemudian saya juga mencoba berdiskusi dengan teman se-fakultas untuk membahas topik-topik mengenai hukum, hal itu saya lakukan supaya saya mengetahui apa tanggapan mereka terhadap topik yang dibicarakan dan bisa membuat kesimpulan, karena kesimpulan dari berbagai macam pendapat akan lebih baik dibanding kesimpulan yang diambil oleh satu pihak. Selain berdiskusi saya juga mencoba bersosialisasi dengan lingkungan sekitar untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, hal itu saya lakukan supaya menjadi kebiasaan untuk peduli lingkungan karena suatu saat nanti ketika saya sudah menjadi ahli hukum maka saya harus peduli terhadap hukum itu sendiri, terhadap Negara dan juga yang pasti terhadap masyarakat. Sebagai seseorang yang berintelektual saya harus menjadi sebuah contoh yang baik bagi masyarakat dan harus membawa dampak yang positif juga.  Kemudian saya juga mengamalkan ilmu hukum saya dalam masyarakat, karena tidak ada gunanya sebuah teori yang dipelajari tanpa sebuah praktek langsung yang dilakukan.

Lanjutan Essay

Selain berdiskusi, bersosialisasi, dan mengamalkan ilmu hukum, saya juga selalu ingin memiliki tubuh atau raga yang sehat supaya saya bisa terus mengikuti pelajaran di kampus dengan baik. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.  Untuk itu cara saya menjaga tubuh saya agar selalu sehat adalah dengan cara rutin berolahraga. Saya sangat menyukai dunia olahraga, alasan saya suka olahraga karena di dalam olahraga pasti ada target yang ingin kita raih dari olahraga tersebut. Begitupun dengan saya yang ingin melakukan sesuatu untuk mencapai target tertentu karena tidak ada artinya jika kita melakukan sesuatu tanpa memiliki target yang ingin dicapai. Dari segala apa yang sudah saya capai sampai saat ini dalam perkuliahan yaitu telah mencapai IP 3,68 pada semester pertama saya sudah merasa cukup bangga tetapi saya yakin bahwa saya bisa mencapai target yang lebih dari itu dan kepercayaan atau keyakinan kuat itulah yang membuat saya untuk terus belajar dan melakukan segala prosedur untuk mencapai target saya, dan target utama saya adalah menjadi generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia dan saya sangat yakin bahwa saya bisa mencapai target utama saya tersebut.

12 Contoh Personal Statement Bahasa Inggris Beasiswa, Magang, atau Pekerjaan Beserta Artinya

Contoh Essay Beasiswa Karya Salemba Empat

Oleh: Riska Sitanggang

Alasan Pemilihan Jurusan

Beberapa hari sebelum finalisasi SNMPTN (jalur undangan), saya dengan modal nekat memilih jurusan Ilmu Komunikasi USU sebagai pilihan pertama diikuti dengan Kesehatan Masyarakat USU dan Pendidikan Bahasa Jerman UNIMED. Dengan niat dan rasa percaya akan apa yang saya yakini bila dibarengi dengan usaha dan doa, akhirnya saya dinyatakan lulus seleksi SNMPTN di jurusan Ilmu Komunikasi USU. Alasan saya memilih program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Sumatera Utara, dikarenakan setelah saya browsing, ternyata jurusan ini merupakan salah satu jurusan paling banyak peminat dan terfavorit di Medan. Lalu, alasan kedua dilatarbelakangi oleh sering timbul rasa jenuh dalam menekuni bidang eksakta yang cenderung menuntut siswa untuk berkutat lama-lama dengan angka. Kemudian diikuti oleh alasan ketiganya yaitu kesesuaian antara minat (passion) dan kemampuan (ability) diri , khususnya bidang menulis dan saya menyukai hal-hal baru dengan spesifikasi nilai tantangan yang kuat. Dalam hal ini, tantangan kuat yang saya maksudkan adalah kemungkinan-kemungkinan yang akan saya jalani saat terjun di lapangan seperti bertemu orang-orang baru, menambah wawasan pengetahuan baru, dan tentunya dapat bermanfaat dengan berbagi ilmu ke sesama. Suatu kesempatan menjadi bagian dari keluarga Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara, mengetuk hati saya untuk senantiasa bersyukur karena kesempatan tidak datang dua kali dengan hal yang sama dan rezeki setiap manusia sudah diatur sedemikian rupa. Sehingga saat diberi amanah dengan status sebagai seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Sumatera Utara ini merupakan hal yang tidak akan saya sia-siakan. Setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.

Alasan Kebutuhan Beasiswa

Setelah terhitung satu tahun lebih menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi USU, saya berkecimpung di organisasi-organisasi intra kampus dan ekstra kampus. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi diri dengan sistem bertukar pikiran (sharing) dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Seiring berjalannya keaktifan menjadi mahasiswa yang tidak hanya ‘kuliah-pulang’, pun tidak dapat dipungkiri membutuhkan finansial tambahan seperti biaya pengeluaran tidak terduga untuk mendukung kelengkapan fasilitas belajar dan implementasi ide-ide kreatif. Dari segi penuntutan diri untuk terus mendalami dunia jurnalistik dan menulis, saya juga membutuhkan finansial untuk kebutuhan buku bacaan dan referensi lain yang mendukung. Selain itu, nantinya beasiswa ini akan menjadi tabungan saya dalam hal memupuk keperluan semester akhir yaitu skripsi, sehingga tidak menambah beban pengeluaran Ibu saya. Setiap anak selalu memiliki impian untuk membahagiakan orang tua. Tanggung jawab untuk pendidikan bukanlah semata-mata milik orang tua, tetapi juga milik si pengejar ilmunya.

Jangka Panjang (Visi) Setelah Lulus Kuliah

Di akhirnya nanti setelah lulus menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Ikom), saya mempunyai cita-cita menjadi seorang komunikator yang baik dan handal terutama di bidang jurnalistik. Kelanjutannya mengarah kepada dunia media dan karakter personal seorang jurnalis yang memiliki kredibilitas baik, yaitu tidak hanya mengutamakan kemampuan berbicara saja tetapi mempunyai kemampuan berbahasa, beretika, menguasai konsep dan memiliki kompetensi di bidang komunikasi berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Terjun lapangan menjadi seorang jurnalis juga dituntut memiliki keahlian menulis yang baik. Hal itu menjadi tantangan setiap kali saya menghasilkan sebuah tulisan dengan terus menerima koreksi, kritik dan saran dari siapa saja. Sebagai batu loncatan pembelajaran, setelah sarjana saya menyiapkan dua rencana yang ingin saya tempuh. Pertama, ingin meniti karir secara profesional di bidang jurnalistik dan editor. Dalam hal ini, saya berkeinginan untuk membuat sebuah publishing house untuk anak-anak usia sekolah berkebutuhan khusus tapi berbakat menulis. Kedua, melanjutkan pendidikan S2 ke Jerman dan mengambil peminatan Komunikasi Pembangunan ataupun Jurnalistik. Selesainya pendidikan itu, saya ingin melanjutkan langkah menjadi tenaga pendidik. Dengan pengalaman-pengalaman yang saya miliki, setidaknya hal itu dapat saya bagikan kepada para mahasiswa saya nantinya sehingga teori yang saya berikan memang berdasarkan pengalaman nyata saya saat di lapangan dan ilmu yang saya peroleh selama ini tidak hanya berhenti untuk diri saya sendiri.

Pilihan Pengembangan Diri

Namun sejauh dan sehebat apapun manusia, memang benar tidak ada manusia yang sebegitu cerdas dan sebegitu hebat. Oleh karena itu saya tidak akan berhenti untuk terus belajar dan berusaha. Mencoba lebih banyak mendengar dan melakukan pengembangan diri. Terkait usaha pengembangan diri, saya pribadi lebih senang dengan kegiatan sejenis pelatihan kepemimpinan (leadership) dan career coaching. Pelatihan kepemimpinan dipadatkan dengan materi-materi dan pemahaman praktis dari mereka yang sudah ahli di bidangnya sehingga mampu memotivasi dan menumbuhkan jiwa-jiwa muda intelektual penuh semangat berkarya. Sedangkan untuk career coaching memiliki daya tarik dengan kegiatan berbentuk praktek untuk menciptakan para profesionalis muda dalam mengembangkan karya yang sudah ada dengan inovasi kreatif.

Alasan Apply Beasiswa KSE

Segala niat, usaha dan doa akan membawa setiap pengejar mimpi menemukan titik keberhasilannya. Oleh karena itu, saya mengajukan beasiswa Karya Salemba Empat Tahun Akademik 2016-2017 selain akan terbantu dari sisi ekonomi, dalam beasiswa ini juga terdapat berbagai pelatihan dan kegiatan untuk mengembangkan diri seperti pelatihan kepemimpinan, pembinaan wirausaha muda, jaringan komunikasi dan kerjasama yang baik. Beasiswa Karya Salemba Empat ini merupakan salah satu penyedia beasiswa dengan akreditasi baik. Pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada penerima beasiswa ini yang sudah saya lihat dan baca di website resmi Karya Salemba Empat, turut menjadi daya tarik bagi saya dalam mengajukan beasiswa ini. Semoga dapat berkarya bersama-sama lebih baik lagi dengan beswan KSE lainnya.

Ingin Masuk Kuliah Impian dengan Biaya Rp 0 Rupiah Alias Gratis? Coba Tips Ini

Contoh Essay Beasiswa Tentang Diri Sendiri

Oleh: Mohammad Ahlim Ihsan Abidin

Nama lengkap saya Mohammad Ahlim Ihsan Abidin, saya biasanya dipanggil Ahlim ataupun Ihsan. Saya kurang tau pasti arti nama yang diberikan orang tua saya, namun mereka bilang arti nama saya adalah “mengerti sesuatu yang baik untuk selamanya” dan itu nanti akan berhubungan dengan jurusan saya waktu kuliah, entah kebetulan atau gimana. Saya lahir di Lamongan pada tanggal 21 Agustus 1999. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki seorang adik laki-laki yang baru berumur sekitar 1 tahun. Nama ayah saya adalah Nur hasan dan ibu saya adalah Siti Aflahah. Pekerjaan ayah saya adalah seorang buruh di negeri tetangga (TKI) tepatnya di negara Malaysia sedangkan ibu saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Ayah saya bekerja di Malaysia sudah sejak saya masih dalam kandungan. Tapi sekitar dua tahun sekali pasti pulang.  Meskipun ayah saya seorang TKI keluarga kami termasuk dalam keluarga dalam ekonomi sedang kebawah, tidak kaya juga tidak miskin. Alamat asli saya ada di Dusun Sidodadi, Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Tempat tinggal saya termasuk daerah pelosok yang lumayan jauh dari keramaian, namun juga tidak terlalu jauh. Saya tinggal di daerah pantura orang-orang menyebutnya. Pantura adalah singkatan dari pantai utara.  Karena tempat tinggal saya tidak jauh dari laut utara. Jadi kalua masalah wisata laut juga termasuk banyak. Sejak kecil saya termasuk anak yang lumayan cerdas.

