FatwaPedia

Pengertian Critical Review: Isi, Contoh dan Langkah Membuat Critical Review yang Baik

' src=

Pengertian Critical Review

Isi critical review, langkah-langkah membuat critical review, contoh critical review .

' src=

Leave a Comment Cancel reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Artikel Pilihan

ILM FC24

ILM FC 24 Mod Liga Indonesia untuk EAFC24 PC

Hukum Mencium Pipi Sahabat

Hukum Mencium Pipi Sahabat di Islam dan Indonesia

Hukum Mengucapkan Hari Ibu dalam Islam

Hukum Mengucapkan Hari Ibu dalam Islam di Perbolehkan atau Tidak

exblog.jp adsense

Cara Daftar Exblog JP Auto Approve Adsense dalam 10 Menit

FIFA16 MOD EA FC24

Fifa 16 Mod EA Sports FC 24 Full Transfer Terbaru

Mod Map Jawa Bussid Terbaru

Download Mod Map Jawa Bussid Versi Terbaru

FatwaPedia. (4)

Contoh Critical Review: Panduan Lengkap untuk Menulis Sebuah Review yang Kritis

Bagikan Artikel:

Salam, Sobat Gonel! Mahir menulis sebuah review yang kritis adalah suatu kemampuan yang sangat penting, terutama di era digital saat ini. Banyak orang mengandalkan review sebagai panduan sebelum membeli produk atau menggunakan jasa tertentu. Namun, menulis kritik yang konstruktif dan efektif tidak mudah dilakukan. Anda perlu menguasai teknik-teknik khusus dan memahami bagaimana cara mengekspresikan pendapat Anda dengan jelas dan sempurna. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tentang contoh critical review yang akan membantu Anda meningkatkan kemampuan menulis Anda dan memberikan panduan bermanfaat bagi orang lain di sekitar Anda.

Sebelum kita memulai, mari kita bicarakan sedikit tentang critical review. Apa itu, sebenarnya?

Critical review adalah sebuah teks yang mengevaluasi dan menganalisis konten tertentu, seperti sebuah buku, film, esai, atau bahkan produk tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan analisis yang mendalam dan kritis mengenai kualitas konten, membantu pembaca untuk memahami lebih baik tentang konten tersebut dan memberikan panduan bagi mereka yang mencari rekomendasi. Ada beberapa elemen penting yang harus dimasukkan dalam sebuah critical review untuk membuatnya efektif dan informatif.

Elemen-elemen Penting dalam Membuat Sebuah Critical Review

Berikut adalah beberapa elemen penting yang harus dimasukkan dalam sebuah critical review:

1. Overview

Overview adalah bagian di mana Anda memberikan gambaran umum tentang konten yang akan Anda review. Hal ini meliputi pengenalan singkat tentang penulis, sutradara, atau pembuat konten, serta gambaran umum tentang isi dan tema konten tersebut.

2. Analisis Konten

Bagian ini adalah inti dari sebuah critical review, di mana Anda mengevaluasi konten secara mendalam dan kritis. Anda perlu memberikan analisis yang mendalam tentang kualitas konten, peran pembuat konten, tata bahasa, atau teknik storytelling yang digunakan. Anda juga perlu memberikan alasan yang kuat dan mengutip bukti-bukti konkret untuk mendukung pendapat Anda.

3. Kualitas Konten

Bagian ini berfokus pada kualitas konten yang telah Anda review. Anda perlu menilai apakah konten tersebut memiliki kualitas yang baik, buruk, atau biasa saja. Anda juga perlu memberikan alasan yang kuat dan mengutip bukti-bukti konkret untuk mendukung pendapat Anda.

4. Kelebihan dan Kekurangan

Bagian ini berfokus pada kelebihan dan kekurangan dari konten tersebut. Anda perlu mengidentifikasi hal-hal yang membuat konten tersebut baik, dan mengidentifikasi masalah atau kekurangan yang perlu diperbaiki.

5. Kesimpulan

Bagian terakhir dari sebuah critical review adalah kesimpulan, di mana Anda memberikan ringkasan tentang analisis Anda dan memberikan rekomendasi apakah konten tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Anda perlu mengulang kembali pendapat dan argumen Anda dan membuat rekomendasi yang jelas dan tepat.

Kelebihan dan Kekurangan Contoh Critical Review dan Penjelasan Secara Detail

Kelebihan contoh critical review.

Dalam menulis sebuah critical review, ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan:

  • Memberikan panduan dan rekomendasi bagi pembaca tentang konten yang akan mereka beli atau konsumsi.
  • Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konten dan memberikan perspektif yang berbeda.
  • Memberikan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi konten secara kritis.
  • Meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis Anda.

Kelebihan-kelebihan ini membuat critical review sangat penting untuk dikembangkan dan dikuasai, terutama bagi mereka yang ingin memberikan panduan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Kekurangan Contoh Critical Review

Tentu saja, setiap metode menulis memiliki kekurangan dan critical review bukanlah pengecualian. Berikut adalah beberapa kekurangan dalam menulis sebuah critical review:

  • Butuh waktu dan usaha yang cukup untuk menulis sebuah critical review yang efektif dan informatif.
  • Membutuhkan kemampuan menulis dan analisis yang baik untuk menghasilkan sebuah review yang berkualitas.
  • Bisa terjadi konflik kepentingan ketika reviewer juga sebagai pemasar atau promotor produk atau layanan.
  • Tidak semua orang bisa menerima kritik dengan baik, sehingga bisa terjadi perselisihan atau konflik antara reviewer dan pembuat konten.

Meskipun demikian, kekurangan-kekurangan ini bisa diatasi dengan belajar dan menguasai teknik-teknik khusus dan memahami bagaimana cara mengekspresikan pendapat Anda dengan jelas dan efektif.

Tabel Contoh Critical Review

Faq contoh critical review, 1. apa itu critical review.

Critical review adalah sebuah teks yang mengevaluasi dan menganalisis konten tertentu, seperti sebuah buku, film, esai, atau bahkan produk tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan analisis yang mendalam dan kritis tentang kualitas konten, membantu pembaca untuk memahami lebih baik tentang konten tersebut dan memberikan panduan bagi mereka yang mencari rekomendasi.

2. Mengapa critical review penting?

Critical review penting karena memberikan panduan dan rekomendasi bagi pembaca tentang konten yang akan mereka beli atau konsumsi. Selain itu, critical review juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konten dan memberikan perspektif yang berbeda. Hal ini membantu pembaca untuk memahami konten dengan lebih baik dan memberikan panduan yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Apa saja elemen penting dalam menulis sebuah critical review?

Beberapa elemen penting dalam menulis sebuah critical review adalah overview, analisis konten, kualitas konten, kelebihan dan kekurangan, serta kesimpulan.

4. Bagaimana cara mengevaluasi konten secara kritis?

Cara mengevaluasi konten secara kritis adalah dengan memberikan alasan yang kuat dan mengutip bukti-bukti konkret untuk mendukung pendapat Anda. Anda perlu menilai kualitas konten, peran pembuat konten, tata bahasa, atau teknik storytelling yang digunakan, dan memberikan analisis yang mendalam tentang hal-hal tersebut.

5. Apa yang harus dilakukan jika reviewer dan pembuat konten tidak sependapat?

Jika reviewer dan pembuat konten tidak sependapat, hal yang terbaik adalah berkomunikasi dengan baik dan menghargai pendapat masing-masing. Pembuat konten bisa menggunakan kritik dari reviewer sebagai umpan balik untuk memperbaiki produk atau layanan mereka, dan reviewer bisa memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang pendapatnya.

6. Apa yang harus dilakukan jika reviewer juga sebagai pemasar atau promotor produk atau layanan?

Jika reviewer juga sebagai pemasar atau promotor produk atau layanan, ia harus tetap berusaha untuk memberikan kritik yang jujur dan objektif. Reviewer bisa memberikan penjelasan yang jelas tentang alasan untuk merekomendasikan produk atau layanan tersebut, dan memberikan informasi yang lengkap tentang kelebihan dan kekurangannya.

7. Apa saja kelebihan dan kekurangan dalam menulis sebuah critical review?

Kelebihan dalam menulis sebuah critical review adalah bisa memberikan panduan dan rekomendasi bagi pembaca tentang konten yang akan mereka beli atau konsumsi, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konten dan memberikan perspektif yang berbeda, memberikan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi konten secara kritis, serta meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis Anda. Sedangkan kekurangan dalam menulis sebuah critical review adalah butuh waktu dan usaha yang cukup untuk menulis sebuah critical review yang efektif dan informatif, membutuhkan kemampuan menulis dan analisis yang baik untuk menghasilkan sebuah review yang berkualitas, bisa terjadi konflik kepentingan ketika reviewer juga sebagai pemasar atau promotor produk atau layanan, dan tidak semua orang bisa menerima kritik dengan baik.

Dalam menulis sebuah critical review, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, seperti elemen-elemen penting, kelebihan dan kekurangan, serta teknik-teknik khusus yang perlu dikuasai. Dengan mengembangkan kemampuan menulis dan berpikir kritis Anda, Anda akan menjadi lebih efektif dalam memberikan panduan dan rekomendasi bagi orang lain di sekitar Anda. Jangan lupa untuk selalu berusaha untuk menghasilkan critical review yang objektif, jelas, dan informatif, serta mengutamakan kualitas dan integritas sebagai seorang reviewer.

Kata Penutup

Artikel ini membahas tentang contoh critical review dan memberikan panduan lengkap tentang bagaimana cara menulis sebuah review yang kritis dan informatif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis Anda, dan memberikan panduan yang bermanfaat bagi orang lain di sekitar Anda. Jangan lupa untuk selalu berusaha untuk menjadi reviewer yang objektif dan jujur, dan memberikan panduan yang bermanfaat bagi orang lain.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kami secara pribadi, dan tidak ada hubungannya dengan produk atau layanan tertentu yang dibahas di dalamnya.

' src=

Tukang Share Informasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama dan email saya di browser ini untuk komentar saya berikutnya.

Gonel.id

  • Jelajahi Artikel
  • Privacy Policy

Copyright © 2024 Gonel.id . All Right Reserved

Apa yang sedang Anda cari?

Temukan beberapa kata kunci yang di inginkan.

How to Write Critical Reviews

When you are asked to write a critical review of a book or article, you will need to identify, summarize, and evaluate the ideas and information the author has presented. In other words, you will be examining another person’s thoughts on a topic from your point of view.

Your stand must go beyond your “gut reaction” to the work and be based on your knowledge (readings, lecture, experience) of the topic as well as on factors such as criteria stated in your assignment or discussed by you and your instructor.

Make your stand clear at the beginning of your review, in your evaluations of specific parts, and in your concluding commentary.

Remember that your goal should be to make a few key points about the book or article, not to discuss everything the author writes.

Understanding the Assignment

To write a good critical review, you will have to engage in the mental processes of analyzing (taking apart) the work–deciding what its major components are and determining how these parts (i.e., paragraphs, sections, or chapters) contribute to the work as a whole.

Analyzing the work will help you focus on how and why the author makes certain points and prevent you from merely summarizing what the author says. Assuming the role of an analytical reader will also help you to determine whether or not the author fulfills the stated purpose of the book or article and enhances your understanding or knowledge of a particular topic.

Be sure to read your assignment thoroughly before you read the article or book. Your instructor may have included specific guidelines for you to follow. Keeping these guidelines in mind as you read the article or book can really help you write your paper!

Also, note where the work connects with what you’ve studied in the course. You can make the most efficient use of your reading and notetaking time if you are an active reader; that is, keep relevant questions in mind and jot down page numbers as well as your responses to ideas that appear to be significant as you read.

Please note: The length of your introduction and overview, the number of points you choose to review, and the length of your conclusion should be proportionate to the page limit stated in your assignment and should reflect the complexity of the material being reviewed as well as the expectations of your reader.

Write the introduction

Below are a few guidelines to help you write the introduction to your critical review.

Introduce your review appropriately

Begin your review with an introduction appropriate to your assignment.

If your assignment asks you to review only one book and not to use outside sources, your introduction will focus on identifying the author, the title, the main topic or issue presented in the book, and the author’s purpose in writing the book.

If your assignment asks you to review the book as it relates to issues or themes discussed in the course, or to review two or more books on the same topic, your introduction must also encompass those expectations.

Explain relationships

For example, before you can review two books on a topic, you must explain to your reader in your introduction how they are related to one another.

Within this shared context (or under this “umbrella”) you can then review comparable aspects of both books, pointing out where the authors agree and differ.

In other words, the more complicated your assignment is, the more your introduction must accomplish.

Finally, the introduction to a book review is always the place for you to establish your position as the reviewer (your thesis about the author’s thesis).

As you write, consider the following questions:

  • Is the book a memoir, a treatise, a collection of facts, an extended argument, etc.? Is the article a documentary, a write-up of primary research, a position paper, etc.?
  • Who is the author? What does the preface or foreword tell you about the author’s purpose, background, and credentials? What is the author’s approach to the topic (as a journalist? a historian? a researcher?)?
  • What is the main topic or problem addressed? How does the work relate to a discipline, to a profession, to a particular audience, or to other works on the topic?
  • What is your critical evaluation of the work (your thesis)? Why have you taken that position? What criteria are you basing your position on?