Saya lupa berapa umur saya ketika baru pertama kali masuk di Taman Pendidikan Kanak-Kanak (TK). Saya berada dalam jenjang TK tidak terlalu lama, hanya sekitar 10 bulan. Saya minta ke orang tua saya untuk langsung menyekolahkan saya di jenjang berikutnya.  Karena saya merasa bosan di jenjang TK yang cuma diajari menari, menyanyi dan menggambar saja. Oleh karena itu saya disaat umur saya sekitar 3-4 tahun saya sudah masuk di jenjang SD. Waktu itu saya sekolah di SDN KRANJI III, salah satu sekolah dasar di daerah tempat tinggal saya. Pada jenjang ini saya selalu mendapat peringkat 3 besar. Karena masa kecil saya masih belum ada permainan modern seperti zaman sekarang, jadinya saya dulu masih fokus ke sekolah dan main permainan tradisional yang malah menambah wawasan. Setelah lulus dari jenjang SD saya berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Disini ada sedikit kontroversi dari kedua orang tua saya. Mereka tidak ingin saya diluluskan dari jenjang SD karena beranggapan umur saya masih terlalu kecil dan semua yang umurnya setara dengan saya masih duduk dikelas 5 SD, tapi dari pihak sekolah saya tetap diluluskan karena menurut pihak sekolah saya sudah mampu untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Dan akhirnya orang tua saya pun mengizinkan saya untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. 

Contoh Motivation Letter Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Singkat yang Baik dan Cara Membuatnya

Jenjang Pendidikan Berikutnya

Pada jenjang ini saya sekolah di salah satu sekolah swasta dan juga termasuk pondok pesantren di daerah saya. Nama sekolah saya adalah Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatut Tholabah. Dan saya pun memberikan bukti bahwa saya mampu pada jenjang ini. Pada jenjang Mts saya selalu berada dalam peringkat 5 besar. Pada jenjang ini pula saya mulai melebarkan sayap saya dengan mengikuti beberapa organisasi intra maupun extra. Organisasi yang saya ikuti pada jenjang ini antara lain adalah OSIS dan saya berada di bidang keorganisasian.  Saya ikut organisasi ini pada kelas 8. Selain OSIS saya juga mengikuti kepramukaan dari kelas 7 Mts semester 2 sampai kelas 9 semester 1. Selain itu saya juga mulai mengikuti PAGAR NUSA sampai sekarang. Setelah itu saya fokus ke ujian nasional. Setelah lulus dari jenjang Mts saya melanjutkan ke jenjang MA masih tetap di pondok pesantren tersebut. Pada jenjang ini saya banyak mengalami perubahan.  Pada jenjang ini saya sedikit terkena virus game online, yang membuat nilai saya turun drastis dan juga membuat saya sering gak masuk sekolah. Saya dari rumah memang berseragam lengkap, tetapi tidak sampai di sekolah. Ini saya lakukan hampir selama 1 tahun pertama saya di jenjang ini. Saya beruntung hal saya lakukan ini ketahuan dari pihak orang tua saya maupun dari pihak sekolah.  Meskipun saya sampai akan dikeluarkan dari sekolah karena gak pernah masuk sekolah, bahkan ujian semester saya juga gak masuk. Ini pertama kalinya saya membuat ibu saya menangis Karena perbuatan saya. Sampai-sampai ibu saya memohon ke pihak sekolah agar saya tidak dikeluarkan dari sekolah. Akhirnya saya tetap sekolah dengan syarat tidak boleh alfa meskipun hanya 1 jam pelajaran saja. 

Lanjut Berkuliah

Setelah kejadian itu saya bertekad memperbaiki nama baik maupun nilai saya di sekolah. Dan saya berjanji tidak akan membuat ibu saya menangis lagi. Dan pada kelas 11 MA saya mulai serius lagi untuk sekolah dan nilai saya juga mulai meningkat lagi. Pada kelas 11 juga saya mulai mengikuti banyak sekali organisasi mulai dari OSIS dimana saya menjabat sebagai sekretaris, Al-Himmah sebagi Keorganisasian, Cossines sebagai ketua dan juga IPNU dimana saya juga menjabat sebagai sekretaris. Pada jenjang ini selain sekolah saya juga mengikuti PRODISTIK (Program Setara Diploma 1 Teknik Informasi dan Komunikasi). Sebuah program yang hampir sama dengan perkuliahan yang diselenggarakan dari ITS surabaya. Dari seluruh Kabupaten Lamongan hanya ada 3 sekolah yang diajak bekerjasama oleh ITS untuk dijadikan partner. Dan saya merupakan lulusan angkatan pertama. Setelah lulus dari jenjang MA saya ingin melanjutkan ke PTN, disini saya mulai kebingungan untuk memilih.  Saat pendaftaran SNMPTN dan SPANPTKIN saya tidak lolos dan saya merasa sedikit down. Saya pun memutuskan untuk ikut SBMPTN, dan kalo saya gak lolos saya akan berhenti dulu untuk 1 tahun. Karena kalau daftar mandiri pasti orang tua saya tidak mampu untuk membiayai saya. Waktu itu selain saya daftar SBMPTN saya juga daftar BIDIKMISI di UIN maliki Malang. Namun tuhan berkehendak lain, saya lolos untuk SBMPTN beserta BIDIKMISInya.  Saya merasa sangat lega, Karena saya tau di Uin Malang biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, apalagi biaya ma’had. Saya pun lolos SBMPTN di Uin Malang pada jurusan Biologi, yang sebenarnya saya sendiri tidak tahu jurusan tentang apa ini. Saya mendaftar di Uin Malang juga bukan kehendak saya pribadi, tetapi keinginan ibu saya. Dan kalau sudah ibu saya yang minta, saya tidak bisa menolaknya, mengingat masalah saya waktu MA. Dan akhirnya saya pun menjalani kuliah ini meskipun dengan keadaan sedikit terpaksa.

12 Contoh Kegiatan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Penjelasannya

Nah, di atas tadi Mamikos sudah bagikan info terkait 3 contoh essay beasiswa dan pendidikan hingga cara membuatnya.

Mamikos ulangi kembali bahwa dalam penulisan essay, penting untuk kamu agar dapat memahami terlebih dahulu essay yang akan kamu tuliskan agar kamu dapat meyakinkan para pembaca.

Pastikan pula topik contoh essay beasiswa yang kamu pilih bisa sesuai dengan tujuannya. Semoga contoh essay beasiswa ini bermanfaat.

Jika kamu perlu informasi lainnya atau memerlukan info seputar kost-kostan, silahkan download aplikasi Mamikos di ponsel sekarang juga ya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

contoh essay proposal studi

  • Skip to primary navigation
  • Skip to main content

bocahkampus

BocahKampus

Informasi Kampus dan Dunia Pendidikan

30+ Contoh Essay Ilmiah, Pendidikan, dan Beasiswa (+PDF)

Diperbarui: 28 Maret 2024 oleh Rizky Pratama

Essay (Esai) adalah sebuah karangan berbentuk tulisan yang berisi opini seseorang terhadap suatu topik atau hal yang terjadi di masyarakat.

Penulisan essay sifatnya subjektif, sehingga akan sangat bergantung dari sudut pandang penulisnya.

Walaupun bersifat subjektif, sebuah essay tetap memerlukan fakta, teori, serta data pendukung agar essay tersebut memiliki isi yang berbobot.

Nah, di artikel ini, kamu akan mempelajari berbagai hal tentang essay yang meliputi:

Struktur Essay

  • Essay Pendidikan
  • Essay Kebudayaan
  • Essay Ekonomi
  • Essay Masalah Sosial

Contoh Essay Beasiswa

Contoh essay diri sendiri.

  • Contoh Essay Bahasa Inggris , dan

Cara Membuat Essay

Langsung saja, berikut pembahasannya.

contoh essay

Sebuah essay memiliki struktur sebagai berikut:

  • Pendahuluan : berisi tentang latar belakang permasalahan yang ingin dibahas dalam essay.
  • Isi : berisi tentang penjelasan dari permasalahan hingga solusi yang diberikan.
  • Simpulan : bagian penutup yang berisi tentang kesimpulan yang dijabarkan secara ringkas dan terperinci.

Contoh Essay dalam Berbagai Tema

Contoh essay ilmiah.

Essay ilmiah merupakan essay yang memuat opini atau argumen penulis terhadap permasalahan yang ada di masyarakat (seperti masalah sosial, ekonomi, kebudayaan, dll.) yang disertai dengan fakta dan solusi terhadap permasalahan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh essay ilmiah dalam berbagai tema yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

1. Essay Pendidikan

Essay pendidikan di bawah ini merupakan karya Rhou Dhaena yang berjudul Dua Sisi Problematika Pendidikan di Indonesia .

Selain contoh di atas, kami juga menyediakan beberapa judul essay tentang pendidikan yang bisa kamu unduh pada tabel di bawah ini.

2. Essay Kebudayaan

Contoh di bawah ini merupakan essay kebudayaan yang berjudul Budaya Toleransi Dalam Kehidupan Bermasyarakat karya Andhika Khalik Nurahman.

Contoh lain dari essay kebudayaan juga bisa kamu unduh pada file pdf yang kami sediakan di bawah ini.

3. Essay Ekonomi

Essay ekonomi pada contoh di bawah ini berjudul Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis TIK Ala OLX dan Shopee yang dikarang oleh Ayu Rhizky Eamailia.

Untuk contoh lain dari essay ekonomi bisa kamu lihat pada beberapa file pdf di bawah ini.

4. Essay Masalah Sosial

Essay permasalahan sosial pada contoh di bawah ini merupakan karya Afifah Faiha Inayah yang berjudul Ilmu Pengetahuan menjadi Salah Satu Faktor Stratifikasi di Era Globalisasi .

Contoh lain dari essay sosial dapat kamu unduh pada file pdf di bawah ini.

Essay ini biasanya digunakan sebagai persyaratan mendaftar beasiswa di sekolah ataupun perguruan tinggi.

Topik atau tema yang dibahas dalam essay beasiswa biasanya ditentukan oleh instansi yang memberikan beasiswa.

Contoh essay beasiswa di bawah ini merupakan essay yang digunakan untuk mendaftar Beasiswa Unggul Kemendikbud karya Raymond Alvonso Parsaoran yang berjudul Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia .

Contoh lain dari essay beasiswa bisa kamu unduh pada beberapa file pdf yang ada di bawah ini.

Baca Juga : Contoh Motivation Letter untuk Beasiswa

Essay ini juga bisa disebut sebagai essay pribadi, yaitu sebuah essay yang fokus menceritakan tentang kehidupan si penulis.