Provide an overview

In your introduction, you will also want to provide an overview. An overview supplies your reader with certain general information not appropriate for including in the introduction but necessary to understanding the body of the review.

Generally, an overview describes your book’s division into chapters, sections, or points of discussion. An overview may also include background information about the topic, about your stand, or about the criteria you will use for evaluation.

The overview and the introduction work together to provide a comprehensive beginning for (a “springboard” into) your review.

  • What are the author’s basic premises? What issues are raised, or what themes emerge? What situation (i.e., racism on college campuses) provides a basis for the author’s assertions?
  • How informed is my reader? What background information is relevant to the entire book and should be placed here rather than in a body paragraph?

Write the body

The body is the center of your paper, where you draw out your main arguments. Below are some guidelines to help you write it.

Organize using a logical plan

Organize the body of your review according to a logical plan. Here are two options:

  • First, summarize, in a series of paragraphs, those major points from the book that you plan to discuss; incorporating each major point into a topic sentence for a paragraph is an effective organizational strategy. Second, discuss and evaluate these points in a following group of paragraphs. (There are two dangers lurking in this pattern–you may allot too many paragraphs to summary and too few to evaluation, or you may re-summarize too many points from the book in your evaluation section.)
  • Alternatively, you can summarize and evaluate the major points you have chosen from the book in a point-by-point schema. That means you will discuss and evaluate point one within the same paragraph (or in several if the point is significant and warrants extended discussion) before you summarize and evaluate point two, point three, etc., moving in a logical sequence from point to point to point. Here again, it is effective to use the topic sentence of each paragraph to identify the point from the book that you plan to summarize or evaluate.

Questions to keep in mind as you write

With either organizational pattern, consider the following questions:

  • What are the author’s most important points? How do these relate to one another? (Make relationships clear by using transitions: “In contrast,” an equally strong argument,” “moreover,” “a final conclusion,” etc.).
  • What types of evidence or information does the author present to support his or her points? Is this evidence convincing, controversial, factual, one-sided, etc.? (Consider the use of primary historical material, case studies, narratives, recent scientific findings, statistics.)
  • Where does the author do a good job of conveying factual material as well as personal perspective? Where does the author fail to do so? If solutions to a problem are offered, are they believable, misguided, or promising?
  • Which parts of the work (particular arguments, descriptions, chapters, etc.) are most effective and which parts are least effective? Why?
  • Where (if at all) does the author convey personal prejudice, support illogical relationships, or present evidence out of its appropriate context?

Keep your opinions distinct and cite your sources

Remember, as you discuss the author’s major points, be sure to distinguish consistently between the author’s opinions and your own.

Keep the summary portions of your discussion concise, remembering that your task as a reviewer is to re-see the author’s work, not to re-tell it.

And, importantly, if you refer to ideas from other books and articles or from lecture and course materials, always document your sources, or else you might wander into the realm of plagiarism.

Include only that material which has relevance for your review and use direct quotations sparingly. The Writing Center has other handouts to help you paraphrase text and introduce quotations.

Write the conclusion

You will want to use the conclusion to state your overall critical evaluation.

You have already discussed the major points the author makes, examined how the author supports arguments, and evaluated the quality or effectiveness of specific aspects of the book or article.

Now you must make an evaluation of the work as a whole, determining such things as whether or not the author achieves the stated or implied purpose and if the work makes a significant contribution to an existing body of knowledge.

Consider the following questions:

  • Is the work appropriately subjective or objective according to the author’s purpose?
  • How well does the work maintain its stated or implied focus? Does the author present extraneous material? Does the author exclude or ignore relevant information?
  • How well has the author achieved the overall purpose of the book or article? What contribution does the work make to an existing body of knowledge or to a specific group of readers? Can you justify the use of this work in a particular course?
  • What is the most important final comment you wish to make about the book or article? Do you have any suggestions for the direction of future research in the area? What has reading this work done for you or demonstrated to you?

critical review kasus

Academic and Professional Writing

This is an accordion element with a series of buttons that open and close related content panels.

Analysis Papers

Reading Poetry

A Short Guide to Close Reading for Literary Analysis

Using Literary Quotations

Play Reviews

Writing a Rhetorical Précis to Analyze Nonfiction Texts

Incorporating Interview Data

Grant Proposals

Planning and Writing a Grant Proposal: The Basics

Additional Resources for Grants and Proposal Writing

Job Materials and Application Essays

Writing Personal Statements for Ph.D. Programs

  • Before you begin: useful tips for writing your essay
  • Guided brainstorming exercises
  • Get more help with your essay
  • Frequently Asked Questions

Resume Writing Tips

CV Writing Tips

Cover Letters

Business Letters

Proposals and Dissertations

Resources for Proposal Writers

Resources for Dissertators

Research Papers

Planning and Writing Research Papers

Quoting and Paraphrasing

Writing Annotated Bibliographies

Creating Poster Presentations

Writing an Abstract for Your Research Paper

Thank-You Notes

Advice for Students Writing Thank-You Notes to Donors

Reading for a Review

Critical Reviews

Writing a Review of Literature

Scientific Reports

Scientific Report Format

Sample Lab Assignment

Writing for the Web

Writing an Effective Blog Post

Writing for Social Media: A Guide for Academics

helpful professor logo

33 Critical Analysis Examples

critical analysis examples and definition, explained below

Critical analysis refers to the ability to examine something in detail in preparation to make an evaluation or judgment.

It will involve exploring underlying assumptions, theories, arguments, evidence, logic, biases, contextual factors, and so forth, that could help shed more light on the topic.

In essay writing, a critical analysis essay will involve using a range of analytical skills to explore a topic, such as:

  • Evaluating sources
  • Exploring strengths and weaknesses
  • Exploring pros and cons
  • Questioning and challenging ideas
  • Comparing and contrasting ideas

If you’re writing an essay, you could also watch my guide on how to write a critical analysis essay below, and don’t forget to grab your worksheets and critical analysis essay plan to save yourself a ton of time:

Grab your Critical Analysis Worksheets and Essay Plan Here

chris

Critical Analysis Examples

1. exploring strengths and weaknesses.

Perhaps the first and most straightforward method of critical analysis is to create a simple strengths-vs-weaknesses comparison.

Most things have both strengths and weaknesses – you could even do this for yourself! What are your strengths? Maybe you’re kind or good at sports or good with children. What are your weaknesses? Maybe you struggle with essay writing or concentration.

If you can analyze your own strengths and weaknesses, then you understand the concept. What might be the strengths and weaknesses of the idea you’re hoping to critically analyze?

Strengths and weaknesses could include:

  • Does it seem highly ethical (strength) or could it be more ethical (weakness)?
  • Is it clearly explained (strength) or complex and lacking logical structure (weakness)?
  • Does it seem balanced (strength) or biased (weakness)?

You may consider using a SWOT analysis for this step. I’ve provided a SWOT analysis guide here .

2. Evaluating Sources

Evaluation of sources refers to looking at whether a source is reliable or unreliable.

This is a fundamental media literacy skill .

Steps involved in evaluating sources include asking questions like:

  • Who is the author and are they trustworthy?
  • Is this written by an expert?
  • Is this sufficiently reviewed by an expert?
  • Is this published in a trustworthy publication?
  • Are the arguments sound or common sense?

For more on this topic, I’d recommend my detailed guide on digital literacy .

3. Identifying Similarities

Identifying similarities encompasses the act of drawing parallels between elements, concepts, or issues.

In critical analysis, it’s common to compare a given article, idea, or theory to another one. In this way, you can identify areas in which they are alike.

Determining similarities can be a challenge, but it’s an intellectual exercise that fosters a greater understanding of the aspects you’re studying. This step often calls for a careful reading and note-taking to highlight matching information, points of view, arguments or even suggested solutions.

Similarities might be found in:

  • The key themes or topics discussed
  • The theories or principles used
  • The demographic the work is written for or about
  • The solutions or recommendations proposed

Remember, the intention of identifying similarities is not to prove one right or wrong. Rather, it sets the foundation for understanding the larger context of your analysis, anchoring your arguments in a broader spectrum of ideas.

Your critical analysis strengthens when you can see the patterns and connections across different works or topics. It fosters a more comprehensive, insightful perspective. And importantly, it is a stepping stone in your analysis journey towards evaluating differences, which is equally imperative and insightful in any analysis.

4. Identifying Differences

Identifying differences involves pinpointing the unique aspects, viewpoints or solutions introduced by the text you’re analyzing. How does it stand out as different from other texts?

To do this, you’ll need to compare this text to another text.

Differences can be revealed in:

  • The potential applications of each idea
  • The time, context, or place in which the elements were conceived or implemented
  • The available evidence each element uses to support its ideas
  • The perspectives of authors
  • The conclusions reached

Identifying differences helps to reveal the multiplicity of perspectives and approaches on a given topic. Doing so provides a more in-depth, nuanced understanding of the field or issue you’re exploring.

This deeper understanding can greatly enhance your overall critique of the text you’re looking at. As such, learning to identify both similarities and differences is an essential skill for effective critical analysis.

My favorite tool for identifying similarities and differences is a Venn Diagram:

venn diagram

To use a venn diagram, title each circle for two different texts. Then, place similarities in the overlapping area of the circles, while unique characteristics (differences) of each text in the non-overlapping parts.

6. Identifying Oversights

Identifying oversights entails pointing out what the author missed, overlooked, or neglected in their work.

Almost every written work, no matter the expertise or meticulousness of the author, contains oversights. These omissions can be absent-minded mistakes or gaps in the argument, stemming from a lack of knowledge, foresight, or attentiveness.

Such gaps can be found in:

  • Missed opportunities to counter or address opposing views
  • Failure to consider certain relevant aspects or perspectives
  • Incomplete or insufficient data that leaves the argument weak
  • Failing to address potential criticism or counter-arguments

By shining a light on these weaknesses, you increase the depth and breadth of your critical analysis. It helps you to estimate the full worth of the text, understand its limitations, and contextualize it within the broader landscape of related work. Ultimately, noticing these oversights helps to make your analysis more balanced and considerate of the full complexity of the topic at hand.

You may notice here that identifying oversights requires you to already have a broad understanding and knowledge of the topic in the first place – so, study up!

7. Fact Checking

Fact-checking refers to the process of meticulously verifying the truth and accuracy of the data, statements, or claims put forward in a text.

Fact-checking serves as the bulwark against misinformation, bias, and unsubstantiated claims. It demands thorough research, resourcefulness, and a keen eye for detail.

Fact-checking goes beyond surface-level assertions:

  • Examining the validity of the data given
  • Cross-referencing information with other reliable sources
  • Scrutinizing references, citations, and sources utilized in the article
  • Distinguishing between opinion and objectively verifiable truths
  • Checking for outdated, biased, or unbalanced information

If you identify factual errors, it’s vital to highlight them when critically analyzing the text. But remember, you could also (after careful scrutiny) also highlight that the text appears to be factually correct – that, too, is critical analysis.

8. Exploring Counterexamples

Exploring counterexamples involves searching and presenting instances or cases which contradict the arguments or conclusions presented in a text.

Counterexamples are an effective way to challenge the generalizations, assumptions or conclusions made in an article or theory. They can reveal weaknesses or oversights in the logic or validity of the author’s perspective.

Considerations in counterexample analysis are:

  • Identifying generalizations made in the text
  • Seeking examples in academic literature or real-world instances that contradict these generalizations
  • Assessing the impact of these counterexamples on the validity of the text’s argument or conclusion

Exploring counterexamples enriches your critical analysis by injecting an extra layer of scrutiny, and even doubt, in the text.

By presenting counterexamples, you not only test the resilience and validity of the text but also open up new avenues of discussion and investigation that can further your understanding of the topic.

See Also: Counterargument Examples

9. Assessing Methodologies

Assessing methodologies entails examining the techniques, tools, or procedures employed by the author to collect, analyze and present their information.

The accuracy and validity of a text’s conclusions often depend on the credibility and appropriateness of the methodologies used.

Aspects to inspect include:

  • The appropriateness of the research method for the research question
  • The adequacy of the sample size
  • The validity and reliability of data collection instruments
  • The application of statistical tests and evaluations
  • The implementation of controls to prevent bias or mitigate its impact

One strategy you could implement here is to consider a range of other methodologies the author could have used. If the author conducted interviews, consider questioning why they didn’t use broad surveys that could have presented more quantitative findings. If they only interviewed people with one perspective, consider questioning why they didn’t interview a wider variety of people, etc.

See Also: A List of Research Methodologies

10. Exploring Alternative Explanations

Exploring alternative explanations refers to the practice of proposing differing or opposing ideas to those put forward in the text.

An underlying assumption in any analysis is that there may be multiple valid perspectives on a single topic. The text you’re analyzing might provide one perspective, but your job is to bring into the light other reasonable explanations or interpretations.

Cultivating alternative explanations often involves:

  • Formulating hypotheses or theories that differ from those presented in the text
  • Referring to other established ideas or models that offer a differing viewpoint
  • Suggesting a new or unique angle to interpret the data or phenomenon discussed in the text

Searching for alternative explanations challenges the authority of a singular narrative or perspective, fostering an environment ripe for intellectual discourse and critical thinking . It nudges you to examine the topic from multiple angles, enhancing your understanding and appreciation of the complexity inherent in the field.

A Full List of Critical Analysis Skills

  • Exploring Strengths and Weaknesses
  • Evaluating Sources
  • Identifying Similarities
  • Identifying Differences
  • Identifying Biases
  • Hypothesis Testing
  • Fact-Checking
  • Exploring Counterexamples
  • Assessing Methodologies
  • Exploring Alternative Explanations
  • Pointing Out Contradictions
  • Challenging the Significance
  • Cause-And-Effect Analysis
  • Assessing Generalizability
  • Highlighting Inconsistencies
  • Reductio ad Absurdum
  • Comparing to Expert Testimony
  • Comparing to Precedent
  • Reframing the Argument
  • Pointing Out Fallacies
  • Questioning the Ethics
  • Clarifying Definitions
  • Challenging Assumptions
  • Exposing Oversimplifications
  • Highlighting Missing Information
  • Demonstrating Irrelevance
  • Assessing Effectiveness
  • Assessing Trustworthiness
  • Recognizing Patterns
  • Differentiating Facts from Opinions
  • Analyzing Perspectives
  • Prioritization
  • Making Predictions
  • Conducting a SWOT Analysis
  • PESTLE Analysis
  • Asking the Five Whys
  • Correlating Data Points
  • Finding Anomalies Or Outliers
  • Comparing to Expert Literature
  • Drawing Inferences
  • Assessing Validity & Reliability

Analysis and Bloom’s Taxonomy

Benjamin Bloom placed analysis as the third-highest form of thinking on his ladder of cognitive skills called Bloom’s Taxonomy .

This taxonomy starts with the lowest levels of thinking – remembering and understanding. The further we go up the ladder, the more we reach higher-order thinking skills that demonstrate depth of understanding and knowledge, as outlined below:

blooms taxonomy, explained below

Here’s a full outline of the taxonomy in a table format:

Chris

Chris Drew (PhD)

Dr. Chris Drew is the founder of the Helpful Professor. He holds a PhD in education and has published over 20 articles in scholarly journals. He is the former editor of the Journal of Learning Development in Higher Education. [Image Descriptor: Photo of Chris]

  • Chris Drew (PhD) https://helpfulprofessor.com/author/chris-drew-phd/ 15 Animism Examples
  • Chris Drew (PhD) https://helpfulprofessor.com/author/chris-drew-phd/ 10 Magical Thinking Examples
  • Chris Drew (PhD) https://helpfulprofessor.com/author/chris-drew-phd/ Social-Emotional Learning (Definition, Examples, Pros & Cons)
  • Chris Drew (PhD) https://helpfulprofessor.com/author/chris-drew-phd/ What is Educational Psychology?

2 thoughts on “33 Critical Analysis Examples”

' src=

THANK YOU, THANK YOU, THANK YOU! – I cannot even being to explain how hard it has been to find a simple but in-depth understanding of what ‘Critical Analysis’ is. I have looked at over 10 different pages and went down so many rabbit holes but this is brilliant! I only skimmed through the article but it was already promising, I then went back and read it more in-depth, it just all clicked into place. So thank you again!

' src=

You’re welcome – so glad it was helpful.

Leave a Comment Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mediapustaka.id

Panduan Menulis Critical Review: Jurnal, Book Chapter, dan Buku

Panduan Menulis Critical Review

Panduan Menulis Critical Review – Critical review biasanya terdiri dari 1-4 halaman yang terstruktur ( UNSW, 2022 ). Membuat Critical review berarti kamu meringkas dan mengevaluasi teks seperti buku, bab, atau artikel jurnal ( Wheeler, 2018 ).

Critical review berarti kamu mempertanyakan teks, menyajikan penilaian dan evaluasi secara wajar. Critical review memiliki kriteria evaluasi berbeda sesuai disiplin ilmu dan mereka biasanya memiliki struktur serupa.

Berikut ini contoh format critical review yang dapat kamu gunakan:

  • Bibliographic data (MLA, APA, Chicago, Harvard, Vancouver)
  • Author maneuvers : Why is this research subject or topic so important? What people have done for the problem or issue?  What are you going to do? (aim or objectives)
  • Summary of results and findings 
  • Own maneuvers : Why is this research subject or topic so important? What people have done for the problem or issue? What are you going to do? (aim or objectives)

Panduan Menulis Critical Review

Panduan Menulis Critical Review (Format)

1. bibliographic data.

Data bibliografis (daftar pustaka) artikel yang diriview. Kamu bisa copy dari Google Scholar, lalu pilih style referensi seperti APA, Harvard, Vancouver, dll.

Kamau, C. (2011). Strategising impression management in corporations: cultural knowledge as capital. In Global Business: Concepts, Methodologies, Tools and Applications (pp. 1707-1731). IGI Global.

2. Author maneuvers

Why is this research subject or topic so important.

Mengapa subjek/topik penelitian ini begitu penting? Jelaskan urgensi mengapa penelitian ini dilakukan, ide, kekurangan riset terdahulu.

What people have done for the problem or issue?

What are you going to do (aim or objectives).

Apa yang akan kamu lakukan? (tujuan atau sasaran). Pelajaran apa yang dapat kamu ambil dari teks tersebut, baik untuk masyarakat, organisasi, dan keilmuan.

3. Summary of results and findings

Ringkasan hasil dan temuan riset. Sampaikan poin-poin penting mengenai hasil riset.

4. Keywords

Berikan kata kunci sesuai jurnal, atau buku yang terdiri dari 3-5 kata kunci.

Impression Management, Cultural Knowledge, Audit Knowledge

5. Own maneuvers

Tujuan setelah kamu mengetahui permasalahan dan solusi, lalu kamu terapkan di tempat kerjamu.

Pos Terkait

Belajar Metode Kuantitatif dan Kualitatif Panduan untuk Peneliti Pemula dalam Memahami dan Memilih Metode

Campuspedia News

  • Seputar UTBK
  • Online Career Class
  • Beasiswa & Lomba
  • Persiapan Kuliah
  • Dunia Mahasiswa
  • Persiapan Karir
  • Pengembangan Diri

Kamu Gak Tahu Cara Membuat Critical Review Jurnal? Yuk Simak DOs and DONTs nya!

Yuk jangan malu-maluin sebagai mahasiswa.

Gabriela Maharani

Halo Campuspedia Friends! Bagi kamu yang sudah menjadi mahasiswa, pastinya tidak asing ya dengan tugas critical review . Nah, walaupun kita sudah tidak asing mendengarnya, namun masih banyak lho yang bingung cara membuat critical review jurnal yang baik dan benar.

Baca Juga: Tips Hari Pertama Saat Menjadi Mahasiswa Baru, Yuk Kepoin!

Apa Itu Critical Review

Critical review itu biasanya dilakukan untuk mereview suatu jurnal ilmiah. Tujuannya adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam membaca dan memahami literatur kuliah. Selain itu tugas ini juga berguna untuk melatih mahasiswa untuk membuat tulisan akademik sedini mungkin. Pastinya hal ini akan berguna banget untuk mempersiapkan kamu dalam membuat esai atau skripsi nantinya ya!

Baca Juga: Cek Sekarang! Rahasia Cara Cepat Menggunakan Microsoft Office Word

Untuk mempermudah kamu dalam memahami critical review, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dan harus kamu hindari lho. Coba simak beberapa DOs and DONTs berikut ini yuk!

  • Identifikasi dan analisalah jurnal atau bacaan yang akan kamu review dan cari isu-isu utamanya. Akan lebih baik bila kamu mampu untuk mencari bahan paling aktual dengan data-data terbaru.
  • Pahami bacaan tersebut secara kritis dan analitis. Kamu juga bisa menyambungkan beberapa poin yang ada dengan teori yang bersangkutan agar kamu bisa keliatan lebih kritis.
  • Perhatikan penulisan nama-nama yang ada, seperti nama tokoh, nama penulis, judul jurnal atau bacaan yang kamu gunakan dan tahun penerbitannya dengan baik dan benar.
  • Susun critical review mu secara sistematis, jelas, dan juga koheren ya!
Baca Juga: 9 Tips Membangun Relasi Untuk Mahasiswa Baru Saat Pandemi COVID-19
  • Jangan menggunakan teknik coppas alias copy paste ya! Kamu harus selalu melakukan parafrase untuk menghindari plagiarisme. Bila kamu mengutip beberapa bagian dari jurnal atau bacaan tersebut, jangan lupa cantumkan sumber atau footnote .
  • Carilah referensi yang jelas atau dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
  • Melakukan kesalahan dalam penulisan nama, judul, dan hal-hal krusial lainnya.
  • Menggunakan bahasa yang tidak baik atau menyindir.
  • Kelupaan mencantumkan sumber bacaan atau daftar pustaka.
  • Menggunakan konsep atau teori yang tidak relevan dengan bahan bacaan.
  • Membuat rangkuman dan bukan critical review . Ingat ya, karena kedua hal tersebut berbeda. Kalau rangkuman berarti kamu hanya merangkum keseluruhan isi bacaan. Namun untuk critical review, kamu harus memberikan review pribadi secara kritis untuk mengasah kemampuan analisamu.

Nah itu dia, Campuspedia Friends! Beberapa hal terkait DOs and DONTs critical review jurnal. Setelah ini coba dipraktekkan ya biar kedepannya kamu tidak akan keliru lagi dalam membuat tugas legendaris ini. Bagikan juga ke teman-temanmu ya!

Jangan lupa untuk follow akun  Instagram ,  LinkedIn ,  Facebook ,  Twitter ,  Youtube , dan  Official Account LINE  dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

Beasiswa S1 Ini Masih Dibuka: Ayo Daftar, Jangan Sampe Ketinggalan!

Beredar kabar nilai utbk gelombang i sudah diproses, ltmpt: itu hoaks, gabriela maharani.

ey yo! This is Gabriela, an International Relations student from Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Besides being a content writer, she's also an illustrator for her own store. A self-made woman who is also fall in love with K-Pop.

UTBK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Menjawab Pertanyaan Interview Organisasi Kampus, Simak di Sini!

15+ Pertanyaan Interview Organisasi Kampus dan Cara Menjawabnya!

beasiswa vdms, beasiswa populer

Dapat Lebih dari Satu Beasiswa? Yuk Bisa Yuk Berikut Ini Daftar Beasiswa Populer untuk Mahasiswa S1 

cara menulis bab 1 skripsi

Cara Jitu Menulis Bab 1 Skripsi Biar Cepat di-ACC Dosen

Mahasiswa Hobi Nulis? Ikuti Lomba Menulis “Perang Review Mahasiswa” dari Detikcom, Total Hadiah Jutaan Rupiah! Edit | Quick Edit | Trash | View Fath Putra Mulya Info detikcom, lomba menulis, lomba menulis review Published 2021/04/26 at 1:59 pm Good OK lomba menulis detikcom 3 Select Buat Kamu Yang Hobi Nulis, Berikut 20 Alamat Pengiriman Naskah Media Cetak Beserta Honornya | CAMPUSPEDIA Buat Kamu Yang Hobi Nulis, Berikut 20 Alamat Pengiriman Naskah Media Cetak Beserta Honornya

Buat Kamu Yang Hobi Nulis, Berikut 20 Alamat Pengiriman Naskah Media Cetak Beserta Honornya | CAMPUSPEDIA

pendaftaran jalur mandiri UIN Surabaya 2024

Yuk, Cek Jadwal Jalur Mandiri UIN 2024 Incaranmu Berikut!

syarat dokumen dan link pendaftaran sekolah kedinasan 2024

Jangan Sampai Salah! Ini Cara Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2024 yang Benar!

web pendaftaran sekolah kedinasan 2024

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2024 Resmi Dibuka: Ini Informasi Lengkapnya!

tanggapan Kemendikbudristek soal kenaikan UKT

Soal Kenaikan Biaya Kuliah, Kemendikbudristek: UKT Berkeadilan Adalah Skema yang Tepat

Campuspedia News

Campuspedia merupakan Portal Anak Muda khususnya Pelajar dan Mahasiswa yang memberikan informasi seputar kampus, prestasi anak muda Indonesia, bedah jurusan, event kampus, dan beasiswa.

Browse by Category

  • Aplikasi kekinian
  • Beasiswa & Lomba
  • Dunia Kampus
  • Pendaftaran
  • PPDB Online
  • UI Designer
  • UI/UX Designer
  • Uncategorized

Subscribe For Newslater

  • Privacy Policy

© 2021 Campuspedia News - Powered by campuspedia.id .

Welcome Back!