Hal yang dibahas dalam essay jenis ini bisa bermacam-macam, seperti pengalaman hidup, pengalaman saat sekolah atau kuliah, dll.

Contoh essay tentang diri sendiri di bawah ini adalah essay karya Mohammad Ahlim Ihsan Abidin.

Contoh lain dari essay diri sendiri juga bisa kamu lihat dengan mengunduh file pdf di bawah ini.

Contoh Essay Bahasa Inggris

Selain beberapa essay di atas, di bawah ini juga sudah kami sediakan beberapa essay dalam bahasa inggris.

Essay di bawah ini berjudul Decreasing the Amount of Poverty in Indonesia to Achieve a Better Education yang ditulis oleh Penta Calysta.

Untuk contoh lainnya, kamu bisa lihat pada beberapa file pdf di bawah ini.

cara membuat essay yang baik

1. Memilih Topik

Langkah pertama untuk membuat sebuah essay tentunya adalah memilih topik atau permasalahan yang ingin dibahas.

Topik yang kamu pilih bisa kamu sesuaikan sendiri, entah itu topik yang membahas sesuatu secara umum, atau secara spesifik.

  • Contoh topik secara umum: Smartphone
  • Contoh topik secara spesifik: Dampak penggunaan smartphone

Jika topik essay sudah ditentukan, maka kamu bisa langsung menuju langkah berikutnya.

2. Tentukan Tujuan

Penulisan essay pada umumnya bisa memiliki berbagai macam tujuan.

Untuk itu, kamu harus menentukan terlebih dahulu tujuan pembuatan essay tersebut agar mempermudah proses pembuatannya.

Kamu harus bisa memahami apakah essay yang kamu buat bertujuan untuk meyakinkan pembaca, menjelaskan cara melakukan sesuatu, atau menjelaskan tentang objek yang ingin dibahas.

Pastikan juga topik yang kamu pilih tadi bisa sesuai dengan tujuannya.

3. Kumpulkan Referensi

Selanjutnya, kumpulkan juga bahan-bahan bacaan yang bisa kamu gunakan sebagai sumber atau referensi.

Penggunaan sumber referensi ini penting untuk memperkuat argumen yang kamu tuliskan.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan nama pengarang, tanggal, dan judul dari referensi yang kamu baca.

Hal ini akan berguna untuk pembuatan daftar pustaka yang bisa kamu cantumkan di bagian akhir essay kamu.

4. Buat Kerangka Essay

Untuk mempermudah kamu dalam menulis essay, sebaiknya siapkan juga kerangka essaynya.

Tuliskan poin-poin penting yang ingin kamu bahas terlebih dahulu sebelum mulai menulis essay.

Dengan membuat kerangka essay, kamu akan tahu apakah struktur dari essay yang kamu buat sudah sesuai atau belum.

Jika setelah dibaca ternyata masih kurang pas, kamu bisa ubah lagi kerangkanya sampai sesuai.

5. Mulai Menulis Essay

Nah, setelah melakukan beberapa tahapan di atas, kamu sudah bisa mulai untuk menulis essay.

Tulis essay mulai dari pendahuluan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan isi dan penutup agar kamu bisa menulis secara luwes.

6. Revisi Essay

Essay yang baik tidak bisa dihasilkan hanya dengan sekali tulis.

Baca dan teliti secara berkala essay yang sudah kamu buat, kemudian catat di mana kekurangannya.

Beberapa hal yang harus kamu tanyakan tentang essay yang kamu buat antara lain adalah:

  • Apakah paragraf dan argumen yang kamu tuliskan sudah jelas dan relevan?
  • Apakah argumen yang kamu tuliskan seimbang dan terdapat referensi yang cukup?
  • Apakah kamu sudah mencapai batas jumlah kata yang diperbolehkan? (jika ada)

Kalau kamu menemukan kesalahan pada essaymu, jangan ragu untuk memperbaikinya.

Pelajari Juga Contoh Karya Tulis Lain :

  • Contoh Pantun
  • Contoh Cerpen

Itulah beberapa contoh essay yang bisa kamu jadikan sebagai referensi beserta cara membuatnya.

Semoga setelah mempelajari ini, kamu bisa membuat essay yang baik dan menarik untuk para pembaca.

Jika ada pertanyaan, kamu bisa bertanya melalui kolom komentar di bawah ini.

Sekian, semoga bermanfaat.

Informasi Terkait

contoh kata pengantar

Dapatkan informasi terupdate seputar kampus, karier, dan dunia pendidikan dengan mendaftarkan alamat E-mail kamu di bawah ini!

' src=

Rizky Pratama

Rizky merupakan lulusan S1 Manajemen di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Selengkapnya lihat di halaman profil .

a simply complicated mind

Essay Dan Proposal Beasiswa Unggulan

Contoh essay dan proposal bisa langsung di download dibawah kalau kalian buru-buru. Judul dibuat untuk memudahkan para pencari informasi, sementara paragraf berikut ini isinya hanya drama. Skip aja.

2016 adalah tahun dimana aku benar-benar me- reset semua rencana hidupku. Niat awal, aku ingin segera kuliah lagi setelah wisuda. Tapi berkali-kali gagal dapat beasiswa. Aku frustasi, aku pendam sendiri karena aku tau banyak orang yang melihatku dari belakang dengan tatapan optimis. Dikiranya seorang aku pasti akan baik-baik saja. Padahal bulan April 2016 adalah titik paling rendah di hidupku, hari-hari dimana aku merasa begitu lemah. Aku lelah, tapi tidak benar-benar patah. Aku tidak lagi berharap beasiswa dan mulai berfikir untuk melanjutkan kuliah dengan biaya mandiri. Jadi begitu diterima kerja di shift malamnya Sale Stock, aku minta ijin sama orang tuaku, bilang aku mungkin bakal merepotkan mereka, janji aku bakal kerja keras dan akan tetap kuliah lagi bagaimanapun caranya. Ini juga salah satu alasan kenapa aku ambil kerja shift malam, karena aku tau perkara kuliah lagi cuma masalah waktu. Aku akan kuliah lagi. Bagaimana pun caranya.

Aku benar-benar nekat daftar kuliah lewat jalur mandiri. SPP 9 juta per semester. Gilakk, naik 1 juta dari tahun sebelumnya. Kalian gak akan bisa bayangkan gimana payahnya aku atur keuanganku. Lalu datanglah peluang Beasiswa Unggulan (BU) dari Kemendikbud itu. Aku pernah dengar soal beasiswa ini. Seingatku beasiswa ini ditujukan untuk mereka yang punya prestasi dan penghargaan olimpiade. Karena itu dulu aku sama sekali tidak melirik yang satu ini. Ternyata beasiswa ini punya beberapa kelebihan yang mungkin akan sulit kamu temukan di beasiswa lain.

Pertama, BU punya program beasiswa masyarakat berprestasi. Artinya kamu tidak harus punya medali olimpiade. Sertifikat penghargaan yang aku daftarkan jumlahnya ada 3. Salah satunya adalah sertifikat “ucapan terimakasih” karena sudah jadi Pimpinan Litbang di LPM jaman kuliah dulu. Hari verifikasi dokumen asli adalah hari dimana aku benci sekali sama Upik–orang yang bertanggung jawab bikin desain sertifikatku keliatan kayak poster menu di warung mie ayam.

Kedua, BU bukan hanya untuk mahasiswa baru. Kalau kamu mahasiswa on-going , kamu bisa daftar beasiswa ini–maksimal semester 3. Dan ketiga, BU terbuka untuk semua jenjang pendidikan tinggi (S1, S2 dan S3). Semua persyaratan, ketentuan dan FAQ bisa kamu baca di web resmi Beasiswa Unggulan. Singkat cerita, aku dapat beasiswa ini. Tepat saat aku mulai menyerah untuk mengejar beasiswa lagi. Mungkin karena itu orang bilang: Tuhan memang Maha Bercanda.

Banyak tulisan tentang tips dan rincian kronologis untuk mendaftar beasiswa BU kalau kamu googling. Karena itu kamu bisa cari referensi lain kalau mau berusaha. Disini aku cuma bakal kasih contoh essay dan proposal study plan. Dua elemen ini adalah masalah utama yang aku rasa selama proses pendaftaran administrasi dulu, jadi semoga ini bisa sedikit bantu kalian. Essay dan proposal aku buat sinkron/saling berhubungan. Aku berusaha membuat keduanya saling menguatkan. Kenapa? Buat jaga-jaga aja supaya memudahkan aku kasih penjelasan saat sesi wawancara.

Pertama, essay. Karena tema besar essay yang ditentukan oleh beasiswa unggulan adalah “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Indonesia”, rata-rata contoh essay yang bisa aku temukan saat itu cenderung menjelaskan bagaimana seseorang layak disebut generasi unggul dengan menjabarkan prestasi masing-masing. Membaca essay dengan karakter seperti itu bikin aku minder seperempat mati. Aku gak bisa menulis dengan tipe yang sama karena aku gak punya prestasi yang menonjol. Aku bukan juara olimpiade dan aku gak punya pengalaman jadi wakil konferensi pemuda di luar negeri. Karena itu aku cari cara lain. Esaiku tidak bicara soal prestasi. Aku menawarkan tulisan yang berusaha menunjukkan latar belakang kenapa aku harus kuliah lagi, menunjukkan masalah yang aku lihat dan dengan cara apa aku ingin cari solusinya. Esaiku berusaha menunjukkan bahwa aku tau apa yang ingin aku lakukan dan seberapa jauh aku memahami bidang studiku.

Kedua, proposal. Ini sebenarnya bekas proposal beasiswa lain yang aku rombak supaya jadi lebih sederhana dan mudah dibaca. Aku pangkas bagian biaya hidup dan hanya menyisakan biaya studi dan buku, karena untuk biaya hidup sudah ditentukan oleh BU. Aku perkuat bagian pengenalan program studiku–biar gak sia-sia hasil stalking website CRCS. Tapi website prodiku memang punya peranan penting disini. Semua informasi terkait mata kuliah, student handbook, SKS dan semua yang ekstra-ekstra sudah lengkap tampil di website dan itu memudahkan aku menyusun proposal ini. Tujuan utamanya supaya sponsor tahu, kalau aku gak asal-asalan milih jurusan. Kalau prodi tujuanmu kurang kuat di publikasi atau websitenya, kamu bisa hubungi bagian administrasi prodi tujuanmu untuk tahu info lebih lanjut.

Aku gak punya tips khusus. Sedikit saran, persiapkan toefl dari jauh-jauh hari. Aku sempat kesulitan untuk booking jadwal tes TOEFL di Jogja karena sepertinya semua orang butuh sertifikat TOEFL ITP. Jadi aku terpaksa tes TOEFL di Solo. Selain itu kalian butuh doa. Tentu saja kalau kalian masih percaya sama eksistensi Tuhan, hal terbaik adalah menyerahkan segala keputusan padaNya. Kalau ada yang aku syukuri dari keputusanku untuk tinggal sendiri di kota ini, itu adalah karena disini aku benar-benar bergantung sama Tuhan.