Login to your account below

Remember Me

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

EJurnal | Sumber Referensi Jurnal Indonesia

CONTOH CRITICAL REVIEW JURNAL

Hello Sobat Pintar! Apakah kamu pernah mendengar istilah “critical review jurnal”? Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun sebenarnya critical review jurnal adalah sebuah metode yang umum dilakukan oleh para peneliti untuk mengevaluasi kualitas sebuah jurnal ilmiah. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas contoh critical review jurnal agar kamu bisa membuat penilaian yang baik dalam memilih jurnal untuk referensi penelitianmu. Yuk, simak artikel berikut ini!

Apa itu Critical Review Jurnal?

Sebelum membahas contoh, mari kita ulas terlebih dahulu apa itu critical review jurnal. Critical review jurnal adalah sebuah proses penilaian kritis terhadap sebuah jurnal ilmiah. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah jurnal tersebut dapat dipercaya dan layak digunakan sebagai referensi dalam penelitian. Proses ini meliputi pembacaan dan analisis terhadap isi jurnal, metode yang digunakan, hasil penelitian, serta kesimpulan yang dihasilkan.

Contoh Critical Review Jurnal

Berikut ini adalah contoh critical review jurnal untuk membantu kamu memahami bagaimana cara melakukan penilaian kritis terhadap sebuah jurnal ilmiah:

1. Judul Jurnal

Judul jurnal harus jelas dan menggambarkan topik penelitian secara lengkap. Judul yang baik harus memuat kata kunci yang relevan dengan topik penelitian.

Abstrak harus memberikan gambaran umum tentang topik penelitian, tujuan, metode yang digunakan, hasil penelitian, dan kesimpulan. Abstrak yang baik harus singkat, jelas, dan mudah dipahami.

3. Pendahuluan

Pendahuluan harus memuat latar belakang penelitian, masalah yang ingin dipecahkan, tujuan penelitian, dan hipotesis. Pendahuluan yang baik harus menjelaskan secara jelas dan sistematis tentang topik penelitian.

Metode harus menjelaskan tentang desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen yang digunakan, prosedur pengumpulan data, dan analisis data. Metode yang baik harus dapat direproduksi oleh peneliti lain.

Hasil harus menampilkan data hasil penelitian, seperti tabel, grafik, atau diagram. Hasil yang baik harus terorganisir dengan baik dan mudah dipahami.

6. Pembahasan

Pembahasan harus menjelaskan tentang interpretasi hasil penelitian, hubungan antara hasil dan hipotesis, serta implikasi penelitian untuk pengetahuan dan praktik. Pembahasan yang baik harus logis dan sistematis.

7. Kesimpulan

Kesimpulan harus memberikan ringkasan dari hasil penelitian dan pembahasan. Kesimpulan yang baik harus mengacu pada tujuan penelitian dan memberikan implikasi praktis dan teoritis.

8. Referensi

Referensi harus mencantumkan semua sumber yang digunakan dalam penelitian. Referensi yang baik harus relevan dan terpercaya.

Setelah membaca contoh critical review jurnal di atas, kamu sekarang sudah lebih paham tentang bagaimana cara melakukan penilaian kritis terhadap sebuah jurnal ilmiah. Ingat, pemilihan jurnal yang tepat akan mempengaruhi kualitas penelitianmu. Oleh karena itu, pastikan kamu melakukan critical review jurnal dengan baik sebelum memilih jurnal untuk referensi penelitianmu. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sobat Pintar!

Sampai Jumpa di Artikel Menarik Lainnya!

Rekomendasi:.

  • CRITICAL REVIEW JURNAL
  • CONTOH CRITICAL JURNAL REVIEW
  • CRITICAL REVIEW JURNAL CONTOH
  • CRITICAL JURNAL REVIEW
  • CONTOH CRITICAL JURNAL
  • CONTOH CRITICAL APPRAISAL JURNAL
  • CARA MEMBUAT CRITICAL REVIEW JURNAL
  • CRITICAL APPRAISAL JURNAL
  • ARTI REVIEW JURNAL
  • BAGAIMANA CARA REVIEW JURNAL
  • FORMAT REVIEW JURNAL
  • TEMPLATE REVIEW JURNAL
  • LATAR BELAKANG REVIEW JURNAL
  • BENTUK REVIEW JURNAL
  • review jurnal ilmiah
  • CONTOH REVIEW JURNAL
  • HASIL REVIEW JURNAL
  • CONTOH REVIEW JURNAL KESEHATAN
  • REVIEW JURNAL CONTOH
  • REVIEW JURNAL KUALITATIF
  • PENGERTIAN REVIEW JURNAL
  • KELEBIHAN DAN KEKURANGAN REVIEW JURNAL
  • REVIEW ARTIKEL JURNAL
  • CONTOH MAKALAH REVIEW JURNAL
  • CONTOH REVIEW ARTIKEL JURNAL
  • CONTOH REVIEW JURNAL NASIONAL
  • peer review jurnal
  • METODE REVIEW JURNAL
  • STRUKTUR REVIEW JURNAL
  • MITRA BESTARI JURNAL ADALAH

Leave a Comment Cancel reply

Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya

  • oleh Fadli Hafizulhaq
  • 11 Maret 2020 21 Juni 2021
  • 97 Komentar

review jurnal internasional

Empat tahun lamanya saya menjalani pendidikan di pascasarjana, selama itu pula saya harus melakukan review jurnal internasional. Bermula dari permintaan promotor (profesor pembimbing saya) untuk merutinkan mengulas jurnal internasional satu artikel sehari, saya menjadi cukup akrab dengan literatur-literatur ilmiah sehingga “aroma” tulisan saya di blog ini pun cenderung ilmiah. Ya, apapun itu, nyatanya tugas review ini cukup berat sehingga mungkin saja Anda mampir ke sini untuk mencari contoh review jurnal internasional. Benar apa betul?

Tapi, tunggu dulu. Sebelum saya memberikan contoh ulasan jurnal internasional tersebut, alangkah baiknya saya menjelaskan contoh jurnal internasional dan berbagi tips atau cara review jurnal internasional. Kenapa ini penting? Karena kemampuan ini akan membantu Anda dalam menyelesaikan tugas akhir Anda di kampus, baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Yuk, disimak.

Contoh Jurnal Internasional

Apa yang Anda ketahui tentang jurnal internasional? Apakah sebuah artikel ilmiah berbahasa Inggris? Hmm, mungkin saya perlu menjelaskan kesalahan umum yang terjadi di antara banyak kita. Jurnal internasional bukan artikel ilmiah berbahasa Inggris, tapi jurnal internasional adalah kumpulan artikel ilmiah dalam bahasa internasional, artinya bukan bahasa Inggris saja tapi juga bahasa PBB lainnya.

Contoh jurnal internasional ini sangat banyak, salah satu dari jurnal internasional yang terkenal adalah Nature yang merupakan salah satu jurnal ilmiah tertua dengan reputasi jurnal paling tinggi. Selain itu masih banyak penerbit jurnal yang bereputasi tinggi seperti Elsevier, Springer, Wiley dan sebagainya.

Sementara contoh jurnal lainnya sangatlah banyak dan sangat mudah ditemukan di situs jurnal internasional . Jadi yang sebenarnya Anda cari mungkin bukan contoh jurnalnya, tapi contoh artikel ilmiah dari jurnal internasional.

Nah, jika Anda ingin mencari contoh artikel jurnal internasional, salah satu artikel ilmiah saya berikut ini bisa Anda baca atau mungkin juga Anda review dan sitasi (maunya). Artikel ini terbit di jurnal Fibers, salah satu jurnal dari penerbit MDPI yang bersifat online dengan akses terbuka. Silakan intip dan unduh di sini : artikel jurnal internasional.pdf

Namun jika Anda perlu file contoh jurnal internasional lainnya, Anda bisa mengunduh artikel ilmiah dari jurnal Plos One satu ini, yang akan saya review di bawah nanti. Nah, ini tautannya : contoh jurnal internasional.pdf

Cara Review Jurnal Internasional dengan Mudah

Dulu saya diminta oleh dosen untuk membaca hingga 200 artikel di jurnal internasional, dan itu benar-benar banyak. Tapi tahukah Anda, semakin sering kita melakukannya maka akan semakin mudah tugas  review  tersebut. Bahkan Anda bisa menyelesaikannya dalam 10-30 menit saja per artikel jurnal. Nah, berikut beberapa cara untuk melakukan review jurnal internasional tersebut.

Cari dahulu artikel jurnal internasional yang berkualitas

Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja mencari artikel jurnal internasional tersebut. Namun bukan sembarangan mencari, Anda perlu mencari artikel yang berkualitas. Kenapa mesti berkualitas? Karena semakin berkualitas sebuah artikel ilmiah dan jurnal internasional tersebut maka akan semakin mudah untuk di- review . Artikel yang  low quality  mungkin bisa memudahkan tugas Anda, hanya saja Anda tidak akan mendapatkan banyak  value  atau nilai dari artikel tersebut. Mau waktu habis tapi tidak mendapatkan ilmu yang cukup?

Kabar baiknya, saya pernah menulis artikel cara mencari jurnal internasional sebelumnya, Anda bisa membacanya di tautan ini:  Cara Mencari Jurnal Internasional Secara Gratis

Atau anda bisa download jurnal di Science Dircet . Tapi jangan lupa untuk mencari artikel dan jurnal yang cocok dengan bidang keilmuan Anda ya. Kenapa demikian? Karena akan lebih mudah untuk dipahami dan diulas atau  review .

Baca abstrak terlebih dahulu, lalu baca metodologi serta hasil dan pembahasan

Setelah mendapatkan artikel jurnal internasional yang ingin Anda  review,  maka mulailah membaca artikel tersebut. Saya sarankan untuk membaca abstrak terlebih dahulu, setelah itu metodologi dan hasil dan pembahasan. Lho kok gitu?  Introduction  gak perlu dibaca kah?

Bagi saya tidak terlalu perlu, pasalnya tadi Anda sudah mencari artikel jurnal internasional yang sesuai dengan bidang Anda, kemungkinan besar Anda akan mengetahui teori yang dituliskan di sana. Lagipula, artikel jurnal bukan laporan skripsi dan sejenisnya yang memuat banyak tinjauan pustaka. Di dalam artikel jurnal, teorinya hanya sekenanya saja. Teori atau tinjauan pustaka tersebut termuat di bagian  introduction  atau pendahuluan.

Catat poin-poin yang Anda perlukan

Tugas review jurnal Anda belum akan selesai jika Anda tidak mencatat poin-poin yang dibutuhkan. Poin-poin ini adalah informasi yang ada di jurnal tersebut. Anda mungkin bisa mengambil beberapa saja, tapi jika bisa mencatatnya dengan lengkap itu akan lebih baik.

Lalu apa saja poin-poin itu? Poin-poin tersebut adalah:

  • Judul artikel
  • Nama jurnal, volume, issue, tahun terbit dan halaman (sertakan DOI jika ada)
  • Tujuan penelitian (perhatikan frasa “aim of study”, “purpose of study”, “focus…” yang biasanya ada di akhir bagian introduction )
  • Bahan dan prosedur
  • Hasil dan pembahasan
  • Keunggulan artikel jurnal tersebut (opsional, temuan Anda setelah membaca)
  • Drawbacks atau kekurangan penelitian/artikel (opsional, temuan Anda setelah membaca)

Semua poin di atas bisa Anda tulis atau Anda bisa menyesuaikan poin yang ada dengan yang penting menurut Anda.

Perhatikan format review jurnal internasional yang diberikan

Satu hal yang mungkin akan membuat Anda bingung adalah format penulisan review jurnal, untuk hal ini selama tidak ada instruksi khusus dari dosen (atau kampus), Anda bisa mencontoh format manapun, pastikan pilih yang lengkap ya. Atau jika mau, Anda bisa meniru format di contoh review jurnal internasional yang saya lampirkan di akhir tulisan. Satu lagi, agar ulasan Anda rapi, gunakanlah tabel pada saat menulisnya.

Tulis review jurnal sebaik mungkin

Cara terakhir dalam menulis review jurnal adalah menulisnya dengan sebaik mungkin. Pastikan Anda tidak melewatkan informasi yang ada di dalam artikel jurnal internasional tersebut. Jika kurang paham dengan apa yang dibahas, jangan sungkan untuk bertanya kepada orang yang lebih mengerti. Selain itu, Anda juga bisa menelusuri referensi yang disitasi oleh pengarang jurnal tersebut.

Terakhir, baca ulang ulasan Anda dan perbaiki jika diperlukan.

Contoh Review Jurnal Internasional

Setelah menjelaskan beberapa cara sederhana dalam melakukan review jurnal internasional, sekarang saatnya saya membagikan contoh  review  tersebut. Saya mencari jurnal ini di sebuah penerbit jurnal  open access  yaitu Plos One . Nah, berikut contoh  review  atau ulasan jurnal internasional versi saya.