Udah ah. Goodluck yaa~ Kalian bisa download Essay dan Proposalku dibawah ini. Ada tulisan lain yang kutulis juga disini . Doaku bersama kalian yang hampir patah tapi menguatkan diri untuk tidak menyerah.

PROPOSAL BU

40 thoughts on “Essay Dan Proposal Beasiswa Unggulan”

jelek bgt essay sm proposalnya, koq bisa dierima beasiswa ya? berarti kualitas kampusnya gak muu kalik ya…

Iya kayaknya. Ckckck

Semoga kamu dapat kampus dan beasiswa yang lebih baik ya.

Assalamualaikum. Kak boleh minta nomor pribadi atau email? Kak mau tanya, ini beasiswa hanya untuk yang SUDAH diterima di Universitas?

Email ada di web profil. Tahun lalu syarat utamanya punya LOA (Letter of acceptance) yang artinya emang harus diterima dulu di sebuah univ. Tapi kalau tahun ini kurang tau nih.

wah wah wah, mungkin Salentinus calon generasi unggul.

Generasi unggul pilihan cebong

Beli nilai toefl itp disolo kan jugak gampang? no probleeem, praktek kayak gituan yg lain jugak banyak kok. beruntunglah manusia penuh kbruntungan. Slamat;;;;;

Terimakasih. Silahkan lho kalo mau coba beli nilai TOEFL dan ngorbanin kredibilitas sbg akademisi. Aku 3x tes baru bisa dapat nilai yg aku mau. Sekali tes 500k. Beruntung? Ya Iyalahh!! Keberuntungan memang hanya untuk orang2 yg mau berkorban.

Boleh bertemu belajar & sharing tips-tipss ampuhnya byar lolos test beasiswa BU kakak cantikkkkkk^,^

Lewat email saja. Slow response tapi pasti kubalas kok.

kakak cantikkkk

kakak cantikkkk sharing2 tipsnya donk

Whoaa. Kind of angles💞. Terimakasih banyak contoh esai dan proposalnya kak.

Samasama~ Semoga bermanfaat.

Makasih kak contoh papernya.. Insya Allah sangat membantu dan do’akan saya semoga Allah memberikan keberuntungan seperti kakak, dan menjadi salah satu penerima beasiswa unggulan ini.. Aamiin

Terimakasih kak 🙏 semoga kemudahan selalu menyertai langkah kakak

Semoga doanya kembali ke kamu

I am now not certain the place you’re getting your info, however good topic. I needs to spend some time learning more or figuring out more. Thank you for magnificent info I was on the lookout for this information for my mission. dagdgcekdkge

assalamualaikum, maaf sebelumnya saya komen. semoga essai dapat membantu saya dalam mendaftar beasiswa unggulan ini kak. semoga saya bisa menjadi salah satu yang lolos dalam beasiswa ini

Semoga saya juga bisa mengikuti jejak kakak menerima beasiswa unggulan

Masya Allah, terima kasih sudah mau membagikan pengalaman dan contoh paper nya kak, sangat membantu🙏Semoga Allah membalas kemurahan hati kakak😇

Makasih banyak buat doanya, Goodluck~

Ka jurusan saya itu baru jadi ga ada di pilihan jurusan.. Itu gimana ya.. Apa saya ga bisa lolos padahal univ saya negeri dan akreditasi nya A

Maksudnya gak ada di pilihan jurusan? Memang jurusan apa? Mungkin maksudnya gak sesuai dengan pilihan prioritas.

Tolong via email saja. Aku gak setiap hari buka blog soalnya. :p

Kak minta emailnya,btuh informasi banyak dari kaka 🙏

[email protected]

Terimakasih banyak sudah menulis dan berbagi tulisan ini, mbak 🙂 saya sedang dalam persiapan untuk mendaftar BU 2019 ini..

Halo~ Sama-sama. Goodluck!!

Nama saya wandi gunawan, salam kenal ka, tetima kasih sangat membantu, semoga menjadi amal ibadah untuk kaka

Halo~ Aamiin. Goodluck!!

Mohon maaf kak, kalo boleh nanya kakak kuliah jurusan apa ya? dan apakah essay kita ini harus berhubungan dengan kemampuan kita lalu dikaitkan dengan apa keuntungannya kemampuan kita pada jurusan tersebut. terimakasih kak, sangat membantu hehe

S2 Studi Agama dan Lintas Budaya. Bukan harus atau gak harus sih. Essay kan dari BU cuma ngasih tema, sementara untuk bagaimana mengembangkannya diserahkan ke masing-masing peserta. Kalau cara saya sih seperti itu, supaya sinkron antara essay dan proposalnya.

Terimakasih kak contoh essay dan proposalnya…mohon izin untuk memakai format proposalnya sebagai acuan ya kak… terimakasih kak jazakillah khairan

Kak, untuk essay BU itu isinya bukan tentang menjelaskan diri kita dan aktifitas kita sehari-hari ya?

Kak boleh konsultasi gak?

Iya, boleh kok. Tapi saya gak janji bisa bantu banyak ya karena mungkin sudah banyak peraturan yang beda dengan batch saya dulu. Bisa email saya di [email protected]

Mohon izin untuk memakai format proposalnya sebagai acuan ya kak… Kak jazakillah khairann:)

Iya silakan. Cari tambahan referensi lain juga yah biar up to date. Soalnya itu proposal tahun 2017.

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Salim Darmadi

  • @ Tentang Saya
  • Catatan Perjalanan
  • Goresan Pena
  • Studi & Beasiswa

Proposal Riset S-3 (PhD) untuk Mencari Profesor dan Beasiswa

contoh essay proposal studi

Pada tulisan ini saya bermaksud membagikan pengalaman dan tips saya dalam menyusun preliminary PhD research proposal untuk keperluan berburu profesor dan beasiswa, serta untuk mengajukan aplikasi ke universitas. Sesuai bidang ilmu yang saya tekuni, mungkin pengalaman dan tips ini akan lebih relevan untuk disiplin ilmu ekonomi, akuntansi, manajemen, dan bisnis; namun tidak tertutup kemungkinan akan bermanfaat pula untuk teman-teman dari disiplin ilmu lainnya yang sedang menyusun preliminary PhD research proposal . Pengalaman dan tips ini mungkin juga kurang relevan untuk mereka yang berencana mengambil PhD di Amerika Serikat atau Kanada, yang umumnya tidak mensyaratkan pelamar untuk menyampaikan proposal riset.

Dalam tulisan ini ada tiga topik yang hendak saya bahas, yaitu: (1) sebelum dan selama penyusunan proposal; (2) struktur atau sistematika proposal; dan (3) contoh proposal.

Sebelum dan Selama Penyusunan Proposal

Identifikasi area penelitian . Langkah pertama tentunya kita harus menentukan area penelitian kita. Misalnya di disiplin ilmu akuntansi, kita perlu memastikan area mana yang akan kita tekuni dalam penelitian PhD nantinya, apakah akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, audit, pelaporan keuangan dan disclosure , akuntansi pemerintahan, perpajakan, corporate governance , atau bahkan irisan di antara area-area tersebut.

Bisa jadi kita sudah punya satu area penelitian, karena kita sudah menaruh minat pada area tersebut dari awal atau bahkan mungkin sudah menekuninya beberapa tahun terakhir. Namun, apabila kita belum pasti area mana yang akan kita ambil, tentu kita perlu mengeksplorasi area-area potensial yang akan kita angkat. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca berbagai sumber (termasuk jurnal ilmiah) atau berdiskusi dengan teman/kenalan yang pakar di bidangnya. Dari situ lama-kelamaan kita dapat menemukan minat kita terletak di area yang mana.

Ketika memulai perjalanan saya di bidang penelitian ilmiah tahun 2010, saya sudah menentukan akan berfokus di area corporate governance . Pertimbangan saya pada waktu itu adalah karena data-data corporate governance relatif mudah didapat (umumnya data/informasi yang bersifat publicly available ), saya menguasai metode penelitiannya, dan juga masih banyak topik corporate governance yang bisa diteliti dengan mengambil studi kasus Indonesia.

Tentukan topik penelitian . Setelah kita menetapkan area penelitian kita, selanjutkan kita memutuskan topik penelitian yang akan kita ambil. Langkah pertama tentunya adalah banyak mencermati isu-isu yang diangkat dalam karya-karya ilmiah yang terpublikasi beberapa tahun terakhir (tentu yang termasuk dalam ruang lingkup penelitian kita, sehingga area eksplorasi bisa kita persempit dan tidak terlalu luas). Tujuan dari eksplorasi ini adalah agar kita familiar dengan isu-isu yang hangat, dan bisa mengidentifikasi bagaimana penelitian kita nantinya dapat memberikan novelty (sesuatu yang baru) terhadap literatur ilmiah.

Untuk itu, akses ke jurnal-jurnal ilmiah yang kredibel (seperti Elsevier Science Direct , Wiley Online Library , Emerald Insight , Springer Link , dan Taylor and Francis ) menjadi keharusan. Sayangnya, tidak semua pemburu beasiswa PhD memiliki akses yang memadai. Bahkan mereka yang berprofesi sebagai dosen di Indonesia sekalipun, belum tentu universitas tempat mereka bernaung telah berlangganan jurnal ilmiah secara ekstensif.

Kita bisa menempuh beberapa cara. Misalnya, kita bisa meminta tolong kepada teman yang sedang belajar di luar negeri untuk men­gunduhkan paper yang ingin kita baca. Namun, tentu hal ini tidak seharusnya menjadi metode yang kita andalkan, karena tentu kita akan merasa tidak enak hati, terlebih teman kita di luar negeri pun punya kesibukan sendiri.

Karena itu, kita bisa menempuh cara lain, misalnya dengan memanfaatkan Social Science Research Network (SSRN) . SSRN adalah platform yang biasa digunakan oleh para peneliti ilmu sosial dari seluruh dunia untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian mereka, namun umumnya masih draft awal sebelum dipublikasikan di sebuah jurnal ilmiah (sebagian besar dapat diunduh secara gratis dengan login terlebih dahulu). Hanya saja, perlu diwaspadai bahwa draft awal suatu paper  bisa sedikit-banyak berbeda dengan versi final ketika terbit di jurnal. Namun dengan membaca draft suatu paper , kita dapat menarik gambaran mengenai suatu penelitian.

Misalnya, kita tidak punya akses terhadap paper yang ditulis oleh Grant A. Richardson dan Roman Lanis berjudul “ Corporate Social Responsibility and Tax Aggressiveness: An Empirical Analysis ”, yang terbit di Journal of Accounting and Public Policy tahun 2012 ( link di sini ). Kita bisa mendapat gambaran tentang isi paper tersebut dengan mengunduh versi SSRN-nya pada link ini .

Selain SSRN, kita juga bisa memanfaatkan beberapa platform lain seperti Academia dan Google Scholar . Beberapa akademisi juga ada yang mengunggah draft paper mereka di website universitas masing-masing.

Setelah mengeksplorasi literatur ilmiah, maka kita bisa merumuskan beberapa alternatif topik penelitian yang kita angkat. Semakin mendalam kita membaca dan menelusuri literatur, insyaallah kita akan sampai pada topik final yang akan kita tuangkan dalam proposal.

Temukan literature gap dan pikirkan bagaimana penelitian kita dapat berkontribusi mengisi gap tersebut .  Sebuah riset PhD umumnya dituntut untuk memberikan sesuatu yang baru terhadap literatur ilmiah (meskipun tentu tidak ada tuntutan untuk memberikan terobosan luar biasa seperti para penerima Nobel sih , hehehe ). Dari penelusuran kita terhadap literatur ilmiah, maka kita perlu mengidentifikasi gap yang ada di literatur, dan kemudian mencari ide bagaimana riset PhD kita dapat berkontribusi mengisi gap yang ada di literatur tersebut.

Upaya memberikan novelty ini bisa berasal dari bermacam aspek, misalnya terkait variabel yang kita gunakan, data, metodologi penelitian, atau konteks jurisdiksi. Misalnya, karena kita berasal dari Indonesia, kita bisa mengangkat topik yang belum (atau setidaknya belum banyak) diteliti di Indonesia, sehingga hal tersebut dapat kita harapkan untuk menjadi novelty tersendiri.

Pertimbangkan data dan metode penelitian . Kita bisa seidealis mungkin ketika menetapkan topik dan menulis proposal, namun sebaiknya kita tidak lupa untuk mempertimbangkan secara detail terkait data dan metode penelitiannya. Hal ini perlu dipikirkan matang-matang dari awal.

Misalnya, apakah data yang kita gunakan adalah data published atau bukan? Kalau bukan data published , bagaimana kita mengupayakan akses terhadap data tersebut? Apakah kita bisa mengupakan akses terhadap para  calon responden penelitian (khususnya untuk penelitian yang menggunakan kuesioner)?

Untuk metodologi, apakah kita telah menguasai metodologi yang digunakan dalam penelitian? Seberapa besar waktu dan tenaga yang harus kita alokasikan apabila kita belum familiar dengan metodologinya? Apakah universitas yang kita incar nantinya mengakomodasi mahasiswa PhD-nya untuk mempertajam skill metode riset?

Mulai menyusun proposal . Setelah langkah-langkah di atas sudah kita lalui, barulah kita mulai menyusun proposal. Saran saya adalah sebaiknya kita banyak-banyak mencari referensi dari berbagai sumber, termasuk website universitas-universitas yang kita incar. Biasanya, meskipun tidak semua, universitas-universitas menyediakan panduan dan contoh proposal untuk mengajukan aplikasi ke program PhD.

Nah, mungkin kita akan mendapati format yang berbeda-beda dari sekian banyak contoh yang kita baca. Saran saya, dari referensi-referensi itu, kita bisa memformulasikan format yang menurut kita pas. Sehingga kita hanya perlu satu format proposal yang kemudian kita sebar ke calon-calon supervisor yang kita sasar. Pengalaman saya, ketika menghubungi sekitar 40 profesor di berbagai universitas di Inggris, Australia, dan Selandia Baru, saya menggunakan proposal yang sama. Barulah format itu saya modifikasi sedikit ketika mendaftar beasiswa S-3 Luar Negeri LPDP, karena mau tak mau saya harus menyesuaikan dengan sistematika yang telah ditentukan oleh LPDP di buku Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP .

Struktur/Sistematika Proposal

Berikut adalah struktur proposal yang saya gunakan untuk mendekati para calon supervisor di berbagai universitas di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Saya mengambil format ini setelah melihat banyak contoh dan referensi dari berbagai sumber, juga dari pengalaman saya dalam menulis karya tulis ilmiah di jurnal-jurnal internasional.  Sebagai gambaran awal, topik proposal saya adalah terkait corporate governance di sektor perbankan Indonesia, sedangkan untuk metodenya saya menggunakan metode kuantitatif dengan analisis ekonometrika.

Panjang proposal saya ini berkisar 2.500 kata (di luar daftar pustaka), sekitar 12 halaman A4 dengan spasi 1,5 dan ukuran font 12. Oleh salah seorang profesor di Inggris yang sempat saya hubungi, proposal ini disebutnya “ well written ” (mudah-mudahan bukan basa-basi beliau doang , hehehe ).

Introduction . Bagian pendahuluan ini diawali dengan hal-hal yang bersifat umum. Jika menggunakan proposal untuk melamar beasiswa juga, sebaiknya paragraf-paragraf awal menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca di luar disiplin ilmu kita (karena kemungkinan reviewer aplikasi beasiswa kita, misalnya LPDP, berasal dari latar belakang disiplin ilmu yang beragam). Adapun urut-urutan bahasan saya pada bagian pendahuluan ini adalah sebagai berikut:

  • Latar belakang mengapa corporate governance perbankan ini penting untuk mendukung daya tahan perekonomian nasional.
  • Beberapa studi terdahulu yang telah membahas topik serupa, untuk menunjukkan bahwa saya telah melakukan literature review pada topik yang hendak saya teliti.
  • Masalah/tujuan penelitian, yang saya jadikan sebagai bagian dari pendahuluan agar lebih ringkas.
  • Bagaimana kontribusi penelitian ini terhadap literatur akademis, dan apa hal baru yang saya angkat dalam penelitian.
  • Ekspektasi implikasi praktis dari penelitian ini, yaitu bagaimana hasil studi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengaturan dan pengawasan sektor keuangan di masa mendatang (sehingga ada sumbangsihnya terhadap pelaksanaan tugas institusi saya serta pembangunan ekonomi nasional).

Literature review and hypothesis development .  Bagian ini menjadi salah satu aspek krusial karena kita perlu menunjukkan bahwa kita  menguasai area yang hendak diteliti serta sudah mengikuti riset-riset yang sudah dilakukan oleh para ilmuwan di area tersebut. Saya membuat urut-urutan sebagai berikut untuk bagian ini:

  • Landasan teori: di sini saya uraikan secara singkat teori-teori yang menjadi dasar dari topik yang saya ambil. Karena baru berupa proposal, tentu tidak perlu kita ulas secara mendalam dan panjang-lebar.
  • Penelitian empiris terdahulu: selanjutnya saya highlight hasil-hasil penelitian empiris yang ada di literatur. Sebaiknya yang mendapat prioritas adalah paper-paper yang terbit di jurnal ilmiah terkemuka, dan yang terbit tidak lebih dari 10 tahun terakhir.
  • Perumusan hipotesis: meskipun tidak perlu sangat mendetail, di sini saya kemukakan pula hipotesis-hipotesis yang akan saya uji dalam penelitian. Sebelum hipotesis dirumuskan, saya kemukakan terlebih dahulu 2-3 paragraf untuk mendukung premis hipotesis saya, terutama saya ambil dari hasil penelitian terdahulu dan juga konteks Indonesia-nya.

Research Design . Pada bagian ini saya utarakan data dan metodologi penelitian, dengan urut-urutan sebagai berikut:

  • Data yang akan saya gunakan, dan bagaimana saya memperoleh data dimaksud.
  • Metode analisis yang akan saya gunakan, berikut model ekonometriknya (tentu tidak perlu mendetail sekali).
  • Cara pengukuran variabel-variabel yang saya gunakan dalam model ekonometrik.

Timeline . Dalam bentuk tabel, di sini saya list tahapan-tahapan penelitian S-3 saya, mulai dari penyusunan proposal penelitian sampai dengan finalisasi disertasi S-3 ( PhD thesis ). Meskipun umumnya PhD di Inggris dan Australia ditempuh dalam waktu empat tahun, timeline saya bagi dalam enam semester (skenario optimis), yaitu Semester I-2019 sampai dengan Semester II-2021. Adapun tahapan-tahapan yang saya masukkan adalah sebagai berikut:

  • Research Proposal
  • PhD Confirmation
  • Writing: Introduction
  • Writing: Institutional Background
  • Writing: Literature Review
  • Writing: Hypothesis Development and Research Methods
  • Data Collection
  • Data Analysis
  • Writing: Data Analysis and Discussion
  • Writing: Robustness Checks
  • Writing: Conclusion and Implications
  • Finalisation of PhD Thesis

References . Dalam daftar pustaka, saya menggunakan sebanyak 26 referensi berupa paper-paper dari berbagai jurnal internasional, terutama jurnal-jurnal terkemuka. Untuk landasan teori dan seminal work di area penelitian saya, saya menggunakan sejumlah  paper yang terbit beberapa dekade lalu. Namun untuk riset-riset empiris, saya memasukkan banyak paper yang terbit beberapa tahun terakhir.

Contoh Proposal Penelitian

Karena berbagai pertimbangan, saya tidak dapat membagikan proposal yang saya susun untuk berburu profesor dan beasiswa tahun 2017 lalu, terlebih proposal tersebut besar kemungkinan akan saya rombak sesuai arahan supervisor saya nantinya.

Karena itu, dalam format yang kurang lebih sama, di sini saya sampaikan contoh proposal yang saya adopsi dari paper saya dan Achmad Sodikin yang berjudul “ Information Disclosure by Family-Controlled Firms: The Role of Board Independence and Institutional Ownership ”, yang terbit di jurnal internasional  Asian Review of Accounting tahun 2013.

Contoh proposal silakan diklik pada link berikut:  Contoh Proposal Penelitian – Salim Darmadi

Semoga sharing  tentang penulisan proposal ini bermanfaat. Pada tulisan ini , saya membagikan pengalaman dan beberapa tips untuk berburu calon supervisor di perguruan tinggi luar negeri, khususnya di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Semangat dan sukses!

[Gambar diambil dari sini ]

Share this:

Posted in Studi & Beasiswa | Tags: beasiswa , phd , riset

' src=

[…] Berikutnya, kita harus mempersiapkan juga proposal penelitian sebaik mungkin. Tips-tips proposal penelitian untuk berburu profesor dan beasiswa S-3 sudah saya bagikan di tulisan ini. […]

By: Berburu Profesor untuk Studi S-3 (PhD) di Luar Negeri | Salim Darmadi on 30 August 2018 at 8:28 am

' src=

Alhamdulillah tulisan Bapak ini sangat bermanfaat, semoga ALLAH izinkan menjadi amal jariyah bagi Bapak..aamiin

By: Yassier on 3 July 2019 at 3:44 pm

' src=

Allaahumma aamiin. Alhamdulillaah… terima kasih, Kak Yassier.