Itulah tadi contoh review jurnal internasional. Jika Anda ingin mendapatkan  file  Word-nya, Anda bisa mengunduhnya di : SINI

Biar lebih paham, saya berikan contoh kedua. Kali ini artikel jurnal internasional tentang kecerdasan buatan dalam customer service, untuk artikelnya saya unduh dari Science Direct . Berhubung artikel ini dari penelitian non-eksperimen, jadi format penulisan review -nya juga berbeda. Berikut ulasan artikel jurnal ini.

Pada contoh review jurnal internasional yang kedua tadi, saya sengaja menghilangkan “kelebihan” dan “kekurangan” karena memang saya tidak bisa memahami lebih jauh pembahasannya.

Kesudahannya, kegiatan review jurnal internasional adalah salah satu kegiatan wajib yang perlu dirutinkan oleh mahasiswa, terutama mahasiswa S2 dan S3 yang memang akan melakukan penelitian yang lebih serius daripada mahasiswa S1. Oleh karena itu, seyogyanya tidak hanya dilakukan ketika ada tugas dari dosen pengampu mata kuliah saja, melainkan harus dijadikan rutinitas harian agar penelitian kita menjadi lebih baik.

Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu Anda, jika rasanya masih ada yang kurang, kolom komentar di bawah siap menampung pertanyaan-pertanyaan dari pembaca sekalian. Saya sarankan juga untuk membaca komentar-komentar dan jawaban dari penanya sebelumnya karena bisa jadi ada tambahan informasi di sana. Selamat bertugas.[]

97 tanggapan pada “Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya”

' src=

luar biasa tipsnya saya berencana membaca lebih banyak jurnal internasional ketika kuliah S2 nanti

' src=

Ngereview jurnal internasional itu jujur pekerjaan paling membosankan, kecuali emang bagi mereka yg hobi ngajar, hobi meneliti, hobi sama yg berbau ilmiah. Berat emang, tp enteng bagi mereka yg emang suka.

' src=

Lambaikan bendera putih rasanya nyerah duluan pada journal internasional, duh kenapa nih kepala susah diajak maju sih *ngeles ala emak-emak

' src=

salut mas untuk review jurnal internasional gini, jujur aja sewaktu kuliah di Teknik Kimia itu rasanya liat Jurnal yg tebelnya kayak bantal dikosan udah malas buat ngebuka haha.Tips nya penting banget, karena membaca abstrak itu yg harus diutamakan

' src=

Review jurnal itu berarti hampir mirip mereview buku gitu ya kak?

' src=

TFS Kak Ajo… saya jadi kepikiran utk menggunakan metodenya di bidang report notulensi kalau lagi ngawal pa bos.. mudah, ringkas dan menyeluruh

' src=

Oooalah pantesan aja uda Fadli gampil buat BW

Wong bacaannya aja udah jurnal internasional. Saya mah masih buat jurnal biasa aja.. itu pun malasnya minta ampun. Hahaha

' src=

Well noted ini Uda.. saya juga nge-cek hasil JR (Journal Review) mahasiswa pake tabel mirip seperti ini. Sayangnya kl mhsw S1 suka sebel kl diminta mereviu banyak jurnal, hihi… kl mshw S2 dan S3 lbh patuh ya n mungkin juga udah sadar kebutuhannya dan kedalaman pembahasannya. Tarimo kasih Uda… artikelnya sarat manfaat.

' src=

Whaa jurnal penelitian memang agak berat ya. Tapi sebetulnya asyik kalo bisa memahami isinya. Sayangnya jurnal berkualitas banyak dipublish dengan bahasa inggris, apalagi jurnal kesehatan. Perlu banyak berlatih memang.

' src=

Suatu kebiasaan yang berat awalnya tapi jadi me(mudah)kan ya kak kalau sudah terbiasa

' src=

Yang paling terasa dalam hal penulisan itu, aku menulis dalam 3 selingkung. Jurnal, buku, dan blog. Parahnya, menulis blog jauh lebih menyenangkan. Padahal tugas utama menulis jurnal. Jurnal internasional lebih sulit pula. Benar tuh, perlu membiasakan diri…

' src=

Ilmu yang sangat menarik. Cara ini layak dimulai dilakukan di setiap waktu senggang pun gak kerasa tahu-tahu review jurnal kita bisa mencapai puluhan hingga ratusan… Makasih ilmunya mas fadli 🙂

' src=

Sepertinya mengulas jurnal internasional bukan hanya domai mahasiswa S2 dan S3 aja. Sebab dengan kegiatan ini membuat kita terbiasa dengan pikiran sistematis. Ini kayaknya bisa membantu saya yang suka berpikir lompat-lompat, biar konsisten dengan alur gagasan yang terstruktur.

' src=

Belum pernah bikin jurnal sih, tapi sekarang jadi tahu metodanya. Dengan metoda ini jadi runut ya nulisnya.

' src=

Bagus loh dampaknya jadi tulisan mas fadli emang berbau ilmiah. Maksudnya tuh, runtut dan bisa dipertanggungjawabkan isinya..

Keren mas fad. Sukses terus buat program pasca nya…..

' src=

Wah tipsnya berguna nih, kemarin pas tesis aku jg suka bingung gimana cara bacanya yg enak. Biasanya mulai dari abstrak mas, baru deh ke metode sama kesimpulan. Tapi dibikin model tabel gitu juga sepertinya mmudahkan

' src=

Wwah, sangat bermanfaat nih untuk bekal bikin tesis. Disimpan dulu . insyaallah sebentar lagi terpakai. Terima kasih banyak ats artikelnya.

' src=

Di minta membaca 200 jurnal, itu dalam waktu berapa lama, Mas. Padahal kan dalam bahasa Inggris juga ya…. wih keren, selain baca juga membuat reviewnya

' src=

Tipsnya bagus banget, mba. . Bermanfaat juga lho buat saya yang bukan mahasiswa/sarjana karena membuat saya belajar berpikir secara sistematis.

' src=

Trimakasih kak, jujur sebelumnya saya belum tau cara untuk review jornal, setelah baca ini sudah ada gambaran bagai mana dan caranya untuk review jornal yang baik.

BeHangat.Com

' src=

Review jurnal itu menurut yuni sedikit rumit. Apalagi jurnal internasional. Tapi kalau ada panduannya mah semua bisa diusahakan.

' src=

Pas banget mumpung musim mulai skripsi, mahasiswa disuruh baca ini aja dan download form isiannya.

' src=

muales pakai banget kalau harus review jurnal internasional. untuk mencerna tulisannya aja udah susah apalagi di tambah review puyeng bor.

' src=

mau tanya, apakah saat review juga harus memasukkan gambar hasil?

' src=

Bisa dimasukkan Mas, tergantung format yang diminta. Kalau misalkan reviewnya dipresentasikan, baiknya dimasukkan gambar hasil agar menjelaskannya lebih mudah.

Tapi kalau cuma laporan biasa saja, ditabelkan saja cukup. Dibuat seperti makalah review juga bisa.

' src=

Terima kasih banyak, tulisannya benar-benar membantu saya yang baru kuliah s2.

' src=

Terimakasih banyak, sangat membantu 👍

' src=

Setelah membaca ulasan dari kakak, saya mendapatkan tambahan ilmu. Saya mhs S1 yg tugas akhirnya harus mereview artikel ilmiah, tp sistematika penulisan review dsri kampus harus memuat poin seperti tinjauan pustaka, definisi operasional, dan beberapa poin yg menurut saya tidak ada pada sebuah artikel. Bagaimana pendapat kakak mengenai hal ini? Apakah ada saran atau sekiranya solusi. Terima kasih

Setiap kampus (atau mungkin dosen) punya format penulisan reviewnya. Yang saya tuliskan di blog adalah yang paling umum dan mudah dalam melakukan review jurnal ilmiah. Kalau dilihat di dalam artikel ilmiah (baik jurnal nasional maupun internasional) memang gak ada ya bagian yang memuat tinjauan pustaka. Tapi di bagian introduction atau pendahuluan biasanya ada teori terkait penelitian sekitar 1-3 paragraf, coba lihat di sana, Kak

Selengkapnya, cek pesan saya di inbox email kakak ya

Terima kasih kembali, semoga lancar S2 nya ya Kak

Terima kasih kembali 😀

' src=

ka,,, boleh tips nya untuk mencari landasan teori dalam artikel ilmiah internasional gimana ya ? ciri dari landasan teori atau dasar teori itu gimana ?

Halo kak, landasan teori di dalam artikel ilmiah internasional itu terletak di bagian Introduction. Cara mencarinya mudah, kakak tinggal cek judulnya, setelah itu lihat bagian introduction yang menjelaskan teori tentang apa yang ingin diteliti penulisnya. Biar lebih mudah, coba download contoh jurnal internasional.pdf yang saya lampirkan di atas. Judul artikelnya adalah “Enhanced mechanical and thermal properties of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication”. Lihat di bagian introduction, paragraf 1-3 adalah landasan teorinya. Hampir di semua artikel ilmiah internasional, landasan teori terletak di paragraf-paragraf awal, sedangkan paragraf terakhir adalah tujuan penelitiannya

Semoga jawaban ini bisa membantu ya, silakan reply jika masih kurang mengerti

Sedangkan untuk mengetahui hipotesis penelitian yang tidak di jelaskan secara eksplisit dalam artikel nya gimana kak ?

Hmm, hipotesis memang tidak dituliskan secara eksplisit. Kalau memang tidak ada di dalam artikel ilmiah tidak usah ditulis kak.

Kan gak bisa juga kita menerka-nerka, apalagi kalau artikel jurnal internasional memang sangat jarang ditulis hipotesisnya

Tapi kalau memang harus dicari, coba lihat dari literatur atau landasan teorinya. Kalau ada penelitian yang sama yang disebutkan oleh penulis, menurut saya, hasil yang didapatkan oleh penelitian yang berkaitan itu bisa dijadikan hipotesis penelitian

' src=

Kak…. apa bedanya review jurnal, artikel ilmiah, essai, dan makalah ??? Semua mengambil referensi dari jurnal internasional. Terimakasih.

Review jurnal berarti yang di review jurnal atau artikel jurnalnya. Sedangkan review artikel ilmiah, berarti yang kita review artikel ilmiahnya. Artikel ilmiah ini bisa ditemukan di banyak sumber, contohnya jurnal nasional dan jurnal internasional.

Review esai dan makalah berarti yang direview naskah esai atau makalah tertentu.

Artikel ilmiah, esai dan makalah bisa mengambil referensi dari jurnal internasional kak, cuma mereka itu karya tulis ilmiah yang berbeda jenis

' src=

terimakasih sangat membantu saya

' src=

Terima kasih Mas …

' src=

Maaf saya mau tanya Jika dosen memberi clue tugas riview jurnal. Dan ada “beberapa pustaka paling mendukung” maksudnya gmna ? Trimakasih

Wah maaf Kak, saya gak bisa nebak gimana karena kalimatnya gak lengkap. Yang didukung apa ya?

Kalau mendukung artikel jurnalnya, kakak bisa lihat daftar pustaka atau refence nya dan membaca artikel jurnal yang disitasi atau dirujuk penulis.

Cuma saran saya, coba perhatikan kembali apa perintah dosennya dan tanya teman yang sekelas

' src=

Sangat detail sekali dalam menyampaikan informasi.. saya izin bertanya, apakah dalam me-review jurnal menuliskan Gap atau previous study juga penting ?

Saya rasa, tidak terlalu penting kalau untuk sebatas tugas kuliah. Kecuali kalau memang tugas itu menyaratkan harus dikaji juga kelebihan dan kekurangan artikel jurnal terkait.

Tapi menjadi penting jika kita melakukan review jurnal untuk mencari topik penelitian

' src=

Sangat bermanfaat, terima kasih uda Fadli

' src=

terima kasih bang Fadli tipsnya..sangat membantu banget bagi pemula seperti saya….

' src=

thanks ,sangat membantu

thanks ,sangat membantu blognya ,pekerjaan saya jadi mudah

' src=

Kak mau nanya kalau misalnya saat mereview jurnal pada bagian kelebihan dan kekurangan dari jurnal kita boleh nggak pake kata-kata sendiri gitu

Boleh, kalau menurut saya, asalkan memang sesuai dengan adanya jurnal itu. Terus kalimatnya ditulis dalam bahasa baku ya

' src=

Ada materi cara mereview jurnal menggunakan metode three pass gak mas?