By: salimdarmadi on 24 July 2019 at 11:29 am

' src=

terima kasih banyak atas tulisan bernas nya pa Salim. Sangat bermanfaat untuk saya. Semoga jadi pahala untuk bapak dan keluarga

By: arief husein on 17 October 2019 at 9:07 am

Aamiin. Terima kasih banyak atas apresiasinya, Mas Arief. Tetap semangat dan sukses mengejar cita-cita…

By: salimdarmadi on 24 April 2020 at 5:43 pm

' src=

Bermanfaat sekali Pak tulisannya.. terima kasih

By: Natji on 3 December 2019 at 4:05 pm

Terima kasih kembali. Semangat dan sukses!

By: salimdarmadi on 24 April 2020 at 5:53 pm

' src=

Alhamdulillah, thank you for sharing

By: Suratman Dahlan on 29 January 2020 at 8:03 am

You’re most welcome, Mas. Sukses selalu ya…

By: salimdarmadi on 24 April 2020 at 5:55 pm

' src=

Alhamdulillah tercerahkan pak. Matur suwun nggih.

By: abdullahmuis1 on 8 April 2020 at 7:46 pm

Alhamdulillah. Saya mendapatkan pencerahan dari artikel ini. Matur suwun ya pak.

Sami-sami, Mas. Tetap semangat mengejar cita-cita dan sukses selalu ya…

By: salimdarmadi on 24 April 2020 at 5:57 pm

' src=

makasih pak sharing nya sangat bermanfaat..

By: holmans on 28 July 2020 at 5:38 pm

Terima kasih kembali, Kak Holmans… Terus semangat mengejar cita-cita!

By: Salim Darmadi on 29 July 2020 at 9:03 am

' src=

Terimakasih atas shared pengalamannya pak. Saya dulu agak bingung terkait setting penelitiannya. Dari pengalaman bapak, kira2 yg menjadi pertimbangan ketika semisal mengambil setting di indonesia jika memakai kuantitatif skopenya apakah minimal satu provinsi agar bisa pantas melabeli judulnya “study in indonesia”, atau bagaimana pak? Terimakasih sebelumnya.

By: Budi on 3 August 2020 at 3:59 pm

Terima kasih kembali, Kak Budi. Mohon maaf, terus terang saya belum dapat menjawab pertanyaan ini secara detail karena satu disiplin ilmu tentu berbeda circumstance-nya dengan disiplin ilmu yang lain. Misalnya hal-hal yang menjadi acuan saya untuk disiplin ilmu akuntansi & keuangan akan banyak berbeda dengan disiplin ilmu sosial yang lain. Jadi yang bisa saya sarankan adalah mem-familiar-kan diri dengan terbitan ilmiah terkini di masing-masing disiplin ilmu kita, dengan merujuk pada jurnal-jurnal internasional yang terbit beberapa tahun belakangan. Demikian, Kak Budi, semoga membantu. Tetap semangat dan sukses selalu yaa…

By: Salim Darmadi on 4 September 2020 at 2:15 pm

' src=

alhamdulillah, setelah googling akhirnya ketemu blognya mas Salim. Excellent mas, Terima kasih

By: Taufiq Rizza Nuzuluddin on 24 August 2020 at 8:31 pm

Hehe, terima kasih juga sudah mampir Mas Rizza. Semoga apa yang saya coretkan di sini sedikit-banyak bermanfaat. Tetap semangat dan sukses selalu untuk Mas Rizza…

By: Salim Darmadi on 4 September 2020 at 2:16 pm

' src=

Saya punya mimpi untuk meraih PhD di Aussie.. terima kasih tulisan masnya sangat bermanfaat sekali.. membakar semangat saya untuk meraih hal yg sama diumur saya yg saat ini sudah tidak muda lagi (37 thn) 😁 Do’akan saya bisa meraih cita-cita yaa..

By: Me on 14 September 2020 at 3:21 pm

Aamiin. Tetap semangat dan semoga sukses dalam meraih cita-cita ya Kak. Fyi saya punya banyak teman yang menjalani studi PhD mereka di usia 40-an bahkan 50-an… Jadi rasanya umur 37 tahun belum tergolong tua kok 🙂

By: Salim Darmadi on 2 November 2020 at 1:43 pm

' src=

halo pak, boleh saya dapat contoh proposal desertiasi bpk? soalnya di link nya diatas,sudah tidak aktif lagi pak. terimakasih. [email protected]

By: Malik Al Karim on 10 August 2021 at 12:05 pm

Halo, Kak Malik. Berkali-kali saya coba (tanpa login di WordPress) link di atas masih aktif dan bisa di-download tuh. Silakan coba lagi. Tapi kalau ternyata belum bisa juga, silakan email saya ya: [email protected]

By: Salim Darmadi on 28 August 2021 at 9:52 am

' src=

Terimakasih banyak pak..sangat bermanfaat dan menjadi pencerahan, semoga menjadi amal jariyah bapak..Aminn..

By: afri on 9 October 2021 at 3:41 pm

Aamiin… terima kasih kembali Kak Afri. Semangat dan sukses selalu!

By: Salim Darmadi on 18 October 2021 at 4:52 pm

' src=

sugeng dalu bapak, saya sangat terinspirasi banget dengan blok bapak salim …berkenaan dengan penulisan proposal….

By: asfufi fufi on 24 December 2021 at 11:02 pm

Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya, Kak Asfufi. Sukses selalu ya…

By: Salim Darmadi on 7 January 2022 at 6:24 am

' src=

barokallah pak Salim,terima kasih atas tulisan yang teramat inspiratif bagi saya yang baru memulai dan mencoba apply beasiswa dan mendapatkan supervisor, semoga apa yg bapak bagikan menjadi pahala dan amal jariyah bagi bapak dan keluarga, doakan kami jg bs tetap istiqomah ikhtiar dan mengikuti jejak bapak

semoga bapak dan keluarga selalu sehat dan selalu dalam Lindungan Allah

By: Laili Ilmi on 9 February 2022 at 5:56 am

Aamiin. Terima kasih banyak, Kak Laili. Terus semangat dan semoga sukses mencapai cita-cita ya…

By: Salim Darmadi on 16 February 2022 at 11:02 am

Allahumma Aaamiin, matur nuwun sanget setiap tulisan bapak sangat menginspirasi saya untuk tidak pernah lelah berusaha dengan segala keterbatasan saya Terima kasih atas motivasinya bapak Semoga bapak dan keluarga selalu mendapatkan amalan setiap ilmu yang dibagikan

By: laili ilmi on 20 February 2022 at 2:33 pm

' src=

Halo Pak Salim,. Masa tunggu setelah mengirim email ke calon supervisor ideal berapa lama ya biasanya. Saya paham para professor itu pasti lah orang super sibuk, tapi berapa lama ya waktu ideal utk menunggu balasan dari calon supervisor.

Lalu saya bingung apakah baik mengirim email langsung ke beberapa calon supervisor. Boleh minta sharing pengalamannya..

By: DD on 21 October 2022 at 11:14 am

Halo, Kak Dini. Mohon maaf baru respons. Pengalaman saya dan banyak kawan lainnya memang kami mengirim email penjajakan ke beberapa calon supervisor sekaligus (namun di universitas yang berbeda-beda). Hal ini berdasarkan pertimbangan efisiensi waktu, karena pastinya akan terlalu lama kalau kita menghubungi seorang profesor saja, menunggu jawaban yang bersangkutan, lalu baru mengontak profesor yang lain kalau tidak kunjung ada jawaban.

Soal masa tunggu ideal, tentu kasusnya berbeda-beda ya. Ada yang hari itu juga langsung merespons, tapi ada juga yang berbulan-bulan sama sekali gak ada kabar :)) Karena itulah saya tetap menyarankan “tebar kail” ke beberapa calon supervisor secara simultan. Apabila misalkan ada beberapa profesor ternyata memberikan respons positif terhadap proposal kita, barulah kita menimbang-nimbang untuk memutuskan pilih yang mana. Begitu kita sudah memutuskan, kita tentunya harus mengirimkan email permintaan maaf kepada profesor yang tidak kita pilih, tentu dengan bahasa yang sopan dan diplomatis 🙂

Hari ini (19 Desember 2022) saya telah mengunggah tulisan tentang tips-tips berburu profesor untuk study PhD. Sila disimak dan semoga bermanfaat ya Kak. Semangat dan sukses!

By: Salim Darmadi on 19 December 2022 at 5:49 am

By: Berburu Profesor/Supervisor untuk Studi S-3 (PhD) di Luar Negeri | Salim Darmadi on 19 December 2022 at 1:14 pm

' src=

Terimakasih kak Salim sudah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat ini.. mohon izin bertanya mengenai relevansi penelitian kita terhadap bidang pekerjaan yang kita tekuni sekarang, bila dibandingkan dengan bacground studi di S1 hingga pendidikan terakhir yang tidak linier… misalnya saat ini saya berprofesi sebagai pendidik di bidang manajemen, tetapi s1 saya teknik dan s2 saya manajemen, sebaiknya bagaimana kita tentukan hal ini? kaitannya terhadap kepakaran yang kita kuasai, apakah supervisor/pembimbing di kampus luar negeri mempermasalahkan hal ini juga?

By: pensiundmalang on 20 December 2022 at 4:59 am

Terima kasih kembali, kak. Setahu saya supervisor di kampus-kampus Australia tidak mempermasalahkan latar belakang pendidikan sebelumnya yang kurang linier. Dari pengamatan saya, umumnya mereka lebih memperhatikan potensi/prospek dari si calon mahasiswa untuk sukses menempuh studi PhD, yang antara lain mereka lihat dari pengalaman penelitian ataupun portofolio publikasi ilmiah di bidang/disiplin yang saat ini ditekuni. Demikian Kak, semoga membantu ya… Semangat dan sukses!

By: Salim Darmadi on 20 December 2022 at 7:27 am

' src=

Assalamualaikum wr.wb terima kasih sharing informasinya pak, saya kebetulan sedang binggung mau melakukan apa saja yang kira2 bisa membantu untuk membuat research proposal. rencana untuk mengikuti beasiswa LPDP

bismillah semoga saya bisa membuat research proposal dengan baik dan diterima untuk lulus beasiswa doctor 2023 amin ya robbal alamin.. mhn doanya pak

By: Citra on 5 February 2023 at 12:33 pm

Wa’alaikumussalam wrwb. Terima kasih atas atensinya, Bu Citra. Senang mendapati tulisan ini bermanfaat. Semoga dilapangkan dan dimudahkan jalan untuk meraih beasiswa doktoral ya…

By: Salim Darmadi on 8 February 2023 at 3:03 pm

Leave a comment Cancel reply

  • Riset Akuntansi & Keuangan
  • 162,805 hits
  • Proposal Riset S-3 (PhD) untuk Mencari Profesor dan Beasiswa
  • Mencari Profesor/Supervisor untuk Studi S-3 (PhD) di Luar Negeri
  • Pengalaman dan Tips Wawancara Beasiswa AAS
  • [Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP] Seleksi Wawancara

Recent Posts

  • Menyingkap Sisi Positif
  • Catatan Pejuang PhD: Perjalanan Paruh Kedua (2021-2022)
  • Jelang Perpisahan Dengan Rumah Keempat
  • Secangkir Cokelat Belgia
  • Apakah Perusahaan Keuangan Lebih Agresif dalam Perencanaan Pajak?

Recent Comments

  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.com

My Instagram Feed

Blog at WordPress.com.

' src=

  • Already have a WordPress.com account? Log in now.
  • Subscribe Subscribed
  • Copy shortlink
  • Report this content
  • View post in Reader
  • Manage subscriptions
  • Collapse this bar

contoh essay proposal studi

Contoh Study Plan Beserta 7 Tips Menulisnya

March 17, 2023 • 6 minutes read

contoh essay proposal studi

Study Plan merupakan salah satu dokumen yang wajib dipersiapkan ketika kamu ingin mendaftar kuliah di universitas luar negeri. Jika kamu masih bingung cara menulis plan, pada artikel ini akan membahas contoh study plan yang dapat kamu jadikan patokan untuk menulis plan.

2 Jenis Study Plan

Study plan pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:

1. Plan berdasarkan pertanyaan spesifik

Plan biasanya memiliki pertanyaan spesifik yang dipersyaratkan oleh universitas tujuan untuk dijawab dalam plan.

Beberapa pertanyaan spesifik misalnya, motivasi untuk mengambil mata kuliah tertentu yang berkaitan dengan ketertarikan dan pengalaman, aktivitas akademik dan ekstrakurikuler yang pernah diikuti, deskripsi karakteristik, dan lainnya.

2. Plan format umum

Jika kampus tujuan kamu tidak memiliki pertanyaan spesifik, kamu bisa menulis hal-hal yang ingin ditunjukkan ke panelis kampus tujuan. Di bawah ini merupakan format umum yang bisa ditulis dalam plan, yuk simak!

Isi Study Plan

Masih belum tahu hal-hal yang harus ditulis dalam study plan? Simak poin-poin penting yang wajib kamu tulis dalam study plan di bawah ini.

  • Alasan memilih untuk melanjutkan studi di bidang yang dilamar.
  • Apa masalah atau isu yang diselesaikan setelah selesai kuliah? Pada poin ini, bisa dijelaskan goals atau rencana karir/akademik masa depan.
  • Alasan memutuskan studi di universitas yang dituju. Pada poin ini, juga bisa menjelaskan kelebihan atau keunikan kampus yang kamu tuju dibandingkan dengan kampus lain. Namun, jangan spesifik membandingkan 2 kampus, ya! 
  • Alasan memilih negara terkait. Mirip dengan poin ketiga, kamu bisa menjelaskan perbandingan mengenyam pendidikan di negara tertentu dibanding dengan negara lain. Ada baiknya dihubungkan juga dengan alasan networking, pengalaman, kelebihan negara yang dituju, atau rencana masa depan.
  • Rencana masa depan. Kamu bisa ceritakan tujuan yang ingin dicapai jika berkesempatan untuk melanjutkan studi di kampus tujuan atau menjadi penerima beasiswa yang kamu daftar. 

Baca Juga : Simak Persiapan Menulis Essay untuk Daftar Beasiswa disini

7 Tips Menulis Study Plan

Berikut ini adalah 7 tips menulis study plan yang bisa kamu ikuti agar kamu bisa membuat study plan dengan lebih baik.

  • Baca arahan atau aturan Tiap universitas atau beasiswa pasti memiliki guideline tersendiri . Baca baik-baik dan pastikan kamu memahami aturan penulisan plan yang ada.
  • Gali keunikan diri Pikirkan pengalaman pribadi yang menunjukkan kegigihan, potensi, dan determinasi kamu dalam bidang akademik dan non-akademik.
  • Be memorable Menjadi yang terbaik saja tidak cukup, kamu harus jadi unik dan diri sendiri agar makin dilirik oleh panelis.
  • Pahami nilai dan tujuan kampus/beasiswa Kampus atau beasiswa biasanya memiliki visi. Pastikan visi kamu sejalan dengan mereka agar peluang diterima lebih besar.
  • Buat outline atau mind-map isi plan Untuk memudahkan pembuatan plan, buatlah outline agar kamu lebih terorganisir dan lebih mudah dalam membuat penjelasan dalam study plan.
  • Situation: jelaskan situasi pengalaman atau masalah yang pernah dimiliki
  • Task: Pekerjaan atau responsibilitas yang pernah kamu jalani dan identifikasi masalah apa saja yang kamu punya
  • Action: jelaskan langkah apa saja yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut
  • Result: Apa hasil dari usaha penyelesaian masalah tadi? Apa impact dari terselesaikannya masalah yang kamu miliki?
  • Keep updated Pelajari isu-isu terkini agar kamu tetap update dengan apa yang sedang terjadi dan kebutuhan apa yang sekiranya dibutuhkan di masa sekarang dan masa depan.

Contoh Study Plan

Di bawah ini terdapat 2 contoh study plan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Baca dan perhatikan baik poin-poin yang dijelaskan dalam masing-masing plan, ya! Setelah itu, coba refleksikan dan tulis plan versimu.

1. Study Plan untuk Master’s Degree in Environmental Science

As an undergraduate student in Environmental Science, I developed a deep interest in the impact of climate change on the environment. My passion for the subject led me to pursue a Master’s degree in Environmental Science, with a focus on climate change adaptation and mitigation. My study plan will focus on courses that will equip me with the necessary skills and knowledge to address the issue of climate change in a meaningful way.

I plan to take courses such as Climate Change Science, Environmental Law, Renewable Energy Systems, and Environmental Policy. These courses will help me understand the science behind climate change, the legal framework that governs environmental policy, and the various technologies that can be used to mitigate climate change. In addition to these courses, I will also take courses in Geographic Information Systems (GIS), which will help me analyze and interpret data related to climate change.

To supplement my coursework, I plan to participate in research projects related to climate change. I aim to work with professors who are conducting research in this area and gain practical experience in the field. I also plan to attend conferences and workshops on climate change, where I can network with professionals and learn about the latest developments in the field.

2. Study Plan untuk Master’s Degree in Business Administration

After working for several years in the finance industry, I have decided to pursue a Master’s degree in Business Administration (MBA). My study plan will focus on courses that will equip me with the necessary skills and knowledge to succeed in the business world.

I plan to take courses such as Financial Accounting, Managerial Accounting, Corporate Finance, Marketing Management, and Operations Management. These courses will help me develop a strong understanding of the fundamentals of business, including accounting, finance, marketing, and operations management. In addition to these courses, I will also take courses in Leadership and Organizational Behavior, which will help me develop the soft skills necessary to lead and manage teams effectively.

To supplement my coursework, I plan to participate in internships with companies in the finance and business sectors. These internships will provide me with practical experience in the field and help me develop a network of professionals. I also plan to attend conferences and workshops related to business and finance, where I can learn about the latest developments in the industry and network with professionals.

Baca Juga : Bingung Buat Study Plan?Yuk Simak Tips dan Tricknya!

Rekomendasi Bimbingan Persiapan Daftar Beasiswa

Ingin dibimbing untuk menulis  s tudy plan dan lolos beasiswa luar negeri? Yuk  konsultasi dengan konsultan expert Schoters  agar persiapan beasiswamu lebih terarah.

Butuh program lain untuk menulis  s tudy plan dan lolos beasiswa luar negeri? Cek   program terbaik dari Schoters    untuk bimbingan persiapanmu, dijamin terlengkap.

contoh essay proposal studi

Bagikan artikel ini:

Logo Whatsapp

Kalender Beasiswa

Temukan 150+ beasiswa terlengkap dari 20+ negara

contoh essay proposal studi

Artikel Lainnya

contoh essay proposal studi

Info dan Syarat Beasiswa yang Tidak Wajib Balik ke Indonesia!

contoh essay proposal studi

Persiapan Kerja di Luar Negeri dengan Work Abroad Academy Schoters

contoh essay proposal studi

Info Beasiswa Kuliah di Turki Terlengkap Cek Di Sini!

contoh essay proposal studi

Academia.edu no longer supports Internet Explorer.

To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to  upgrade your browser .

Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link.

  • We're Hiring!
  • Help Center

paper cover thumbnail

Proposal Penelitian dan Rencana Studi

Profile image of Deden Midzanul Akbar

Rencana Studi saya mengenai supersimetri

Related Papers

contoh essay proposal studi

ovi rosalinda

Advances in Water Resources

International Journal of Engineering Research and Technology (IJERT)

IJERT Journal

https://www.ijert.org/a-preferable-brain-computer-interface-for-paralyzed-disabled-people https://www.ijert.org/research/a-preferable-brain-computer-interface-for-paralyzed-disabled-people-IJERTV10IS060186.pdf A significant portion of the population throughout the world is physically disabled to perform the basic activities of life and needs to depend upon others. After a certain age, people become disabled and feel themselves as a burden for society. Inspired by observing the sufferings of physically disabled (paralyzed) people this project is done to reduce their miseries by making them self-dependent with the help of this device. This device is composed of simply a webcam integrated with a computer. A brain computer interface (BCI) is a system of direct communication between a human brain and an external device. This device has an interface that receives commands from the disabled persons by the movement of eyes & face only and is capable of performing some functions automatically according to the given signal from the eyes of the user. Serving neurological patients in future is an expectation of this work also.

Meteorology and Atmospheric Physics

Gregoire Metais

Sharon Bell

This discussion paper is based on the frameworks for community engagement laid by a range of Australian universities, and the growing body of literature analysing the impact of enhanced relationships with communities, on academic organisations and cultural values. A group of Pro Vice-Chancellors and managers with responsibility for, and experience in, community engagement portfolios wanted to look at patterns of practice and management across diverse universities; to bring this into the work of the Australian Universities Community Engagement Alliance (AUCEA); to be able to contribute to policy development; and to advocate for a national quality approach that supports the diversity of ways in which Australian universities engage with their communities. The basic premise is to share concepts and frameworks to invite response and input.2

Zastita materijala

LJiljana Babincev

Virginia Maria

michael graetzel

Julio Navarro Palazón

RELATED PAPERS

Distributor Besar Sorex Underwear Maluku Barat Daya Maluku 0813-5985-2887 (Tsel )

Distributor Besar Sorex Underwear

International Journal of Otorhinolaryngology and Head and Neck Surgery

DEEPAK CHAUHAN

Mechanism and Machine Theory

Santanu Das

Marta Abelha

Industrial Crops and Products

Camilo Quintero

Journal of Genetic Engineering and Biotechnology

Massimiliano Chetta

Peter Ellerton

2001 Proceedings. 51st Electronic Components and Technology Conference (Cat. No.01CH37220)

budiman salam

Ciencia y enfermería

Anabela Pereira

Journal of Mining and Earth Sciences

Hung Khuong

Gastroenterology

Gary Norman

Abigail De la rosa

SHAHADAT AHMED

Arquivos Brasileiros de Neurocirurgia: Brazilian Neurosurgery

Swiss Journal of Economics and Statistics

Holger Wacker

Nature communications

dong ho Woo

Green Processing and Synthesis

Doan Van Hong Thien 001675

RELATED TOPICS

  •   We're Hiring!
  •   Help Center
  • Find new research papers in:
  • Health Sciences
  • Earth Sciences
  • Cognitive Science
  • Mathematics
  • Computer Science
  • Academia ©2024

IMAGES

  1. Contoh Essay LPDP

    contoh essay proposal studi

  2. 005 Essay Example Proposal Proposals Examples ~ Thatsnotus

    contoh essay proposal studi

  3. Contoh Proposal Rencana Studi S2

    contoh essay proposal studi

  4. Contoh Essay

    contoh essay proposal studi

  5. Contoh Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan

    contoh essay proposal studi

  6. 005 Essay Example Proposal Proposals Examples ~ Thatsnotus

    contoh essay proposal studi

VIDEO

  1. Essay Proposal on Utilitarianism

  2. PRESENTASI FINALIS ESSAY EDUCATION FAIR 2023

  3. Essay Proposal Assignment

  4. SERU SIDANG PROPOSAL SKRIPSI. Pengujinya Dosen Milenial

  5. Seri-30 Farmakoepidemiologi : Proposal Case Control

  6. Part 3: REAL STORY! Kisah Inspiratif Lolos BPI

COMMENTS

  1. Tips Membuat Essay LPDP 2024 Menarik dan Contoh Esai

    Tips Membuat Essay LPDP 2024 Menarik & Contoh Esai. Esai merupakan salah satu persyaratan penting dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Keberadaan esai LPDP bertujuan untuk memberi gambaran mengenai wawasan dan pengetahuan pendaftar di bidang studi yang ingin dipelajari. Sebelum membuat esai LPDP, pendaftar perlu mencari refrensi terlebih dahulu.

  2. Essay LPDP (Tips Menulis Proposal Studi)

    Inilah tips menulis essay LPDP untuk Proposal Studi buat kamu yg mau daftar beasiswa LPDP 2022. Saya bahas cara membuat proposal studi LPDP atau proposal stu...

  3. Contoh Essay Beasiswa yang Benar serta Cara Membuatnya [2024]

    Contoh Essay Beasiswa. Bagi kamu yang baru pertama kali menulis essay beasiswa, kamu bisa belajar dari contoh essay beasiswa yang sudah dibuat oleh orang lain. Berikut adalah salah satu contoh essay beasiswa yang bisa kamu jadikan referensi.. Contoh 1: Esai Beasiswa Teknik Lingkungan "Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan melalui Teknologi Ramah Lingkungan"

  4. Arif Saefudin: Cari Tips dan Contoh Essay Beasiswa Unggulan untuk S-2

    Kalau kalian baca tulisan ini, artinya kalian sedang mencari contoh Essay Beasiswa Unggulan, tentu saja dengan tema, "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia". Ini kasusnya saya, yang mendaftar Program Doktor atau S-3 ya. Mungkin hampir sama dengan S-2. Sudah punya Proposal Rencana Studi? Kalau belum dowload DISINI.

  5. Essay Beasiswa Unggulan Serta Contohnya

    Sumber: rawpixel.com from freepik.com. Setelah sekilas tips membuat essay untuk beasiswa unggulan, berikut ini akan ada beberapa contoh untuk lebih memudahkanmu mengetahui cara membuat essay yang tepat. Contoh-contoh berikut disesuaikan dengan judul yang diberikan oleh pihak Kemendikbud pada seleksi di tahun 2020 kemarin yaitu "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia".

  6. Menulis Essay LPDP, Begini Struktur dan Cara Agar Lolos

    Essay LPDP ini berjudul "Komitmen Kembali ke Indonesia, rencana pasca studi dan rencana kontribusi di Indonesia". Essay tersebut terdiri dari 1.500 hingga 2.000 kata. ... Dalam contoh judul essay "Komitmen Kembali ke Indonesia, rencana pasca studi dan rencana kontribusi di Indonesia" ini, ada beberapa kalimat penutup yang bisa Kamu ...

  7. Contoh Essay Beasiswa Unggulan dan Strukturnya, Yuk Pelajari!

    Contoh Essay Beasiswa Unggulan dan Strukturnya. Deskripsi Diri Deksripsi Peran ke Depan Deskripsi Cara Mewujudkan. Jakarta -. Masa pendaftaran Beasiswa Unggulan tengah dibuka untuk detikers yang ingin menempuh studi jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor. Penulisan esai menjadi salah satu syarat pendaftaran di beasiswa Kemendikbudristek ini.

  8. Essay Beasiswa AAS: Panduan dan Contoh

    1. Bagian Pertama Essay Beasiswa AAS. Pada poin pertama, jelaskan motivasi kamu memilih universitas dan program studi yang menjadi tujuan. Motivasi dapat berupa kaitan dengan personal background seperti academic background/organization experience/isu sekitar yang menjadi concern kamu. Sebagai contoh: kamu ingin menempuh studi lanjut di program ...

  9. 3 Contoh Study Plan untuk Beasiswa LPDP

    Contoh Study Plan untuk Beasiswa LPDP. Supaya lebih membantu dalam menyusun dokumen study plan dengan baik dan benar sehingga memperbesar peluang lolos seleksi beasiswa. Maka berikut beberapa contoh study plan untuk beasiswa LPDP yang bisa dipelajari: 1. Contoh Study Plan 1.

  10. Cara Menulis Rencana Studi untuk Beasiswa: 13 Langkah

    Cara Menulis Rencana Studi untuk Beasiswa. Jika diminta menulis rencana studi untuk beasiswa, Anda mungkin tidak tahu harus memulai dari mana. Pada dasarnya, sebuah rencana studi menjelaskan program studi yang akan Anda pelajari dan alasan memilihnya. Salah satu komite beasiswa umum yang meminta rencana studi adalah China Scholarship Council (CSC).

  11. Panduan Menulis Proposal Studi Beasiswa LPDP 2019

    Banyak yang baru di beasiswa LPDP 2019. Salah satu diantaranya adalah essay yang harus ditulis. Pada beasiswa LPDP 2019 ini, ada dua essay yang harus ditulis oleh pejuang beasiswa yaitu proposal studi dan rencana studi. Walaupun terlihat mirip, kedua essay ini tentu saja memiliki isi atau konten yang berbeda.

  12. Panduan Menulis Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan

    Namun demikian, pengalaman beberapa teman yang sudah mendapatkan beasiswa, mereka membuat Proposal Rencana Studi dengan mengikuti format penulisan essay beasiswa unggulan yaitu ditulis sebanyak 3-5 halaman, kertas A4, Times New Roman, font 12, spasi 1.5. Baca juga: Panduan Menulis Rencana Studi Beasiswa LPDP. Setelah memahami format, tentu saja ...

  13. 3 Contoh Essay Beasiswa, Pendidikan dan Cara Membuatnya

    Alasan saya memilih program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Sumatera Utara, dikarenakan setelah saya browsing, ternyata jurusan ini merupakan salah satu jurusan paling banyak peminat dan terfavorit di Medan. ... Contoh Essay Beasiswa Pendidikan Contoh Essay Beasiswa Tentang Diri Sendiri. Oleh: Mohammad Ahlim Ihsan Abidin. Pengenalan Diri.

  14. 30+ Contoh Essay Ilmiah, Pendidikan, dan Beasiswa (+PDF)

    30+ Contoh Essay Ilmiah, Pendidikan, dan Beasiswa (+PDF) Diperbarui: 28 Maret 2024 oleh Rizky Pratama. Essay (Esai) adalah sebuah karangan berbentuk tulisan yang berisi opini seseorang terhadap suatu topik atau hal yang terjadi di masyarakat. Penulisan essay sifatnya subjektif, sehingga akan sangat bergantung dari sudut pandang penulisnya.

  15. Contoh Proposal Studi LPDP :Komitmen kembali ke Indonesia ...

    Ultimately, I am writing this study proposal to elaborate my intention to help Indonesian moms, her partner and health care providers. I believe, by gaining a master degree in UK, it would improve better services for better quality care of moms and babies. Chevening Tips : How to Write Chevening Essays Tips Menulis Essay Beasiswa Chevening

  16. Essay Dan Proposal Beasiswa Unggulan

    Contoh essay dan proposal bisa langsung di download dibawah kalau kalian buru-buru. Judul dibuat untuk memudahkan para pencari informasi, sementara paragraf berikut ini isinya hanya drama. ... S2 Studi Agama dan Lintas Budaya. Bukan harus atau gak harus sih. Essay kan dari BU cuma ngasih tema, sementara untuk bagaimana mengembangkannya ...

  17. Proposal Riset S-3 (PhD) untuk Mencari Profesor dan Beasiswa

    Struktur/Sistematika Proposal. Berikut adalah struktur proposal yang saya gunakan untuk mendekati para calon supervisor di berbagai universitas di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Saya mengambil format ini setelah melihat banyak contoh dan referensi dari berbagai sumber, juga dari pengalaman saya dalam menulis karya tulis ilmiah di jurnal ...

  18. Contoh Study Plan Beserta 7 Tips Menulisnya

    Contoh Study Plan. Di bawah ini terdapat 2 contoh study plan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Baca dan perhatikan baik poin-poin yang dijelaskan dalam masing-masing plan, ya! Setelah itu, coba refleksikan dan tulis plan versimu. 1. Study Plan untuk Master's Degree in Environmental Science

  19. Proposal Penelitian dan Rencana Studi

    Penutup Demikianlah proposal yang berisi rencana studi untuk semester 3 dan semester 4 (selama waktu penerimaan beasiswa) dan rencana penelitian yang akan dilakukan selama waktu tersebut dan akan digunakan sebagai bahan penulisan tesis magister. Saya berharap agak pihak 4 panitia penyeleksi Beasiswa Unggulan berkenan untuk menerima apa-apa yang ...

  20. Contoh Proposal Studi LPDP 2023 :Komitmen kembali ke Indonesia, rencana

    Dibawah ini adalah salah satu contoh Proposal Studi LPDP 2023 :Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia dari awardee LPDP tahun 2019. ... Membuat Motivational Letter untuk Semua Kampus Cara menulis Essay Motivational Letter Complete Chevening Essay. Lpdp. Beasiswa Lpdp. Scholarship. Scholarships ...

  21. Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan

    Proposal rencana studi ini membahas rencana studi S1 di Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Rencana studi ini mencakup target lulus kurang dari 3,5 tahun dengan IPK di atas 3,8 serta menghasilkan dua jurnal dan memiliki usaha bisnis perikanan. Setelah lulus, rencana lanjut ke jenjang S2 di Jepang dan S3 di China.