Gak ada mas, mohon maaf

' src=

Dah lah malu,jurnal biasa aja masih sering joki :(( sekalinya mau ngerjain sendiri eh dpt yg susah ngereview jurnal internasional 😭 kepengen joki tapi entar kapan bisa ngerjain sendiri nyaaaa 😭😭😭

Semangat Kak, kalau dipelajari insyaa Allah bisa kok. Yang paling penting pahami isi jurnal internasionalnya dulu 🙂

' src=

Terima kasih banyak infonya kak, saya mahasiswa baru smester 1 tapi ada tugas review jurnal inter sebagai syarat uas. Untuk limitation pada jurnal apakah bisa dimasukkan jadi kekurangan jurnal ya atau hanya masuk jadi keurangan orang yang melakukan penelitian ? Atau untuk kekruangan jurnal itu harus dari sudut pandang kita sebagai ornag yang mereview? mohon jawabnnya kak terima kasih

Jika limitation yang dimaksud adalah batasan masalah, itu tidak bisa dijadikan kekurangan dari artikel jurnal tersebut. Mungkin lebih baik dicari apa yang kurang dari pembahasan. Misalkan kalau dia eksperimen yang melibatkan data, tapi tidak ada analisis statistik dari data tersebut, itu bisa jadi dikatakan kekurangan. Lebih ke materi sebenarnya. Namun karena mahasiswa semester 1, mungkin agak sulit mencarinya. Coba tuliskan yang jelas-jelas saja menurut mbak.

' src=

Kak, saya Yusri Yusman mahasiswa Undana Kupang semester 7, saya mengambil pendidikan fisika kak, sekarang saya mengambil judul berkaitan dengan riview jurnal yang di dalamnya memuat kajian teoritis kak, saya bingung untuk memulaix dari mana kak, bagiaman saran kakak mengenai riview jurnal teoritis kak

Kajian teoritis maksudnya mengkaji teori yang bisa mendukung penelitian atau makalah yang akan atau sedang dibuat. Pertama, coba cari dulu artikel-artikel jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian kamu. Setelah itu baca dan pahami isi dari artikel jurnal tersebut dan ambil bagian yang mendukung penelitian yang akan/sedang dilakukan. Jadikan referensi dari narasi ilmiah di penelitian kamu. Lebih jelasnya, coba diskusikan dengan pembimbing skripsi atau tugas akhirnya ya

Terimkasih banyak ea kak atas masukannya kak.🙏🙏🙏🙏

Jadi batasan malsah dalam merivew jurnal penelitian teoritis hanya bagian solusi analitik ataukah harus analisis kelebiahan dan kekurangan jurnal juga kak? Karena yang saya baca di artikelx Kaka struktur penulisan review jurnal ada kelebihan dan kekurangan jurnal juga kak🙏🙏🙏🙏

Saya menulis kelebihan dan kekurangan karena melakukan review untuk mencari topik penelitian disertasi, mau tidak mau harus mencari bagian itu karena penelitian S3 tidak boleh sama dengan yang pernah dilakukan orang lain. Kalau misalkan kamu bisa menuliskan itu, tidak ada salahnya dibuat. Cuma kalau terlalu sulit, coba sederhanakan saja jadi hal yang menarik di dalam artikel jurnal tersebut

' src=

Saya masi S1, dan diberi tugas review jurnal. Jujur sudah banget, dan tdk adahubungannya dengan penelitianku yang notabene bukan ppengembangan. sudah sebulan aku masih bingung dengan alur penelitian di dalam jurnal jurnal ini. Yang aku dapatkan ini penelitian lingkup kampus namun bahasanya berubah-ubah, kadang subjelya kata siswa, dan beberapa kali mahasiswa. Masih belum bisa menerima jurnal yang membingungkan. Solusinya gimana nih Kak.

Coba cari artikel jurnal yang lain. Sepertinya memang artikel yang Kak Sri ambil itu kurang berkualitas, makanya dia kurang konsisten. Artikelnya dikasih oleh dosen, atau bebas cari sendiri? Kalau bebas cari sendiri, coba cari yang bisa dipahami dan diikuti pembahasannya

' src=

Maa syaa Allah Baarakallahu fiik

izin download contoh review jurnalnya Jazaakallah khairan

Wa fiik baarakallahu Tafadhol, semoga bermanfaat 🙂

' src=

terima kasih banyaaakk, isi artikelnya sangat membantu pun bahasa yang digunakan dalam menjelaskannya juga sangat baik, terima kasih sekali lagii

' src=

Hai kak, terimakasih ilmunya.. semoga menjadi berkahnya kaka 🙂 Semoga aku juga bisa pinter buat review international jurnal :”

Aamiin ya Rabb Terima kasih kembali karena sudah menyempatkan komentar sebagai bentuk apresiasinya

' src=

Mantap ngebantu banget, terimakasihh dan tetep semangat ngab

' src=

kalau di format review jurnalnya ada research questions dan review of previous research itu maksudnya gimana ya kak?

Research question dan review of previous studies/researchs bisa ditemukan di bagian introduction

Research question adalah pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian. Contoh misalnya penelitian kecil tentang “pengaruh intensitas cahaya terhadap perkembangan kecambah”. Maka research question nya : Apa pengaruh dari intensitas cahaya terhadap perkembangan kecambah?

Nah, kalau reviews of previous research itu berarti ulasan tentang penelitian sebelumnya di topik sama sama atau berkaitan dengan topik yang dibahas dalam artikel jurnal itu. Lihat bagian introduction, nanti kamu bisa ketemu beberapa referensi yang diambil oleh penulis sebagai rujukan

Sama2 Bro 👍

' src=

kakak mau tanya, bagaimana membuat laporan review jurnal dengan merangkum jurnal tersebut dalam bentuk paragraf dan menjadi beberapa halaman?

Wah, untuk ini saya tidak bisa memberikan komentar. Coba cek lagi perintah tugas dari dosennya, kalau perlu lihat tugas yang sudah dikerjakan oleh temannya, kak

' src=

Terimakasih ilmunya kak…, Membantu sekali👍🏻. Mau nanya kalau daftar pustaka jurnal dicantumkan juga apa nggak ya, kadang lihat review artikel ada yang pakai ada yg nggak

Sama-sama. Tergantung kebutuhannya. Jika itu tugas dan diminta untuk menyertakan, silakan disertakan. Cuma umumnya daftar pustaka dari artikel jurnal itu banyak, bisa puluhan. Jumlah halaman daftar pustaka nya malah bisa lebih banyak dari review nya sendiri

' src=

Siang pak fadli … Untuk contoh jurnal 1 dan 2 yang kita bagikan di atas apakah sdah sperti itu yg di sajikan untuk dosen yaa ..? misalkan klo dsuruh buat tgas jurnal internasional …

Kalau untuk tugas, silakan disesuaikan dengan format yang diminta oleh dosennya mas. Format yang saya tulis di atas hanya format saya sendiri, untuk memudahkan mengulas artikel jurnal dalam rangka mencari ide penelitian

' src=

Akhirnya saya temukan juga tulisan seperti ini. Terima kasih atas sharing ilmu. Saya mau bertanya bagaimana cara mereview jurnal international dimana jurnal itu merupakan review article. Contohnya; Activity of solid catalysts for biodiesel production: A review. Poin-poin apa saja yang dituliskan, terima kasih.

Karena itu adalah jurnal review, saya kira tidak perlu membahas mengenai metodologi, karena umumnya memang tidak ada. Coba saya highlight atau ringkas materinya per section. Pada review article umumnya pembahasan mulai dari yang umum ke khusus, saran saya buat ringkasan materi yang memuat teori per sesinya. Contoh, kalau misal ada, di bagian Introduction ada sejarah penggunaan solid catalysts untuk produksi biodisel (dengan merujuk berbagai penelitian), ringkas itu. Setelah itu mungkin (kalau ada juga) jenis-jenis katalis yang digunakan dan seterusnya

Semoga membantu

' src=

jika jurnal yang ingin di review ada 10 jurnal bagaimana pak? apakah struktur nya seperti diatas atau lebih seperti resume?

Bisa dengan membuatnya dalam bentuk table kak, tapi itu biasanya untuk review dalam mencari ide penelitian. Kalau untuk tugas kuliah, baiknya tanyakan format pada dosennya

' src=

Terimakasih atas share ilmunya bang. Izin bertanya, seringkali kita terkendala bahasa, menurut abang, apa translator terbaik bg? atau adakah metode tersendiri dalam translatenya?

Terima kasih kembali, untuk kendala bahasa, saya pribadi menggunakan Google Translate saja, tapi memang kita mesti paham istilah-istilah teknis yang mungkin tidak bisa diterjemahkan secara tepat oleh mesin penerjemah Google

' src=

apakah harus menggunakan bahasa inggris juga dalam mereview jurnal internasional?

Tidak harus, cuma kalau misalkan review yang mau dibuat adalah tugas dan ada keterangan khusus harus dalam bahasa Inggris, sesuaikan dengan instruksi tugas kampusnya. Kalau untuk review pribadi, dalam pencarian topik penelitian misalnya, mau bahasa Indonesia atau Inggris tidak ada masalah

' src=

APAKAH FORMAT DI ATAS SAMA KAYA RESUME JURNAL KAK DAN BEDANYA RESUME DAN REVIEW APAKAH ADA BEDANYA KAK?

Sebenarnya hampir sama, soal format, sesuaikan saja dengan format tugas yang diberikan dosen, atau coba tanya format yang dipakai oleh teman-teman yang lain

' src=

alhamdulilah dapat ilmu dari anda..sgat bermanfaat untuk yang blom paham…

Syukurlah, terima kasih sudah mampir

' src=

saya seorang mahasiswi di salah satu perguruan swasta, dan universitas kami berbasis internasional, di awal semester 2 ini dosen memeberikan banyak assigment, termasuk mereview sebuah artikel dari Samuel P Huntinton, dan saya yang kurang paham dengan cara mereview dengan baik, jadi mencari banyak cara mereview di google dan saya sangat beruntung menemukan website ini, saya banyak belajar dari sini, terimakasih banyak untuk informasinya.

Terima kasih kembali, sukses untuk perkuliahannya

' src=

Perkenalkan Pak Fadli, saya faishal, mahasiswa s1 teknik kimia, yang sedang menempuh skripsi dan tugas akhir. Saya akan menempuh sidang proposal dalam beberapa hari kedepan, dan ibu dosen mengutus kami untuk mereview banyak jurnal internasional dan nasional. Saya mencari ke beberapa website untuk mencari “cara review jurnal yang benar” namun tidak kunjung lega dengan apa yang dibagikan, dan akhirnya saya menemukan blog bapak ini, dari pertama saya membaca kalimat pertama, saya langsung merasa lega dan yakin akan konten ini, dan akhirnya saya baca sampai habis.

Terimakasih banyak bapak, atas ilmu yang sangat saya butuhkan saat ini, saya segera langsung memulai mereview jurnal internasional sesuai dengan format dan informasi yang dibagikan oleh bapak. Sepertinya saya bakal betah di blog ini pak, untuk mencari ilmu lebih dari yang bapak share ke kami, semoga kebaikan bapak dibalas Alloh SWT, aamiin.

Semoga suatu saat saya bisa bertemu bapak, bissmillah, saya sedang berproses membuat konten terkait mempelajari ciptaan-Nya ataupun ciptaan manusia untuk memahami kehidupan ini, dan berusaha untuk menggunakan literatur ilmiah dalam menyampaikan informasi. Barangkali bapak berkenan, silahkan pak fadli, berkunjung dan melihat konten saya, saya amat sangat senang jika bapak mengunjunginya. Mohon ijin melampirkan channel youtube saya ya pak, terimakasih pak fadli. ( https://www.youtube.com/channel/UCY7wJ1S1RxT3KkR9U-ttfLw )

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar Mas Faishal Senang rasanya bisa membantu, sukses untuk perkuliahan dan kanal YouTube-nya. Mudah-mudahan yang mampir di artikel ini bisa mampir juga ke kanal YouTube Mas Faishal

Aaamiin, terimakasih Pak Fadli

' src=

masyaAllah terima kasih tipsnya. kebetulan saya lagi kuliah s2 semester 1.

salam sehat selalu kak

Aamiin ya Rabb. Sama-sama Kak, sukses untuk kuliah S2 nya

' src=

Terima kasih mas, artikelnya sangat membantu.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

Jubi Papua

  • Provinsi Papua
  • Majelis Rakyat Papua
  • Derap Nusantara
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke

Membedah 2 buku “Filsafat Intelijen” karya Hendropriyono 

Filsafat, Pemikiran, Buku

Foto ilustrasi. - pixabay.com

Oleh: Siorus Ewanaibi Degei*

Giorgio Agamben

Merespons ide filosofis Giorgio Agamben di Papua (2/3)

Roma

Ketika di Roma (2/2)

sepak bola

Sepak bola untuk Tuhan

Kata “intel”, “intelejen” atau “Badan Intelijen Negara atau BIN” identik dengan kerja-kerja taktis dan strategisnya yang sistematis, terstruktur dan rahasia. Lembaga ini menjadi satu-satunya lembaga dalam sebuah negara yang memiliki peran strategis untuk mampu mencerap informasi, mengimplusnya ke dalam otak dan mengkonkritkannya dalam tindakan atau kerja-kerja nyata.

Intelijen bukan lembaga yang identik dengan kejahatan, kekerasan, penghilangan, penangkapan, pembunuhan dan lain sebagainya, seperti yang dipahami secara publik. Kerja-kerja intelijen adalah penentu pemenuhan national interest (kepentingan kebangsaan). Melalui informasi-informasi penting yang mereka dapatkan terkait lawan maupun kawan dalam negara itu akan sangat membantu negara untuk menentukan sikap secara tegas dan jelas.

Pada tulisan ini kita akan membedah dua buku yang ditulis oleh AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN yang menjadi profesor filsafat intelijen pertama dunia. Buku pertamanya bertajuk “Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia” (2013, PT Kompas, Jakarta). Buku keduanya, “Filsafat Intelijen: Sebuah Esai Ke Arah Landasan Berpikir, Strategi, Serta Refleksi Kasus-Kasus Aktual” (2021, PT Hendropriyono Strategic Consulting, Jakarta)”.

Frasa “filsafat politik” atau “filsafat hukum” sering kita dengar, tapi tidak “filsafat intelijen”. Dalam kepustakaan dunia belum pernah ada buku yang berjudul Filsafat Intelijen, seperti buku Hendropriyono yang berjudul “Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia”.  Menurut Hendropriyono, kelangkaan itu terjadi karena tidak ada negara lain yang punya filsafat bangsa seperti negara Republik Indonesia.

Dalam buku “Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia” Hendropriyono mengungkapkan, secara universal filsafat intelijen bersifat pragmatis, tapi secara nasional filsafat negara Republik Indonesia bersifat etis.

Pragmatisme berlaku di Indonesia hanya jika Republik Indonesia diperangi atau dirampas kemerdekaannya. Kita, bangsa Indonesia, cinta damai, tapi lebih cinta kemerdekaan. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber pedoman bagi intelijen negara untuk menyusun berbagai siasat intelijen negara Republik Indonesia.

Buku itu menegaskan beberapa hal pokok;

Bagian I, Hakikat Intelijen: Siasat Yang Berlian dan Berkeadaban. Bab ini memperlihatkan perihal profil daripada lembaga Intelijen itu sendiri, baik yang ada secara umum di dunia, maupun intelijen negara Republik Indonesia, yakni sebuah kiat intelijen yang berasaskan pada filsafat pancasila.

Bahwa Lembaga ini tidak terbatas seperti pemahaman umum bahwa intelijen itu identik dengan dunia militer, rahasia, strategis dan penuh taktis sistematis. Rupanya intelijen itu adalah aktivitas harian sebuah negara dan bangsa, ia ibarat organ indrawi dalam diri manusia. Organ indrawi dalam suatu bangsa dan negara itu adalah intelijen di semua lini kehidupan, baik keamanan dan pertahanan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan religi, (Hendropriyono, 2013; hlm. 3-6).

Bagian II, Intelijen Dalam Negeri dan Intelijen Luar Negeri: Filsafat Intelijen Berasaskan Pancasila. Pada bagian ini Hendropriyono membedakan dua kubu intelijen, yakni intelijen di dalam negeri, disebut dengan istilah “intelijen hitam” karena tidak terlihat di permukaan, namun terasa di kedalaman kerja bawah tanah (underground), dan satunya lagi “intelijen putih”, yakni intelijen yang bekerja terang-terangan, seperti duta besar dan diplomat, baik domestik, maupun asing. Ada juga klandestin yang bisa berkiprah di mana saja, bisa di luar negeri maupun di dalam negeri, (Hendropriyono, 2013; hlm. 58-62).

Bagian III, Ekosistem Intelijen: Bertindak Cepat (Velox) dan Tepat (Exactus). Bagian ketiga ini berisi tentang pembahasan seputar ekosistem domain, ranah atau konteks dari eksistensi intelijen itu hidup dan bekerja, yakni di semua bidang kehidupan pasti ada intelijennya. Dibahas juga seputar corak dasar intelijen sebagai lembaga yang senantiasa bertindak cepat (velox) dan tepat (exactus) ketika ada tantangan, hambatan dan ancaman baik internal maupun eksternal, (Hendropriyono, 2013; 93-98).

Bagian IV, Pilar-Pilar Filsafat Intelijen: “Necessitas Ante Rationem Est” (Keadaan Darurat Menyisihkan Akal Sehat). Bagian ini menjelaskan bahwa kerja-kerja intelijen itu, terutama dalam keadaan darurat, tidak dapat dikenai hukum ketika hendak menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara. Bahwa keadaan darurat tidak pernah tunduk pada hukum apapun, kiat intelijen dalam keadaan darurat selalu menulis hukumnya sendiri, (Hendropriyono, 2013; 167-169).

Dalam buku keduanya, “Filsafat Intelijen: Sebuah Esai Ke Arah Landasan Berpikir, Strategi, Serta Refleksi Kasus-Kasus Aktual”, Hendropriyono membuat pembahasan yang sedikit berbeda.

Filsafat Intelijen, seperti asas identitas (kesamaan dengan objek acuan), nonkontradiktif, (prinsip konsistensi) dan exclusive middle (prinsip pemilihan). Bab ketiga menjelaskan tentang hakikat filsafat intelijen sebagai sebuah disiplin ilmu yang bergerak secara beririsan antara filsafat dan intelijen. Bab keempat dalam judul “Kecepatan (velox) dan Ketepatan (exactus)” mengeruk lebih dalam tentang intelijen. Bab ini menjadi pertaruhan ketika epistemologi kebenaran harus berbanding dengan ketepatan sebagai wilayah praksis. Bab kelima berjudul “Filsafat Strategi”. Isinya refleksi atas kasus-kasus yang sedang dihadapi oleh dunia. Masing-masing bab dihiasi dengan foto-foto esai yang relevan dengan penjelasan.

Foto-foto tersebut tidak sekadar memberi nuansa santai, tetapi berhasil membawa pesan pengarang. Pengarang diberi kemampuan yang lebih dibanding yang lain dalam mengolah daya pikir, daya juang, dan daya hidup untuk bangsa. Sebagai contoh pengarang mengangkat kasus kedatangan diplomat Jerman ke kantor suatu lembaga swadaya masyarakat yang kini telah dibubarkan.

Kasus ini menjadi bagian dari metode hitam dalam spionase. Paparan tersebut tampak dalam kutipan di bawah ini:  Kedatangan seorang diplomat Jerman ke markas Front Pembela Islam pada tanggal 17 Desember 2020, jelas menunjukkan suatu pelanggaran terhadap konvensi Jenewa dalam hubungan internasional dan etika diplomatik. Walaupun alasan diplomat tersebut adalah hanya berbelasungkawa pribadi atas tertembaknya 6 anggota laskar FPI, tetapi perilaku itu tidak logis dilakukan oleh seorang diplomat (Hendropriyono, 2021; hlm. 171).

Kutipan itu memberikan contoh aktual dengan sikap ilmiah yang jelas. Hal itu menurutnya dItunjukkan sebagai bagian dari praktik “hitam” oleh diplomat Jerman dan pertimbangan-pertimbangan yang tidak logis dalam membangun komunikasi di negeri orang. Metode klandestin ini secara sadar atau tidak sadar menjadi bagian dari praktik-praktik intelijen di dunia.

Contoh lain, kasus terorisme yang mengemuka pada dua dekade terakhir tak luput menjadi perhatian dari penulis. Menurutnya, kasus tersebut mengikutsertakan berbagai taktik dalam intelijen. Mulai dari metode abu-abu hingga keterlibatan pelaku di dalam perang proxy.

Mencermati tentang kasus yang panjang dan rumit, pengarang berhasil menguraikan secara jernih. Dia memberi solusi: Strategi intelijen pengamanan adalah menjalankan deradikalisasi.” Itu dilakukan melalui istilah operasi balik intelijen (OBI). Teknik deradikalisasi merupakan pendekatan lunak terhadap pelaku sebelum mereka melaksanakan aksi terorisme.

Gaya bahasa, contoh-contoh yang aktual, serta analisis yang tajam membuat buku filsafat intelijen ini tidak tergantikan. Pendek kata, sekalipun buku ini berasal dari pengalaman militer yang sangat kental, tetapi gagasannya yang merentang panjang memberi inspirasi pada wacana kebudayaan. Buku ini sangat dibutuhkan oleh praktisi dalam berbagai bidang ketika dunia kompetisi berjalan sangat ketat.

Seorang manajer perusahaan membutuhkan informasi dan analisis intelijen untuk melakukan proyeksi atas produk yang hendak dipasarkan. Demikian pula seorang ahli politik, sosial, maupun budaya. Analisis data yang tepat akan menghasilkan putusan-putusan strategis dan sangat bermanfaat untuk masa depan.

Kelebihan buku ini sangat mencolok. Langkah-langkah yang ditulis oleh seorang praktisi di bidang intelijen sekaligus sebagai seorang guru besar di bidang intelijen cukup detail. Ini pantas saja karena pengarang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai satu-satunya guru besar bidang intelijen di dunia. Tidak sulit kiranya menyatakan bahwa gagasan ini perlu dilihat sebagai sebuah ikhtiar pertama dan terbesar dalam mengembangkan filsafat intelijen sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri. (*)

* Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur (STFT) Abepura-Papua

Daftar Pustaka: 

  • Hendropriyono A.M. 2013. Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia. Jakarta: KOMPAS.
  • Hendropriyono A.M. 2021. Filsafat Intelijen: Sebuah Esai Ke Arah Landasan Berpikir, Strategi, Serta Refleksi Kasus-Kasus Aktual. Jakarta: Hendropriyono Strategic Consulting.
  • Judul: Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia.
  • Penulis: A.M. Hendropriyono.
  • Penerbit: PT Kompas.
  • Tahun Terbit: 2013.
  • ISBN: 978-979-709-710-3
  • Tebal Buku: xvi 232 hlm; 14 cm x 21 cm.
  • Judul: Filsafat Intelijen: Sebuah Esai Ke Arah Landasan Berpikir, Strategi, Serta Refleksi Kasus-Kasus Aktual.
  • Penulis: Prof. Dr. A.M. Hendropriyono
  • Penerbit. PT Hendropriyono Strategic Consulting.
  • Tahun Terbit: 2023.
  • Tebal Buku: xii + 204.

critical review kasus

PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

WPA

Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

TNI

Puluhan mahasiswa desak Panglima TNI tarik militer Indonesia di Nduga

Ibadah

Aparat Keamanan duduki Taman Budaya Expo, tempat gelaran ibadah syukur dan doa bersama pengurus ULMWP

Tanah Kantor Gubernur Papua Tengah

Suku Wate di Nabire hibahkan tanah 75 hektare untuk pembangunan kantor Gubernur Papua Tengah 

Pemerintah dukung pemberdayaan umkm, perkuat stabilitas ekonomi daerah, pemain tidak keluyuran, skuad persipura masih aman dari serangan covid-19, mrp: minuman beralkohol dan narkoba mesin pembunuh orang asli papua.

Festival Cenderawasih

Festival Cenderawasih padukan potensi ekonomi Papua

Berkunjung ke Merauke, Bahlil ingatkan investor tebu soal hak masyarakat adat

Berkunjung ke Merauke, Bahlil ingatkan investor tebu soal hak masyarakat adat

Enarotali

Satgas Stunting lacak rumah 416 bayi balita di Enarotali

Mahasiswa

1.283 calon mahasiswa lulus seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN di Uncen

Recent news.

Festival Cenderawasih

Copyright © 2023 PT. Media Jubi Papua.

Navigate Site

  • Radio New Zealand
  • Solomon Star
  • Vanuatu Daily
  • Melanesia News
  • Islands Business
  • Cook Islands News
  • Post Courier
  • Matangi Tonga
  • Marshall Islands Journal

Welcome Back!

Login to your account below

Remember Me

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist

- Select Visibility - Public Private

  • Nasional & Internasional
  • Tanah Papua
  • Kabupaten Mappi

Academia.edu no longer supports Internet Explorer.

To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to  upgrade your browser .

Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link.

  • We're Hiring!
  • Help Center

paper cover thumbnail

TUGAS CRITICAL REVIEW

Profile image of Rohmawati Lilik

Salah satunya hal yang menganggu belajarku adalah sekolahku (Albert Eisten) dan aku tak akan pernah membiarkan sekolahku mengganggu pendidikan (Mark Twain). Kalimat tersebut seakan-akan mengingatkan bagaimana pentingnya pendidikan yang didukung dengn adanya sekolah. Dengan adanya pendidikan maka tingkat kesejahteraan seseorang akan semakin meningkat. Namun dilihat juga bagaimana pendidikan tersebut dapat dijangkau, tidak hanya dari segi biaya namun juga dari penjangkauan lokasinya. Nganjuk merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berada di bagian barat. Kabupaten Nganjuk mengalami peningkatan PDRB sebesar 17,83% pada tahun 2005 (BPS,2006) dan kenaikan ini dinilai cukup bagus. Namun, kenaikan PDRB tersebut berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya dari penduduk, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Menurut BPS tahun 2006 jumlah rumah tangga miskin masih besar yaitu 28,78% dengan 68.288 tergolong sangat miskin dan 6.742 tergolong miskin. Kabupaten Nganjuk merupakan daerah unggul dalam sektor pertanian dan merupakan daerah yang bersifat agraris, namun hal ini hanya didukung dengan satu sektor pendidikan. Satu sektor pendidikan tersebut adalah SMK 1 Gondang yang memiliki 3 bidang keahlian pertanian yaitu Pembenihan, PHP Pangan, dan Ternak Unggas. Berdasarkan hasil survey didapatkan bahwa sebanyak 53 siswa kelas 3 SMP di Kabupaten Nganjuk berminat untuk melanjutkan ke SMK Pertanian. Hal ini diindikasikan bahwa SMK Pertanian diminati dan dibutuhkan beberapa SMK untuk menampung siswa yang berminat untuk mendalami ilmu pertanian. Dalam pengadaan SMK tersebut yang merupakan infrastruktur baru tentunya diperlukannya sebuah analisis untuk menentukan letak dari infrastuktur tersebut. Analisis dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang berkaitan dan teori yang mendukung. Untuk mengetahui hal tersebut lebih mendalam maka dari itu penulis menyusun makalah ini yang diambil dari jurnal “Penentuan Lokasi SMK Pertanian di Kabupaten Nganjuk”

Related Papers

Hanik Listyaningrum

ARAHAN PENEMPATAN LOKASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN KARAKTERISIK WILAYAH DI KABUPATEN REMBANG

critical review kasus

Madaniya hiya efendi

Evaluasi I Matkul Analisis Lokasi dan Keruangan Madaniya Hiya Efendi 3613100024 PWK ITS

Tugas besar mata kuliah Analisa Lokasi dan Keruangan

oky aryanti

devira wibowo

Dicko Agustian

ABSTRAK Dicko Agustian 29 Juni 2018, Statistik Kependudukan Daerah Istimewa Yogykarta Dari Indikator Majunya Suatu Wilayah. TUGAS AKHIR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Kesejahteraan berdasarkan indikatpr majunya wilayah ialah di tinjau dari faktor pendapatan perkapita, pendidikan, pertumbuhan penduduk, tingkat angkarapan hidup dan lain sebagainya, maka di perlukan adanya statistik kesejahteraan untuk menjadi indikator apakah wraga di daerah tersebut di kategorikan maju atau belum yang nantinya akan di gunakan untuk penilaian dalam memberikan solusi. Tujuan peneltian ini untuk mencari tahu kondisi warga yogyakarta melalui sampel acak berbagai daerah apakah sudah di kategorikan sejahtera atau belum. Metode peneltian ini dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mencari data data mengenai kependudukan di daerah yogyakarta , saya juga terjuan langsung untuk mencari sampel acak sebanyak 1028 dalam acara KKL Geografi 2018. Dari hasil analisis ternyata warga yogykarta belum di kategorikan maju masih banyak terjadi kesenjagan sosial, dan masalah kependudukan lainya.

Muhammad Ermando

Makalah ini membahas mengenai tinjauan kritis terhadap makalah yang berjudul "Analisis Posisi Pusat Kota Kendari Berdasarkan Aspek Aksesibilitas Wilayah"

Nabiilatul Arifah

Analisis Lokasi Optimal Pusat Pemerintahan Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara

hanik listyaningrum

Analisis Faktor Penentu Lokasi Puskesmas Keputih

RELATED TOPICS

  •   We're Hiring!
  •   Help Center
  • Find new research papers in:
  • Health Sciences
  • Earth Sciences
  • Cognitive Science
  • Mathematics
  • Computer Science
  • Academia ©2024

IMAGES

  1. What is the difference between systematic review and critical review?

    critical review kasus

  2. Critical Review Kasus 6 Kel.docx

    critical review kasus

  3. Contoh Artikel Critical Review : Contoh Artikel Critical Review Pijat

    critical review kasus

  4. Critical Review Structure

    critical review kasus

  5. (PDF) How to write a critical review article?

    critical review kasus

  6. Critical Review Kasus Pajak

    critical review kasus

VIDEO

  1. REVIEW KASUS JESSICA

  2. Debat Panas! Sidang Jessica Wongso & Kecurigaan Ayah Mirna Dok. 2016

  3. Webinar Ramadhan 2023 Eps 25

  4. Periksa Brigadir RR sebelum Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J, Komnas HAM Beberkan Temuannya

  5. KSPSI Ajukan Judicial Review ke MK

  6. Perjalanan Kasus Nasruddin Zulkarnaen Dok. 2010

COMMENTS

  1. Pengertian Critical Review: Isi, Contoh dan Langkah Membuat Critical

    Pengertian Critical Review. Critical review adalah suatu tinjauan kritis dan analisis mendalam terhadap suatu karya atau tulisan. Tujuan utama dari critical review adalah untuk: 1. Mengidentifikasi Tujuan Karya: Memahami apa yang ingin dicapai oleh pengarang melalui karyanya. 2.

  2. Contoh Critical Review: Panduan Lengkap untuk Menulis Sebuah Review

    Elemen-elemen Penting dalam Membuat Sebuah Critical Review. Berikut adalah beberapa elemen penting yang harus dimasukkan dalam sebuah critical review: 1. Overview. Overview adalah bagian di mana Anda memberikan gambaran umum tentang konten yang akan Anda review.

  3. How to Write Critical Reviews

    To write a good critical review, you will have to engage in the mental processes of analyzing (taking apart) the work-deciding what its major components are and determining how these parts (i.e., paragraphs, sections, or chapters) contribute to the work as a whole. Analyzing the work will help you focus on how and why the author makes certain ...

  4. Writing Critical Reviews: A Step-by-Step Guide

    Ev en better you might. consider doing an argument map (see Chapter 9, Critical thinking). Step 5: Put the article aside and think about what you have read. Good critical review. writing requires ...

  5. Critically reviewing literature: A tutorial for new researchers

    A critical review is a detailed analysis and assessment of the strengths and weaknesses of the ideas and information in written text. Research students who propose a "conceptual" paper (i.e. a paper with no empirical data) as their first publication will soon find that the contribution(s) and publication success of conceptual papers often ...

  6. 33 Critical Analysis Examples (2024)

    By Chris Drew (PhD) / December 10, 2023. Critical analysis refers to the ability to examine something in detail in preparation to make an evaluation or judgment. It will involve exploring underlying assumptions, theories, arguments, evidence, logic, biases, contextual factors, and so forth, that could help shed more light on the topic.

  7. Critically Reviewing Literature: A Tutorial for New Researchers

    Abstract. Critically reviewing the literature is an indispensible skill which is used throughout a research career. This demystifies the processes involved in systematically and critically reviewing the literature to demonstrate knowledge, identify research ideas and questions, position research and develop theory.

  8. (PDF) Contoh Critical Review

    View PDF. MUHAMMAD FACHRIE DIPLOMASI 14/370522/PSP/5042 Tulisan ini adalah critical review atau tinjauan kritis dari bab yang berjudul "Disaster and Emergency Diplomacy", dalam buku R.P. Barston yang berjudul 'Modern Diplomacy Third Edition'. Pada bagian awal, tulisan ini berisi rangkuman dari bab tersebut.

  9. Contoh Critical Review pada Jurnal Penelitian

    Disini saya melakukan critical review pada satu jurnal penelitian, bisa dijadikan perbandingan dan contoh dalam melakukan critical review bagi mahasiswa S1/S2 yang membutuhkan. Walaupun terdapat banyak teknik penyusunannya, disini saya mengfokuskan pada bagaiman kita menganalisa dan mengomentari secara kritis setiap bagian penelitian yang ada.

  10. Panduan Menulis Critical Review: Jurnal, Book Chapter, dan Buku

    Panduan Menulis Critical Review - Critical review biasanya terdiri dari 1-4 halaman yang terstruktur ( UNSW, 2022 ). Membuat Critical review berarti kamu meringkas dan mengevaluasi teks seperti buku, bab, atau artikel jurnal ( Wheeler, 2018 ). Critical review berarti kamu mempertanyakan teks, menyajikan penilaian dan evaluasi secara wajar.

  11. Corporate Governance and Principal-Agent Theory: a Critical Review

    This study aims to determine corporate governance (CG) with principal-agent theory (PAT). Using a critical review, several theories were found related to CG and PAT research. The procedure used is ...

  12. Kamu Gak Tahu Cara Membuat Critical Review Jurnal? Simak Tips Ini!

    Menggunakan konsep atau teori yang tidak relevan dengan bahan bacaan. Membuat rangkuman dan bukan critical review. Ingat ya, karena kedua hal tersebut berbeda. Kalau rangkuman berarti kamu hanya merangkum keseluruhan isi bacaan. Namun untuk critical review, kamu harus memberikan review pribadi secara kritis untuk mengasah kemampuan analisamu.

  13. (PDF) Critical Review Jurnal Part 2

    Tugas : Membuat Critical Review mengenai Jurnal Geografi Pemukiman. Judul Jurnal : Extending Urban Development on Water : Jakarta Case Study. Penulis Jurnal : Rukuh Setiadi, Joerg Baumeister, Paul ...

  14. From hepatitis A to E: A critical review of viral hepatitis

    The viral load has not correlated with risk of progression to cirrhosis. Studies have described a 3.9% risk of decompensation per year with ascites presence representing the most common form of decompensation [ 115 ]. Once patients develop cirrhosis, there is a 1.4%-4.9% yearly incidence rate of HCC [ 115 - 117 ].

  15. (DOC) CRITICAL REVIEW DISERTASI

    Critical Review Disertasi PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM Studi Kasus di IKIP Bandung Tahun 1966 - 1999 Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir Pada Mata Kuliah Pendekatan dan Metodologi Studi Islam Dosen Pengampu : Prof. Dr. H.M. ATHO MUDZHAR, MSPD (Koordinator) Disusun Oleh : K U R N A L I NIM : 09.3.00..12.01.0066 ...

  16. (DOC) Contoh Critical Review Jurnal

    Critical Review (2): Jurnal Makro Well, lagi-lagi jurnal..hehe,,nggak papa,, inilah wujud nyata belajar saya selama ini. Di bawah ini adalah jurnal tentang investasi dan pertumbuhan ekonomi, mari sesekali kita belajar memahami segala sesuatu secara makro seperti di jurnal ini.. ... Deskripsi yang detail dan mendalam tentang kasus merupakan ...

  17. CONTOH CRITICAL REVIEW JURNAL

    Critical review jurnal adalah sebuah proses penilaian kritis terhadap sebuah jurnal ilmiah. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah jurnal tersebut dapat dipercaya dan layak digunakan sebagai referensi dalam penelitian. Proses ini meliputi pembacaan dan analisis terhadap isi jurnal, metode yang digunakan, hasil penelitian, serta kesimpulan ...

  18. (PDF) Critical Review Buku "Penelitian Hukum" Peter Mahmud Marzuki

    Critical Review Buku "Penelitian Hukum" Peter Mahmud Marzuki Penelitian Hukum Ad Quemtentang Norma December 2021 YUSTISIA MERDEKA Jurnal Ilmiah Hukum 7(2):117-125

  19. Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya

    Contoh Jurnal Internasional. Setelah menjelaskan beberapa cara sederhana dalam melakukan review jurnal internasional, sekarang saatnya saya membagikan contoh review tersebut. Saya mencari jurnal ini di sebuah penerbit jurnal open access yaitu Plos One. Nah, berikut contoh review atau ulasan jurnal internasional versi saya.

  20. (PDF) TUGAS CRITICAL REVIEW MATA KULIAH URBANISASI

    Lingkun gan Tempa t Tinggal, Kasus Penghu ni Rumah Susun Cok rod irjan Yogyak art a. Prosiding Semin ar Na sion al ten tang Gree n U rban Policy , d i Semara ng 4 Septemb er 2 012 : 227 - 239

  21. Contoh Critical Review Jurnal

    Critical Review (2): Jurnal Makro. Well, lagi-lagi jurnal.,,nggak papa,, inilah wujud nyata belajar saya selama ini. Di bawah ini adalah jurnal tentang investasi dan pertumbuhan ekonomi, mari sesekali kita belajar memahami segala sesuatu secara makro seperti di jurnal ini.. :) A. Identitas Jurnal Nama Penulis : Jamzani Sodik & Didi Nuryadin

  22. Membedah 2 buku "Filsafat Intelijen" karya Hendropriyono

    Buku pertamanya bertajuk "Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia" (2013, PT Kompas, Jakarta). Buku keduanya, "Filsafat Intelijen: Sebuah Esai Ke Arah Landasan Berpikir, Strategi, Serta Refleksi Kasus-Kasus Aktual" (2021, PT Hendropriyono Strategic Consulting, Jakarta)". April 16, 2023. October 26, 2022.

  23. (PDF) TUGAS CRITICAL REVIEW

    Critical Review Mata Kuliah Analisis Lokasi dan Keruangan 2016 17 DAFTAR PUSTAKA Santoso, Eko Budi dan Endang Titi Sunarti. 2009. Arahan Penempatan Lokasi Sekolah Menengah Pertama Berdasarkan Karkteristik Wilayah Di Kabupatn Rembang. ... (studi kasus : kecamatan wenang). Universitas Sam Ratulangi Manado : Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota ...